|
|
Minggu, 29 Juni 2025 Khotbah GMIT Minggu, 29 Juni 2025 - Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus - Lukas 14:7-14 - Minggu Biasa II#tag: Minggu, 29 Juni 2025 Masa Raya : Minggu Biasa II Nas Bacaan 1. Mazmur : Mazmur 146 : 5 - 10 2. Khotbah : Lukas 14:7-14 Stola : Hijau Burung Merpati (Putih) dengan Ranting-ranting Zaitun (pinggir putih) diparuhnya, Perahu Berlayar (Putih) dan Pelangi (Merah, Kuning, Hijau) Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus Bacaan: Lukas 14:7-14 Tempat yang paling utama dan yang paling rendah 14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: 14:8 "Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu, 14:9 supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. 14:10 Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. 14:11 Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." Siapa yang harus diundang 14:12 Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 14:13 Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. 14:14 Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." Pendahuluan Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, Hari ini kita akan merenungkan sebuah pesan penting yang diajarkan Yesus kepada para murid dan juga kepada kita semua: kerendahan hati. Di dalam Lukas 14:7-14, Yesus menggunakan perumpamaan tentang pemilihan tempat dalam pesta untuk mengajarkan prinsip ilahi yang bertentangan dengan cara dunia memandang kehormatan dan kedudukan. Yesus berkata: "Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 14:11) Prinsip ini bukan hanya nasihat etika, melainkan kebenaran rohani yang dalam, yang mencerminkan karakter kerajaan Allah dan juga karakter Kristus sendiri. Hari ini kita belajar bahwa kerendahan hati adalah buah dari hidup yang dituntun oleh Roh Kudus. 1. Kerendahan Hati: Teladan Hidup Yesus yang Dituntun Roh Kudus Yesus tidak hanya mengajarkan kerendahan hati, tetapi Ia menjalani dan mempraktikkannya dalam setiap aspek kehidupan dan pelayanan-Nya. Dalam relasi-Nya dengan para murid, Yesus tidak pernah mencari kehormatan duniawi. Dia memilih untuk melayani, bukan dilayani. Lihat bagaimana Yesus: Lahir di kandang, bukan di istana. Memilih murid-murid yang sederhana: nelayan, pemungut cukai, dan orang biasa. Membasuh kaki murid-murid-Nya, termasuk Yudas yang akan mengkhianati-Nya. Perumpamaan tentang pemilihan tempat duduk dalam perjamuan (ay. 7-11) menggambarkan bahwa dalam kerajaan Allah, kemuliaan bukanlah sesuatu yang kita kejar, tapi yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang rendah hati. Roh Kudus menuntun kita untuk tidak mencari pujian, tetapi melayani dengan tulus. 2. Kerendahan Hati: Iman yang Terwujud dalam Pelayanan Yesus tidak berhenti hanya pada perumpamaan. Dalam ayat 12-14, Ia menantang para undangan untuk mengundang orang miskin, cacat, lumpuh dan buta ke dalam pesta mereka. Ini adalah ekspresi dari iman yang sejati, yaitu: Tanpa pandang bulu (adil): Kita melayani semua orang, bukan hanya yang "pantas" menurut dunia. Tanpa pamrih (setia): Kita tidak mencari balasan, tetapi melayani karena kasih. Merangkul yang terpinggirkan: Kita memberi perhatian kepada mereka yang rentan dan sering diabaikan. Pelayanan yang rendah hati seperti ini bukan dari diri kita sendiri, tetapi karena kita dituntun oleh Roh Kudus. Ia memampukan kita untuk melihat orang lain sebagaimana Allah melihat mereka. 3. Kerendahan Hati: Kekuatan dalam Kerajaan Allah Dalam dunia, kerendahan hati sering dianggap sebagai kelemahan. Tetapi dalam kerajaan Allah, kerendahan hati adalah kekuatan. Yesus menegaskan: “Barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” (ay. 11) Ini adalah paradigma baru. Dunia berkata: “Tinggikan dirimu supaya dihormati.” Tapi Tuhan berkata: “Rendahkanlah dirimu, maka engkau akan Kutinggikan.” Inilah yang perlu dibangun oleh:
Tanpa Roh Kudus, kita tidak mampu. Tapi bila kita menyerahkan diri dan bersedia dituntun oleh Roh-Nya, maka kerendahan hati akan menjadi karakter kita. Penutup: Dituntun oleh Roh Kudus untuk Melayani dengan Rendah Hati Saudara-saudari terkasih, Dunia memuja kebesaran, tetapi kerajaan Allah menjunjung kerendahan hati. Yesus, yang adalah Tuhan dan Guru, merendahkan diri-Nya hingga mati di salib. Ia melakukannya bukan karena lemah, tetapi karena kasih dan kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam diri-Nya. Mari kita:
Doa Penutup: Tuhan Yesus, Engkau telah mengajarkan kami arti kerendahan hati yang sejati. Kami ingin menjadi seperti Engkau-yang tidak mencari kehormatan, tetapi setia melayani. Tuntunlah kami dengan Roh Kudus-Mu, supaya kami tidak hanya mendengar firman-Mu, tetapi melakukannya dengan setia. Jadikanlah kami umat-Mu yang rendah hati, yang mencerminkan kasih dan kebenaran-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, |
All Garis Besar: All Khotbah GMIT 2025: Khotbah GMIT Minggu, 11 Mei 2025 - Sentuhan Fisik yang Memulihkan - Yohanes 20:19-29 Khotbah GMIT Minggu, 18 Mei 2025 - Penampakan Kristus Memperteguh Iman Umat Berbudaya - Yohanis 21:1-14 Khotbah GMIT Minggu, 25 Mei 2025 - Kasih yang Memulihkan Relasi - Yohanis 21:15-19 Khotbah GMIT Kamis, 29 Mei 2025 - Kenaikan Yesus Mengatasi Batasan Budaya - Markus 16:14-20 Khotbah GMIT Minggu, 1 Juni 2025 - Hamba yang Menanti dengan Setia - 2 Raja-raja 2:1-18 Khotbah GMIT Minggu, 8 Juni 2025 - Tuntunan Roh Kudus Dalam Kehidupan Orang Percaya - Galatia 5:16-26 Khotbah GMIT Senin, 9 Juni 2025 - Allah Turut Bekerja Dalam segala Sesuatu - Roma 8:18-30 Khotbah GMIT Minggu, 15 Juni 2025 - Karya Allah Tritunggal Melalui Gereja - Yohanes 16:4b-15 Khotbah GMIT Minggu, 29 Juni 2025 - Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus - Lukas 14:7-14 - Minggu Biasa II Khotbah GMIT Minggu, 22 Juni 2025 - Kuasa Allah Mengalahkan Roh Jahat - Lukas 8:26-39 Khotbah GMIT Minggu, 29 Juni 2025 - Kerendahan Hati Karena Dituntun Roh Kudus - Lukas 14:7-14 Alkitab Bahasa Rote Tii - Genesis(50) Alkitab Bahasa Rote Tii - Perjanjian Baru(96) Bacaan Alkitab GMIT 2017(12) Contoh Tata Ibadah GMIT(39) Khotbah GMIT 2017(3) Khotbah GMIT 2025(11) LAGU GEREJA ETNIK NTT(9) Lagu Rohani Timor(3) Pembacaan Alkitab GMIT(1) Renungan GMIT 2022(33) Renungan GMIT 2023(2) Tentang Gereja GMIT(1) Tentang GMIT(5) xxx(11) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |