lagu-gereja.com/gkps
Gereja Kristen Protestan Simalungun

View : 315 kali
Tentang GKPS

TATA GEREJA GKPS Januari 2021 - PENJELASAN TATA LAKSANA GKPS


PENJELASAN TATA LAKSANA GKPS

BAGIAN A

HAKIKAT DAN WUJUD

BAB I

JEMAAT

Pasal 1

JEMAAT

    Syarat
        Jumlah 25 (dua puluh lima) kepala keluarga adalah jumlah minimal dengan tidak membedakan antara tangga dear/tangga banggal dan tangga etek.
        Tempat ibadat dapat berupa milik atau bukan milik.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Termasuk memenuhi tanggungjawab anggaran kepada Resort dan
    Prosedur
        Sudah
        Kriteria yang dipakai dalam visitasi adalah syarat-syarat yang disebutkan dalam Ayat 1 di atas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

Pasal 2

JEMAAT PERSIAPAN

    Pengertian

Sudah jelas.

    Syarat
        Jumlah 15 (lima belas) kepala keluarga adalah jumlah minimal dengan tidak membedakan antara tangga dear/tangga banggal dan tangga etek.
        Tempat ibadat dapat berupa milik atau bukan milik.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Termasuk memenuhi tanggungjawab anggaran kepada Resort dan Sinode.
    Prosedur
        Kriteria yang dipakai adalah syarat-syarat yang disebutkan dalam Ayat 2 di atas.
        Sudah jelas.
        Kriteria yang dipakai dalam visitasi adalah syarat-syarat yang disebutkan dalam Ayat 2 (dua) di atas.

Pasal 3

POS PEKABARAN INJIL

Sudah jelas

BAB II

RESORT

Pasal 4

PEMBENTUKAN RESORT BARU

    Syarat
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Termasuk memenuhi tanggungjawab anggaran kepada Sinode.
    Sudah jelas.
    Prosedur
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB III

DISTRIK

Pasal 5

PENGERTIAN TENTANG DISTRIK

Sudah jelas.

Pasal 6

PEMBENTUKAN DISTRIK BARU

    Syarat
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sumber pembiayaan kegiatan pelayanan di distrik diperoleh dari Sinode dan dari sumber-sumber yang tersedia di wilayah pelayanan distrik yang tidak bertentangan dengan Firman Tuhan dan Ajaran GKPS.
    Prosedur
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAGIAN B

PENAMAAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN

BAB IV

PENAMAAN JEMAAT

Pasal 7

PENAMAAN JEMAAT DARI JEMAAT PERSIAPAN

    Sudah jelas.
    Sebagai contoh penamaan Jemaat Persiapan misalnya sebagai berikut: GKPS Persiapan “Simpang Dua” (nama daerah), GKPS Persiapan “Hosea” (nama Alkitab), dan GKPS Persiapan “Riah Madear” (nama lain yang mengandung makna tertentu).
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 8

NAMA JEMAAT YANG SUDAH ADA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 9

PEMAKAIAN NAMA JEMAAT SECARA RESMI

Sudah jelas.

BAB V

PENAMAAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN RESORT

Pasal 10

PENAMAAN RESORT

Sudah jelas.

Sebagai contoh penamaan Resort misalnya sebagai berikut: GKPS Resort “Raya Tiga” (nama daerah), GKPS Resort “Korintus” (nama Alkitab), dan GKPS Resort “Sauhur” (nama lain yang mengandung makna tertentu).

Pasal 11

TEMPAT KEDUDUKAN RESORT

Dalam sidang Resort diusulkan juga tempat kedudukan resort atas sepengetahuan Praeses di distrik terkait, untuk ditetapkan oleh Pimpinan Sinode.

BAB VI

PENAMAAN DAN TEMPAT KEDUDUKAN DISTRIK

Pasal 12

PENAMAAN DISTRIK

Sudah jelas.

Pasal 13

TEMPAT KEDUDUKAN DISTRIK

Sudah jelas.

BAGIAN C

PENGAJARAN DAN LOGO

BAB VII

SUMBER AJARAN DAN BAHAN PENGAJARAN

Pasal 14

SUMBER AJARAN

Yang dimaksudkan dengan sumber ajaran GKPS adalah sumber-sumber utama yang dipakai oleh GKPS untuk merumuskan dan memakai ajaran GKPS. Yang dimaksudkan dengan ajaran GKPS adalah keseluruhan ajaran GKPS baik dalam bentuk tertulis dan resmi (bentuk tekstual-formal), maupun dalam bentuk tidak tertulis dan dipakai langsung dalam pelayanan (bentuk operasional). Dalam hal ini Alkitab adalah norma normans (“ukuran yang dipakai untuk mengukur”), sedangkan pengakuan iman, ajaran, dan pengajaran GKPS adalah norma normata (“ukuran yang harus terus menerus diukur” dengan memakai Alkitab sebagai pengukur). Keduanya harus dibedakan namun tidak boleh dipisahkan. Karena itu, ajaran GKPS dalam semua bentuknya harus terus menerus dikembangkan, ditinjau secara kritis, dan dikontekstualisasikan sesuai dengan perkembangan dari konteks GKPS dalam pengertian yang luas (a.l., dalam aspek-aspek politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, teknologi, dan lingkungan hidup). Dengan demikian, dengan mengacu dan berpegang pada ajarannya, GKPS dapat menunjukkan identitasnya melalui kehidupan dan pelayanannya secara menyeluruh.

BAB VIII

LOGO

Pasal 15

LOGO, MAKNA, DAN PEMAKAIANNYA

    Sudah jelas.
    Makna Logo GKPS
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAGIAN D

SAKRAMEN

Yang dimaksud dengan Sakramen adalah Baptisan Kudus dan Perjamuan Kudus

BAB IX

KETENTUAN UMUM

Pasal 16

KETENTUAN UMUM

    Sudah
    Sudah
    Marguru adalah kegiatan yang dilakukan jemaat dalam rangka menjelaskan dan mempertegas makna dan tujuan dari
    Sudah
    Sudah
    Keadaan khusus itu berkaitan dengan kondisi kesehatan (pandidion tarolos atau Horja Banggal Napansing hubani na boritan) dan untuk acara khusus seperti Sidang Majelis Pendeta, Sidang Majelis Penginjil, Sidang Sinode Bolon, Rapat Pengurus Lengkap (RPL) seksi dan yang sejenis dengan kegiatan di atas.

BAB X

 BAPTISAN KUDUS

Pasal 17

BAPTISAN KUDUS DEWASA

    Syarat
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Majelis Jemaat menyatakan calon baptisan berlayak:

    Dengan berpedoman dasar pada Tata laksana GKPS Pasal 38.
    Dalam rapat Majelis Jemaat.

    Prosedur
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Penyelesaian persoalan dilakukan oleh calon bersama dengan Majelis Jemaat.
        Pembatalan pelaksanaan sakramen baptisan dewasa dilakukan jika persoalan tidak dapat diselesaikan.
        Sudah
    Sakramen baptisan kudus dewasa atas permohonan gereja lain.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

Pasal 18

BAPTISAN KUDUS ANAK

    Syarat
        Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Majelis Jemaat menyatakan kelayakan orangtua atau wali dalam rapat Majelis Jemaat.
        Prosedur
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Penyelesaian persoalan dilakukan oleh orangtua atau wali bersama dengan Majelis Jemaat. Pembatalan pelaksanaan sakramen baptisan anak dilakukan jika persoalan tidak dapat diselesaikan
            Sudah jelas.
        Baptisan kudus anak atas permintaan gereja lain
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.
            Sudah jelas.

PASAL 19

BAPTISAN KUDUS DEWASA DARURAT

    Sudah jelas.
    Prosedur:
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 20

BAPTISAN KUDUS ANAK DARURAT

    Sudah jelas.
    Prosedur
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

Pasal 21

PENGAKUAN PERCAYA/SIDI

Yang dimaksudkan dengan “pengakuan percaya/sidi” adalah manaksihon haporsayaon.

    Syarat
        Sudah jelas.
        Majelis Jemaat menyatakan calon sidi layak:

    Dengan berpedoman dasar pada Tata laksana GKPS Pasal 38.
    Dalam rapat Majelis Jemaat.

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah

    Prosedur
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Penyelesaian persoalan dilakukan oleh calon bersama dengan Majelis Jemaat. Pembatalan pelaksanaan pelayanan sidi dilakukan jika persoalan tidak dapat diselesaikan.
        Sudah jelas.
    Pengakuan percaya (sidi) atas permintaan dari gereja lain.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Bahan percakapan gerejawi sesuai dengan Tata Laksana GKPS Pasal 21 Ayat 2.c.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XI

 PERJAMUAN KUDUS

Pasal 22

PERJAMUAN KUDUS

    Sudah
    Sudah
    Sudah jelas.
    Persiapan
        Sudah
        Sudah
        Sudah
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

BAGIAN E

PERSEKUTUAN

BAB XII

PENGERTIAN DAN BENTUK

Pasal 23

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 24

BENTUK

Pasal ini terkait dengan isi Tata Laksana pada pasal lainnya:

    Lihat Tata Laksana Pasal 26-32.
    Lihat Tata Laksana Pasal
    Lihat Tata Laksana Pasal 39-45.
    Lihat Tata Laksana Pasal 33-36.
    Lihat Tata Laksana Pasal 46-47.
    Lihat Tata Laksana Pasal 54-57.

BAB XIII

KEBAKTIAN

Pasal 25

JENIS KEBAKTIAN

    Sudah jelas.
    Kebaktian pada hari-hari raya gerejawi adalah kebaktian-kebaktian yang dilaksanakan sesuai dengan kalender gerejawi.
    Kebaktian pada hari raya-hari raya lain:
        Kebaktian pada tanggal 1 Januari.
        Kebaktian syukur dalam rangka peringatan masuknya Injil ke Tanah Simalungun.
        Kebaktian dalam rangka memeringati Reformasi Luther.
        Kebaktian dengan fokus pada lingkungan hidup.
        Kebaktian dengan fokus pada gerakan perempuan internasional.
        Kebaktian oikumenis bersama dengan gereja-gereja di lebih dari 170 negara di dunia yang dipelopori oleh gerakan perempuan Kristen sedunia.
        Kebaktian-kebaktian dengan fokus pada pelayanan-pelayanan kategorial.
        Kebaktian untuk merayakan kemitraan GKPS dengan gereja-gereja mitra di Jerman.
        Kebaktian dengan fokus pada pendidikan umum sebagai bagian dari panggilan dan pengutusan GKPS.
        Kebaktian untuk merayakan kebersamaan dalam keluarga UEM.
        Kebaktian untuk merayakan kebersamaan dengan para sahabat namatua, tading-maetek, namabalu, disabel.
    Kebaktian rumah tangga (partonggoan) adalah kebaktian yang dilaksanakan di rumah wargajemaat secara bersama-sama dalam suatu wilayah/sektor
    Kebaktian pastoral adalah kebaktian dalam rangka memberikan peneguhan, penguatan dan pendampingan bagi warga jemaat dalam situasi tertentu.
    Kebaktian syukur adalah kebaktian dalam rangka pengucapan syukur atas peristiwa-peristiwa sukacita yang dialami warga jemaat.

Pasal 26

PENANGGUNGJAWAB

Tanggungjawab Majelis Jemaat bersifat umum dan menyeluruh terhadap semua kebaktian yang diselenggarakan dalam jemaat yang dilayaninya. Dalam hal ini harus dibedakan antara penanggungjawab dan pelaksana. Kebaktian-kebaktian tertentu diselenggarakan secara langsung oleh Majelis Jemaat. Namun kebaktian-kebaktian oleh seksi-seksi dilaksanakan oleh seksi-seksi yang bersangkutan. Secara umum dan menyeluruh, semua kebaktian itu berada di bawah tanggungjawab Majelis Jemaat.

[Tata Laksana Pasal 95 mencantumkan tanggung jawab Majelis Jemaat atas pelaksanaan seluruh kebaktian dalam jemaat.]

Pasal 27

LITURGI

Sudah jelas.

Pasal 28

WARNA LITURGIS

Warna-warna liturgis mensimbolisasi jiwa dan suasana dari kebaktian-kebaktian yang diselenggarakan sesuai dengan kalender gerejawi

Pasal 29

PELAYAN

Sudah jelas.

Pasal 30

BAHASA

Sudah jelas.

Pasal 31

PAKAIAN PELAYANAN

    Pakaian pelayanan pendeta dan penginjil disebut pakaian tahbisan, sedangkan pakaian pelayanan sintua dan syamas disebut pakaian
    Sudah jelas.

Pasal 32

TEMPAT

Sudah jelas.

BAB XIV

PENGGEMBALAAN

Pasal 33

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 34

BENTUK

Sudah jelas.

Pasal 35

PENGGEMBALAAN UMUM

Sudah jelas.

Pasal 36

PENGGEMBALAAN KHUSUS

Sudah jelas.

BAB XV

KATEKISASI

(Marguru Manaksihon)

Pasal 37

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 38

PELAKSANAAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Bahan
    Katekismus Kecil Luther:

Ajaran umum yang mengajarkan tentang Dasa Titah, Kesaksian Iman, Doa Bapa Kami, Sakramen Baptisan Kudus dan Sakramen Perjamuan Kudus, dan digunakan sebagai buku pengajaran kelas Katekisasi Sidi.

    Pergamon:

Buku pengajaran kelas Katekisasi Sidi yang pertama di GKPS, sudah dipakai sejak tahun 1980 hingga saat ini.

    Bina Iman:

Buku pengajaran kelas Katekisasi Sidi yang sudah dipakai sejak tahun 2015 hingga saat ini di GKPS, yang memuat Intisari Ajaran Kristen, Kehidupan Bergereja, Peribadahan Kristen, dan Perilaku Kehidupan Kristiani.

    Sudah jelas.

BAB XVI

PERNIKAHAN GEREJAWI

Pasal 39

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 40

SYARAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Yang dimaksudkan dengan hubungan semenda adalah hubungan keluarga yang tidak sedarah dan tidak dalam garis keturunan lurus.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 41

PROSEDUR

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 42

PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN PERNIKAHAN KHUSUS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 43

PENCEGAHAN PERNIKAHAN

    Sebelum melakukan pencegahan pernikahan, Majelis Jemaat bersama dengan pendeta resort harus cermat dan bijaksana dalam membuat keputusan terhadap pernikahan yang dapat menjadi batu sandungan. Dalam kaitan ini harus juga diingat bahwa warga GKPS bukan saja berasal dari suku Simalungun, tetapi juga dari suku-suku lain yang adat budayanya juga harus menjadi pertimbangan.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 44

PENDAMPINGAN PENGGEMBALAAN DAN PEMBINAAN KEHIDUPAN PERNIKAHAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 45

PEMUTUSAN PERNIKAHAN

Sudah jelas.

BAB XVII

PELAYANAN PENGUBURAN

Pasal 46

PENGERTIAN DAN TUJUAN

 

    Pengertian

Sudah jelas.

    Tujuan

Sudah jelas.

    Penerima pelayanan

Sudah jelas.

    Penanggungjawab

Sudah jelas.

    Prosedur

Sudah jelas.

    Ketentuan-ketentuan lain

Sudah jelas.

Pasal 47

MANGONGKAL HOLI

    Pengertian

Sudah jelas.

    Prosedur

Sudah jelas.

BAB XVIII

SIASAT GEREJAWI

Pasal 48

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 49

SASARAN

Sudah jelas.

BAB XIX

PROSEDUR PELAKSANAAN

Pasal 50

SIASAT GEREJAWI TERHADAP WARGA BAPTIS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 51

SIASAT GEREJA TERHADAP WARGA SIDI

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 52

SIASAT GEREJA TERHADAP SINTUA DAN SYAMAS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 53

SIASAT GEREJA TERHADAP PENDETA DAN PENGINJIL

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

 

BAB XX

PARTISIPASI DALAM GERAKAN OIKUMENIS

Pasal 54

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 55

DI LINGKUP JEMAAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 56

DI LINGKUP RESORT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 57

DI LINGKUP SINODE

    Di Indonesia

Sudah jelas.

    Di Asia

Sudah jelas.

    Di Eropa

Sudah jelas.

    Di Dunia Internasional

Sudah jelas.

BAGIAN F

KESAKSIAN

BAB XXI

KESAKSIAN

Pasal 58

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 59

BENTUK

Sudah jelas.

BAGIAN G

PELAYANAN

BAB XXII

PELAYANAN

Pasal 60

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 61

BENTUK

Sudah jelas.

BAGIAN H

KEWARGAAN

BAB XXIII

WARGA SIDI

Pasal 62

TANGGUNG JAWAB

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 63

HAK

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XXIV

WARGA BAPTIS

Pasal 64

TANGGUNG JAWAB

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 65

HAK

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XXV

WARGA PERSIAPAN BAPTISAN

Pasal 66

PENGERTIAN

Sudah jelas.

Pasal 67

PELAYANAN KEPADA WARGA PERSIAPAN BAPTISAN

Sudah jelas.

BAB XXVI

PERPINDAHAN WARGA

Pasal 68

PERPINDAHAN WARGA ANTAR-JEMAAT GKPS DALAM RESORT YANG SAMA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 69

PERPINDAHAN WARGA ANTAR-JEMAAT GKPS KE RESORT YANG LAIN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 70

PERPINDAHAN WARGA GKPS KE GEREJA LAIN YANG SEAJARAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

 

 

Pasal 71

PERPINDAHAN WARGA DARI GEREJA LAIN YANG SEAJARAN KE GKPS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah

Pasal 72

PERPINDAHAN WARGA DARI GEREJA LAIN YANG TIDAK SEAJARAN KE GKPS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAGIAN I

      PELAYAN KHUSUS

BAB XXVII

PELAYAN KHUSUS

Pasal 73

KETENTUAN UMUM

Sudah jelas

BAB XXVIII

SINTUA

Pasal 74

TUGAS

    Tugas Umum
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Menjaga ajaran GKPS dipahami sebagai merawat kehidupan beriman jemaat secara komunal dan personal agar berjalan sesuai dengan ajaran GKPS (lihat Penjelasan tentang Tata Laksana GKPS Pasal 14) dan sekaligus tidak membiarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran GKPS memasuki dan memengaruhi kehidupan beriman jemaat.
    Tugas Khusus
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 75

KRITERIA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 74

SYARAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Supaya sintua mengenal dan memahami kehidupan dan pergumulan jemaat yang dilayaninya.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 75

PROSEDUR

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 78

EMERITASI

    Sudah jelas.
    Sudah jelas. Dengan demikian, sintua emeritus tidak diperkenankan menjadi anggota lembaga kepemimpinan dan pengurus seksi di lingkup-lingkup yang lebih luas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 79

PENANGGALAN JABATAN TAHBISAN

Jabatan tahbisan sintua merupakan panggilan dari Allah yang disampaikan oleh Allah dan diterima oleh yang ber- sangkutan melalui GKPS sebagai gereja-Nya. Jika GKPS melalui prosedur siasat gerejawi menyatakan bahwa seorang sintua sudah mengingkari panggilan tahbisannya sebagai sintua karena ia tidak bertobat, GKPS menanggalkan jabatan tahbisan dari sintua yang bersangkutan. Penanggalan jabatan tahbisan penatua dilaksanakan sesuai dan menjadi bagian dari prosedur siasat gerejawi bagi sintua sebagaimana yang diatur dalam Tata Laksana Pasal 52.

BAB XXIX

SYAMAS

Pasal 80

TUGAS

    Tugas Umum
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Menjaga ajaran GKPS dipahami sebagai merawat kehidupan beriman jemaat secara komunal dan personal agar berjalan sesuai dengan ajaran GKPS (lihat Penjelasan tentang Tata Laksana GKPS Pasal 14) dan sekaligus tidak membiarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran GKPS memasuki dan memengaruhi kehidupan beriman jemaat.
    Tugas Khusus
    Yang dimaksudkan dengan diakonia di sini adalah diakonia dalam pengertian yang luas dan menyeluruh (dalam aspek-aspek karitatif, reformatif, dan transformatif), yang akan dijabarkan dalam butir-butir berikutnya.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 81

KRITERIA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 82

SYARAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 83

PROSEDUR

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 84

EMERITASI

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 85

PENANGGALAN JABATAN TAHBISAN

Jabatan tahbisan syamas merupakan panggilan dari Allah yang disampaikan oleh Allah dan diterima oleh yang bersangkutan melalui GKPS sebagai gereja-Nya. Jika GKPS melalui prosedur siasat gerejawi menyatakan bahwa seorang syamas sudah mengingkari panggilan tahbisannya sebagai syamas karena ia tidak bertobat, GKPS menanggalkan jabatan tahbisan dari syamas yang bersangkutan. Penanggalan jabatan tahbisan syamas dilaksanakan sesuai dan menjadi bagian dari prosedur siasat gerejawi bagi syamas sebagaimana yang diatur dalam Tata Laksana Pasal  52.

BAB XXX

PENGINJIL

Pasal 86

TUGAS

    Tugas Umum
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Menjaga ajaran GKPS dipahami sebagai merawat kehidupan beriman jemaat secara komunal dan personal agar berjalan sesuai dengan ajaran GKPS (lihat Penjelasan tentang Tata Laksana GKPS Pasal 14) dan sekaligus tidak membiarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran GKPS memasuki dan memengaruhi kehidupan beriman jemaat.
    Tugas Khusus
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 87

KRITERIA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 88

SYARAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 89

PROSEDUR

Sudah jelas.

Pasal 90

EMERITASI

    Sudah jelas.
    Sudah jelas. Dengan demikian, penginjil emeritus tidak diperkenankan menjadi anggota lembaga kepemimpinan dan pengurus seksi di lingkup-lingkup yang lebih luas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 91

PENANGGALAN JABATAN TAHBISAN

Jabatan tahbisan penginjil merupakan panggilan dari Allah yang disampaikan oleh Allah dan diterima oleh yang bersangkutan melalui GKPS sebagai gereja-Nya. Jika GKPS melalui prosedur siasat gerejawi menyatakan bahwa seorang penginjil sudah mengingkari panggilan tahbisannya sebagai penginjil karena ia tidak bertobat, GKPS menanggalkan jabatan tahbisan dari penginjil yang bersangkutan. Penanggalan jabatan tahbisan penginjil dilaksanakan sesuai dan menjadi bagian dari prosedur siasat gerejawi bagi penginjil sebagaimana yang diatur dalam Tata Laksana Pasal 53.

Pasal 92

CUTI STUDI

Sudah jelas.

Pasal 93

PERATURAN PENSIUN

Sudah jelas.

BAB XXXI

PENDETA

Pasal 94

TUGAS

    Tugas Umum
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Menjaga ajaran GKPS dipahami sebagai merawat kehidupan beriman jemaat secara komunal dan personal agar berjalan sesuai dengan ajaran GKPS (lihat Penjelasan tentang Tata Laksana GKPS Pasal 14) dan sekaligus tidak membiarkan ajaran-ajaran lain yang bertentangan dengan ajaran GKPS memasuki dan memengaruhi kehidupan beriman jemaat.
    Tugas Khusus
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

Pasal 95

KRITERIA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 96

SYARAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 97

PROSEDUR

Sudah jelas.

Pasal 98

EMERITASI

    Sudah jelas.
    Sudah jelas. Dengan demikian, pendeta emeritus tidak diperkenankan menjadi anggota lembaga kepemimpinan dan pengurus seksi di lingkup-lingkup yang lebih luas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 99

PENANGGALAN JABATAN TAHBISAN

Jabatan tahbisan pendeta merupakan panggilan dari Allah yang disampaikan oleh Allah dan diterima oleh yang bersangkutan melalui GKPS sebagai gereja-Nya. Jika GKPS melalui prosedur siasat gerejawi menyatakan bahwa seorang pendeta sudah mengingkari panggilan tahbisannya sebagai pendeta karena ia tidak bertobat, GKPS menanggalkan jabatan tahbisan dari pendeta yang bersangkutan. Penanggalan jabatan tahbisan pendeta dilaksanakan sesuai dan menjadi bagian dari prosedur siasat gerejawi bagi pendeta sebagaimana yang diatur dalam Tata Laksana Pasal 53.

Pasal 100

CUTI STUDI

Sudah jelas.

Pasal 101

PERATURAN PENSIUN

Sudah jelas.

BAB XXXII

GURU SEKOLAH MINGGU

Pasal 102

MASA JABATAN

Sudah jelas.

Pasal 103

TUGAS

Sudah jelas.

Pasal 104

KRITERIA

Sudah jelas.

Pasal 105

SYARAT

Sudah jelas.

Pasal 106

PROSEDUR

Sudah jelas.

Pasal 107

PENGAKHIRAN JABATAN

Sudah jelas.

BAGIAN J

ORGANISASI

BAB XXXIII

LEMBAGA KEPEMIMPINAN DI LINGKUP JEMAAT

Pasal 108

MAJELIS JEMAAT

    Batas umur anggota Majelis Jemaat:
        Sesuai dengan Tata Laksana Pasal 76 dan Pasal 82, keanggotaan sintua dan syamas di Majelis Jemaat sampai dengan umur 65 tahun. Dengan demikian, keanggotaan sintua dan syamas pada lembaga kepemimpinan dan pengurus seksi di lingkup-lingkup yang lebih luas juga sampai dengan umur 65 tahun.
    Sesuai dengan Tata Laksana Pasal 88 dan Pasal 95-96, keanggotaan penginjil dan pendeta di Majelis Jemaat sampai dengan umur 60 tahun. Dengan demikian, keanggotaan sintua dan syamas pada lembaga kepemimpinan dan pengurus seksi di lingkup-lingkup yang lebih luas juga sampai dengan umur 60 tahun.
    Keanggotaan Ketua seksi di Majelis Jemaat sampai dengan umur 65 tahun.

    Dalam praktik, ketua biasa disebut pengantar jemaat atau voorganger, dan Wakil ketua biasa disebut Wakil pengantar jemaat atau Wakil voorganger.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Koordinasi:
        Koordinasi Pengurus Harian Majelis Jemaat dengan pendeta jemaat dilakukan dengan mengacu pada tugas Pendeta dalam Pasal 94.
        Koordinasi pendeta jemaat dengan pendeta resort hanya berkaitan dengan fungsi administratif pendeta resort.
        Sudah jelas.

Pasal 109

TUGAS MAJELIS JEMAAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 110

RAPAT MAJELIS JEMAAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Risalah/notulen rapat dibuat oleh Sekretaris Majelis Jemaat dan ditandatangani oleh Sekretaris dan Ketua Majelis Jemaat.
    Sudah jelas.

Pasal 111

RAPAT PENGURUS HARIAN MAJELIS JEMAAT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 112

SIDANG JEMAAT

    Tugas

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Prosedur
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XXXIV

LEMBAGA KEPEMIMPINAN DI LINGKUP RESORT

Pasal 113

PENGURUS RESORT

    Sudah jelas.
    Keanggotaan pendeta dan penginjil yang mendapat penugasan di resort dalam Pengurus Resort tidak terikat dengan periode Pengurus Resort.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 114

TUGAS PENGURUS RESORT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 115

RAPAT PENGURUS RESORT

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Risalah/notulen rapat dibuat oleh Sekretaris Pegurus Resort dan ditandatangani oleh Sekretaris dan Ketua Pengurus Resort.
    Sudah jelas.

Pasal 116

SIDANG RESORT

    Tugas
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
    Prosedur
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Risalah/notulen rapat dibuat oleh Sekretaris Pengurus Resort dan ditandatangani oleh Sekretaris dan Ketua Pengurus Resort.
        Sudah jelas.

Pasal 117

ANGGOTA SIDANG SINODE BOLON PERUTUSAN RESORT

Sudah jelas.

BAB XXXV

LEMBAGA KEPEMIMPINAN DI LINGKUP SINODE

Pasal 118

PIMPINAN SINODE

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

 

 

Pasal 119

TUGAS PIMPINAN SINODE

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 120

PEMILIHAN DAN PENETAPAN EPHORUS

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 121

PEMILIHAN DAN PENETAPAN SEKRETARIS JENDRAL

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 122

PEMILIHAN DAN PENETAPAN PRAESES

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 123

PEMBENTUKAN DEPARTEMEN DAN BIRO

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 124

RAPAT KERJA PIMPINAN SINODE

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 125

SIDANG SINODE BOLON

    Keanggotaan
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Utusan pemuda kecuali ketua umum.
    Utusan perempuan kecuali ketua umum.
    Tugas :
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
            Prosedur :
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.

Pasal 126

MAJELIS SINODE

    Keanggotaan
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
    Ketentuan tentang keanggotaan

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Tugas
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Sidang
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XXXVI

MAJELIS PENDETA

Pasal 127

KEANGGOTAAN MAJELIS PENDETA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 128

TUGAS MAJELIS PENDETA

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

 

Pasal 129

PIMPINAN MAJELIS PENDETA

    Ketua Majelis Pendeta :
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Sesuai dengan periode pelayanannya, Ketua Majelis Pendeta dilantik oleh Pimpinan Sinode yang baru.
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
    Tugas Ketua Majelis Pendeta
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 130

SIDANG MAJELIS PENDETA

    Peserta sidang

Sudah jelas.

    Masa persidangan

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Bahan Sidang
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Peraturan kourum
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Cara pengambilan keputusan dan Notulen Sidang

Sudah jelas.

    Tata Kerja dan Tata Tertib

Sudah jelas.

BAB XXXVII

MAJELIS PENGINJIL

Pasal 131

KEANGGOTAAN MAJELIS PENGINJIL

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 132

TUGAS MAJELIS PENGINJIL

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Sudah jelas.

Pasal 133

PIMPINAN MAJELIS PENGINJIL

    Ketua Majelis Penginjil
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sesuai dengan periode pelayanannya, Ketua Majelis Penginjil dilantik oleh Pimpinan Sinode yang baru.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Tugas Ketua Majelis Penginjil
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 134

SIDANG MAJELIS PENGINJIL

    Peserta

Sudah jelas.

    Masa Persidangan

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Bahan Sidang
        Sudah jelas.
        Sudah jelas.
        Peraturan Kourum
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
        Cara/metode pengambilan keputusan, Notulen Sidang

Sudah jelas.

    Tata Kerja dan Tata Tertib

Sudah jelas.

BAB XXXVIII

BADAN PELAYANAN

Pasal 135

PENGERTIAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Tata kerja seksi kategorial diatur tersendiri.
    Sudah jelas.

Pasal 136

BADAN PELAYANAN JEMAAT

Sudah jelas.

Pasal 137

BADAN PELAYANAN RESORT

Sudah jelas.

Pasal 138

BADAN PELAYANAN DISTRIK

Sudah jelas.

Pasal 139

BADAN PELAYANAN SINODE

Sudah jelas.

BAB XXXIX

PERATURAN UMUM SIDANG DAN RAPAT

Pasal 140

PERATURAN UMUM SIDANG DAN RAPAT

    Undangan
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Kebaktian

Sudah jelas.

    Tata Tertib

Sudah jelas.

    Hak Bicara dan Hak Suara
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Risalah/Notulen
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Pemungutan Suara
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Pemilihan
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAGIAN K

HARTA MILIK

BAB XL

KETENTUAN UMUM

Pasal 141

JENIS

Harta milik GKPS berupa:

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 142

PENGELOLAAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 143

PERTANGGUNGJAWABAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 144

PENGAWASAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XLI

HARTA MILIK DI LINGKUP JEMAAT

Pasal 145

PEROLEHAN

    Sudah jelas.
    Persembahan khusus berupa persembahan bulanan, perpuluhan dan sebagainya.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 146

PENGELOLAAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Mengelola harta milik/keuangan dengan baik sesuai dengan peraturan. Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Penatalayanan Keuangan dan Inventaris yang diterbitkan oleh Pimpinan Sinode GKPS.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 147

PERTANGGUNGJAWABAN

Sudah jelas.

Pasal 148

PENGAWASAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XLII

HARTA MILIK DI LINGKUP RESORT

Pasal 149

PEROLEHAN

    Sudah jelas.
    Persembahan khusus berupa persembahan bulanan, perpuluhan dan sebagainya dari jemaat-jemaat yang tergabung dalam resort.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 150

PENGELOLAAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Mengelola harta milik/keuangan dengan baik sesuai dengan peraturan. Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Penatalayanan Keuangan dan Inventaris yang diterbitkan oleh Pimpinan Sinode GKPS.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas

Pasal 151

PERTANGGUNGJAWABAN

Sudah jelas.

Pasal 152

PENGAWASAN

    Untuk melakukan pengawasan internal, Pengurus Resort dapat membentuk tim pembantu pengawasan yang diangkat oleh dan bertanggungjawab kepada Pengurus Resort.
    Untuk melakukan pengawasan eksternal, Praeses dapat membentuk tim pembantu pengawasan yang diangkat oleh dan bertanggungjawab kepada Praeses.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAB XLIII

HARTA MILIK DI LINGKUP SINODE

Pasal 153

PEROLEHAN

    Sudah jelas.

Persembahan khusus berupa persembahan bulanan, perpuluhan dan sebagiannya dari resort-resort.

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 154

PENGELOLAAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Mengelola harta milik/keuangan dengan baik sesuai dengan peraturan. Peraturan yang dimaksud adalah Peraturan Penatalayanan Keuangan dan Inventaris yang diterbitkan oleh Pimpinan Sinode GKPS.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

Pasal 155

PERTANGGUNGJAWABAN

Sudah jelas.

 

 

Pasal 156

PENGAWASAN

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas
    Sudah jelas.
    Untuk melakukan pengawasan eksternal, Majelis Sinode dapat membentuk tim pengawas yang diangkat oleh dan bertanggungjawab Majelis Sinode.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

BAGIAN L

TATA KERJA

BAB XLIV

TATA KERJA

Pasal 157

TATA KERJA

Sudah jelas.

BAGIAN M

PENETAPAN DAN PERUBAHAN

BAB XLV

PENETAPAN DAN PERUBAHAN

Pasal 158

PENETAPAN DAN PERUBAHAN

Sudah jelas.

BAGIAN N

PENUTUP

BAB XLVI

PENUTUP

Pasal 159

PENUTUP

    Sudah jelas.
    Sudah jelas.
    Sudah jelas.

 

nb: Poin yang sudah Jelas dimaksud sudah ada pada tata gereja tahun 2013.










Sebelum:
TATA GEREJA GKPS Januari 2021 - TATA KERJA SEKSI BAPA GKPS

All Tentang GKPS:

BACAAN ALKITAB SETAHUN:

MENU UTAMA:
Alkitab GKPS - Padan Nabaru (PB)(61)
Alkitab GKPS - Padan Nabasaia (PL) (249)
Ayat-ayat Penting(4)
Bacaan Alkitab Setahun ProSesama 2022(1)
Buku Doding Haleluya(500)
Catatan Penting Tata Ibadah GKPS(29)
Khotbah GKPS 2016(16)
Khotbah GKPS 2017(12)
Khotbah GKPS 2018(12)
Liturgi GKPS(9)
Pembacaan Alkitab Gereja GKPS Tahun 2019(12)
Pembacaan Alkitab GKPS(3)
Renungan GKPS(1)
Tentang GKPS(21)
xxx(1)

Arsip Tentang GKPS..

Register   Login