| lagu-gereja.com/toraja |
|
Di beberapa Gereja (Anglikan, Katolik dan beberapa denominasi Protestan) stola hanya dikenakan kepada para pejabat Gereja (para tertahbis) karena stola adalah simbol kehormatan pejabat Gereja, bukan untuk awam. Bagi Gereja Toraja, memakai stola adalah simbol kesediaan mengangkat pelayanan (menjadi hamba) dalam liturgi hari Minggu atau Hari Raya Gerejawi. Stola Kuning dalam ibadah syukur, dan Stola Ungu di ibadah Pemakaman. Oleh karena itu, stola dapat dipakai bukan hanya oleh Pelayan Firman tetapi oleh semua yang mengambil peranan khusus dalam liturgi. Sebaiknya stola dibedakan dalam dua bentuk yaitu Stola pundak lebar untuk Pelayan Firman dan Lector. Hal ini melambangkan beban pelayanan dengan pemberitaan Firman Tuhan sebagai pusatnya. Pelayan Firman dan Lector dituntut untuk melayani dengan kelapangan hati, penuh kesabaran dan dengan kerendahan hati. Sedangkan Stola dengan pundak sempit dapat dibuat untuk pemandu Liturgi, Pemandu Nyanyian (Procantor dan Cantor), Pemusik, dan semua yang mengambil peranan khusus dalam liturgi, sekalipun mereka bukanlah Majelis Gereja. Pemasangan Stola sebagai simbol penyerahan pelayanan, dipasangkan oleh majelis gereja kepada Pelayan Firman (merepresentasikan kesediaan semua pelayan untuk mengangkat pelayanan) di Konsistori sebelum berprosesi. Gereja Toraja menggunakan 4 warna Stola : 1. Stola Putih Warna Putih selalu dikaitkan dengan kehidupan baru. Putih adalah simbol kebersihan, kemurnian, ketidaksalahan, kesucian, terang yang tak terpadamkan dan kebenaran mutlak. Stola Putih dipakai pada Liturgi Kamis Putih, Hari Kenaikan Tuhan Yesus, Minggu-minggu Trinitas dan Kristus Raja. 2. Stola Kuning Warna Kuning dikaitkan dengan bentuk lebih kuat dari makna kemuliaan dan keabadian. Stola Kuning dipakai untuk Liturgi Hari Kebangkitan (Paskah) sampai minggu sebelum pentakosta, Liturgi Masa Adven dan Natal, dan Liturgi perayaan-perayaan Syukur. 3. Stola Merah Warna Merah merupakan warna api dan darah yang artinya keperwiraan, keberanian, kesetiaan, dan kepahlawanan. Merah dihubungkan dengan penumpahan darah para martir sebagai saksi iman, sebagaimana Tuhan Yesus sendiri yang tertumpah darahNya bagi kehidupan dunia. Stola Merah dipakai untuk hari : Minggu Palma, Jumat Agung, Pentakosta selama empat minggu berturut-turut dalam rangka mengenang karya Roh Kudus dan semangat penginjilan Gereja mula-mula 4. Stola Ungu Ungu merupakan simbol kebijaksanaan, keseimbangan, sikap berhati-hati dan mawas diri. Ungu adalah warna pertobatan. Stola ungu adalah untuk masa prapaskah karena pada masa itu semua warga gereja diundang untuk bertobat, mawas diri, dan mempersiapkan diri bagi perayaan Paskah. Stola ungu dapat juga dipakai dalam konteks kedukaan.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Pedoman SMGT Untuk Kelas Balita Kelas_Kecil (58 Cerita Anak) All Tentang Gereja Toraja: Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |