lagu-gereja.com/toraja

View : 577 kali
Yehezkiel 34:20-31
34:20 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka. Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus; 34:21 oleh karena semua yang lemah kamu desak dengan lambungmu dan bahumu serta kamu tanduk dengan tandukmu, sehingga kamu menghalau mereka ke luar kandang, 34:22 maka Aku akan menolong domba-domba-Ku, supaya mereka jangan lagi menjadi mangsa dan Aku akan menjadi hakim di antara domba dengan domba. 34:23 Aku akan mengangkat satu orang gembala atas mereka, yang akan menggembalakannya, yaitu Daud, hamba-Ku; dia akan menggembalakan mereka, dan menjadi gembalanya. 34:24 Dan Aku, TUHAN, akan menjadi Allah mereka serta hamba-Ku Daud menjadi raja di tengah-tengah mereka. Aku, TUHAN, yang mengatakannya. 34:25 Aku akan mengadakan perjanjian damai dengan mereka dan Aku akan meniadakan binatang buas dari tanah itu, sehingga mereka dapat diam di padang gurun dengan aman tenteram dan dapat tidur di hutan-hutan. 34:26 Aku akan menjadikan mereka dan semua yang di sekitar gunung-Ku menjadi berkat; Aku akan menurunkan hujan pada waktunya; itu adalah hujan yang membawa berkat. 34:27 Pohon-pohon di ladang akan memberi buahnya dan tanah itu akan memberi hasilnya. Mereka akan hidup aman tenteram di tanahnya. Mereka akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku mematahkan kayu kuk mereka dan melepaskan mereka dari tangan orang yang memperbudak mereka. 34:28 Mereka tidak lagi menjadi jarahan bagi bangsa-bangsa dan binatang liar tidak akan menerkam mereka, sehingga mereka akan diam dengan aman tenteram dengan tidak dikejutkan oleh apapun. 34:29 Aku akan mendirikan bagi mereka suatu taman kebahagiaan, sehingga di tanah itu tidak seorangpun akan mati kelaparan dan mereka tidak lagi menanggung noda yang ditimbulkan bangsa-bangsa. 34:30 Dan mereka akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, Allah mereka, menyertai mereka dan mereka, kaum Israel, adalah umat-Ku, demikianlah firman Tuhan ALLAH. 34:31 Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Penjelasan:
* Kesalahan yang disampaikan kepada domba-domba yang gemuk dan kuat, domba jantan dan kambing jantan (ay. 17), mereka yang, meskipun tidak memiliki kuasa untuk menindas, seperti gembala dan penguasa, namun karena kaya dan makmur, menggunakan kesempatan yang mereka miliki untuk menindih sesamanya yang miskin. Mereka yang kaya menginginkan lebih, dan apabila mereka sudah berkehendak, ingin menjadi lebih kaya, maka mereka memakai banyak cara untuk merampas milik sesamanya yang miskin, dan mengambil anak domba betina mereka (2Sam. 12:4). Tidakkah yang kaya menindas yang miskin dengan mengandalkan hartanya, dan menyeret mereka ke pengadilan? (Yak. 2:6). Para hamba dan penggarap yang miskin dipaksa bekerja oleh tuan dan pemilik lahan yang kaya. Domba dan kambing jantan tidak hanya menghabiskan padang rumput yang terbaik bagi diri mereka sendiri, memakan lemak dan minum air yang jernih, namun mereka juga tidak membiarkan domba-domba yang malang menikmati sedikit pun kenikmatan yang tersisa bagi mereka. Mereka menginjak-injak padang rumput yang lain-lain dan mengeruhkan air yang tersisa, sehingga domba-domba harus memakan yang telah mereka injak-injak dan meminum air yang sudah dikeruhkan kaki mereka (ay. 18-19). Ini menyatakan bahwa orang-orang yang berkuasa tidak hanya memeras dan menindas serta menjadikan sesama mereka terus miskin, dan membuat mereka nyaris tidak dapat bertahan, namun juga sangat menyusahkan mereka sehingga apa yang sangat sedikit yang ada pada mereka pun dibuat terasa pahit bagi mereka. Dan ini belum cukup bagi orang-orang kaya itu. Mereka berpikir perbuatan mereka itu tidak ada salahnya, seolah-olah merugikan sesama adalah hak istimewa bagi mereka. Perhatikan, banyak orang yang hidup dalam kemewahan dan kenyamanan biasanya tidak peduli akan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sesama mereka, sehingga mereka tidak memikirkannya. Mereka yang hidup dalam kemudahan, dan yang sombong, selalu merasa marah apabila orang lain hidup dengan nyaman. Namun tidak hanya sampai di sini. Mereka tidak hanya merampok yang miskin, untuk membuat mereka semakin miskin, namun juga menyusahkan domba-domba yang lemah (ay. 21): Mereka mendesak dengan lambungmu dan bahumu (sehingga yang paling lemah terdesak ke dinding) dan menanduk dengan tandukmu, karena mereka tahu mereka sangat tangguh, bukan lawan yang sepadan. Bila diamati, biasanya jika ada seekor domba dalam kawanan yang sakit dan lemah maka domba-domba lainnya akan menjaganya sebisa mungkin, dan melindunginya dari terik matahari. Namun, domba-domba yang gemuk ini berbuat sebaliknya, mereka bertindak paling kejam kepada domba yang sakit. Orang-orang yang tidak mampu berbuat apa-apa ini mereka jauhkan dari negeri, sehingga menghalau mereka keluar kandang, seolah-olah si miskin itu, yang Kristus katakan, selalu ada pada kita, merupakan gangguan saja bagi masyarakat, sehingga tidak perlu dibantu, melainkan diusir saja dari tengah-tengah kita. Perhatikan, menambahkan penderitaan pada yang sakit adalah hal yang biadab. Barangkali domba jantan dan kambing jantan dimaksudkan untuk menggambarkan para ahli taurat dan orang Farisi, karena mereka ini sangat menyusahkan jemaat hingga Kristus sendiri harus datang untuk membebaskan jemaat dari mereka (ay. 23). Mereka menelan rumah janda-janda, mengambil kunci pengetahuan, mencemari air kebenaran ilahi yang murni, dan menekan hati nurani manusia dengan adat-istiadat leluhur. Selain itu, mereka terus-menerus menyusahkan dan melukai kawanan domba yang mengamat-amati Tuhan (Zak. 11:11). Perhatikan, bukanlah hal yang baru bagi domba-domba Allah untuk menderita kerugian dan mengalami perbuatan jahat oleh mereka yang juga merupakan anggota kawanan, dan berkedudukan tinggi di dalamnya (Kis. 20:30).

* TANGGUNG JAWAB GEMBALA
Hampir setiap hari kita mendengar berita tentang para pemimpin yang harus berhadapan dengan hukum karena menyalahgunakan jabatannya, dan akhirnya harus mendekam dalam penjara. Tidak sedikit pula sesama kita yang menjadi buruh atau asisten rumah tangga yang diperlakukan tidak adil dan bahkan mengalami penganiayaan. Belum lagi mereka yang menjadi korban penyelewengan hukum karena mereka hanyalah rakyat biasa dan tidak berya. Para pemimpin, termasuk pemimpin agama yang seyogyanya diharapkan menjadi gembala tetapi justru menambah penderitaan dan sumber konflik.

Tuhan dengan keras menegur para pemimpin Israel yang sudah mengabaikan tanggung jawabnya sebagi gembala. Para pemimpin Israel justru memanfaatkan kawanan domba untuk menggemukkan diri sendiri, mencerai beraikan mereka dan membiarkan mereka dalam ancaman bahaya. Hal inilah yang membuat Tuhan murka dan karena itu Ia akan datang menjadi hakim di tengah umat di antara yang gemuk dan kurus (antara pemimpin dan umat), “beginilah firman Tuhan ALLAH terhadap mereka.

Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan menjadi hakim di antara domba yang gemuk dengan domba yang kurus”(20). Tuhan akan datang mencari umat-Nya dan membawa mereka kembali ke negeri mereka, dan Dia sendiri yang akan menjadi gembalanya. Para pemimpin dituntut oleh Allah untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Melalui nubuat Yehezkiel Tuhan menjajikan bahwa Allah akan mengirim seorang Gembala yang berkenan kepada-Nya yaitu Mesias. Dialah  yang akan memelihara umat-Nya, Dia akan menurunkan “hujan berkat”ke atas tanah yang kering dan menjadikannya taman kebahagiaan (29) maka doma akan hidup tenteram dan damai.amin

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Jumat, 5 Mei 2023 - PUJILAH DIA KARENA KEBAIKANNYA (Puang dipakalabi belanna Kamasokanan-Na)


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 3 Mei 2023 - DIA YANG AKAN MENJADI GEMBALA DOMBANYA (Ia kalena laungkambi` tu dombana) - Yehezkiel 34:11-19


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login