lagu-gereja.com/toraja

View : 457 kali
Ratapan 3:8-18
 3:8 Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya doaku. 3:9 Ia merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak terlalui. 3:10 Laksana beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian. 3:11 Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun. 3:12 Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak panah. 3:13 Ia menyusupkan ke dalam hatiku segala anak panah dari tabung-Nya. 3:14 Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, menjadi lagu ejekan mereka sepanjang hari. 3:15 Ia mengenyangkan aku dengan kepahitan, memberi aku minum ipuh. 3:16 Ia meremukkan gigi-gigiku dengan memberi aku makan kerikil; Ia menekan aku ke dalam debu. 3:17 Engkau menceraikan nyawaku dari kesejahteraan, aku lupa akan kebahagiaan. 3:18 Sangkaku: hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN.

Penjelasan:
* Bahwa Allah menutup telinga bagi doa-doanya (ay. 8): “Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, dengan sungguh-sungguh, supaya didengar, namun tak didengarkan-Nya doaku dan tak dibiarkan-Nya doaku masuk kepada-Nya.” Telinga Allah biasanya terbuka bagi doa-doa umat-Nya, dan pintu rahmat-Nya terbuka bagi orang-orang yang mengetuknya. Tetapi sekarang keduanya tertutup, bahkan bagi orang yang memanggil-manggil dan berteriak. Demikianlah adakalanya Allah tampak murka bahkan terhadap doa-doa umat-Nya (Mzm. 80:5), dan sungguh menyedihkan keadaan orang yang bukan hanya tidak mendapat keuntungan berupa jawaban, melainkan juga penghiburan berupa penerimaan.

* Bahwa tetangga-tetangganya menjadikan kesusahan-kesusahannya sebagai bahan tertawaan (ay. 14): Aku menjadi tertawaan bagi segenap bangsaku, bagi semua orang fasik di antara mereka, yang membuat diri mereka sendiri dan satu sama lain bergembira dengan hukuman-hukuman yang menimpa semua orang, dan khususnya dengan kesedihan-kesedihan Nabi Yeremia. Aku dijadikan sebagai nyanyian mereka, neginath mereka, atau alat musik yang dimainkan dengan tangan, rebana mereka (Ayb. 17:6), yang mereka mainkan, seperti Nero memainkan kecapinya ketika kota Roma terbakar.

* Bahwa ia sudah mau putus asa mengharapkan kelegaan dan kelepasan: “Engkau tidak hanya sudah mengambil damai sejahtera dariku, tetapi juga telah menceraikan nyawaku dari kesejahteraan (ay. 17), sehingga kesejahteraan tidak hanya berada di luar jangkauanku, tetapi juga di luar pandanganku. Aku lupa akan kebahagiaan. Sudah begitu lama aku tidak merasakannya, dan begitu kecil kemungkinan aku akan kembali mendapatkannya, sehingga aku kehilangan gagasan tentangnya. Aku sudah begitu terbiasa dengan kesedihan dan perbudakan sehingga aku tidak tahu lagi apa artinya sukacita dan kebebasan. Aku bahkan telah menganggap semuanya lenyap, habis, hilang lenyaplah kemasyhuranku dan harapanku kepada TUHAN (ay. 18). Aku tidak lagi dapat bersandar pada Allah sebagai penopangku, sebab aku tidak mendapati Dia mendorongku untuk melakukannya. Juga aku tidak dapat melihat Dia tampil bagiku, sehingga mengakhiri masalah-masalahku, sebab keadaannya tampak tak dapat diperbaiki, dan bahkan Allahku tampak bergeming.” Tanpa diragukan lagi kelemahannyalah yang membuat dia mengatakan ini (Mzm. 77:11, KJV), sebab pada Allah ada gunung batu yang kekal, dan Dia adalah harapan yang tak pernah mengecewakan bagi umat-Nya, apa pun yang dipikirkan mereka.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Jumat, 07 Maret 2023 - RESPON IMAN - Lukas 7:1-10


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 05 April 2023 - Warisan Iman - 2 Timotius 1:3-18


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login