lagu-gereja.com/toraja

View : 461 kali
Filipi 2:19-30
Timotius dan Epafroditus
2:19 Tetapi dalam Tuhan Yesus kuharap segera mengirimkan Timotius kepadamu, supaya tenang juga hatiku oleh kabar tentang hal ihwalmu. 2:20 Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; 2:21 sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus. 2:22 Kamu tahu bahwa kesetiaannya telah teruji dan bahwa ia telah menolong aku dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya. 2:23 Dialah yang kuharap untuk kukirimkan dengan segera, sesudah jelas bagiku bagaimana jalannya perkaraku; 2:24 tetapi dalam Tuhan aku percaya, bahwa aku sendiripun akan segera datang. 2:25 Sementara itu kuanggap perlu mengirimkan Epafroditus kepadamu, yaitu saudaraku dan teman sekerja serta teman seperjuanganku, yang kamu utus untuk melayani aku dalam keperluanku. 2:26 Karena ia sangat rindu kepada kamu sekalian dan susah juga hatinya, sebab kamu mendengar bahwa ia sakit. 2:27 Memang benar ia sakit dan nyaris mati, tetapi Allah mengasihani dia, dan bukan hanya dia saja, melainkan aku juga, supaya dukacitaku jangan bertambah-tambah. 2:28 Itulah sebabnya aku lebih cepat mengirimkan dia, supaya bila kamu melihat dia, kamu dapat bersukacita pula dan berkurang dukacitaku. 2:29 Jadi sambutlah dia dalam Tuhan dengan segala sukacita dan hormatilah orang-orang seperti dia. 2:30 Sebab oleh karena pekerjaan Kristus ia nyaris mati dan ia mempertaruhkan jiwanya untuk memenuhi apa yang masih kurang dalam pelayananmu kepadaku.

Penjelasan:
* Kualifikasi pelayan Kristus.
Setelah berbicara tentang hidupnya yang seolah semakin mendekati garis akhir (ayat 17), Paulus mulai memikirkan siapa yang akan meneruskan pekerjaan pelayanannya. Seperti tertulis pada makam John Wesley "Allah menguburkan hamba-Nya dan meneruskan pekerjaan-Nya". Pekerjaan Tuhan akan terus berlanjut selama langit dan bumi belum lenyap.

Paulus tidak mempercayakan tugas tersebut kepada sembarang orang. Dia memiliki kualifikasi tertentu bagi seorang rekan kerja. Melalui dua rekan kerja Paulus, yaitu Timotius dan Epafroditus, kita dapat mempelajari kualifikasi itu. Pertama, sehati dan sepikir (ayat 20). Ini penting, sebab Paulus telah membangun dengan kualitas yang tinggi. Seorang penerus harus memiliki pikiran yang sama, jika tidak demikian pekerjaan yang telah dibangun lambat laun akan hancur karena kontradiksi yang terjadi di dalam.

Kedua,kesungguhan dan ketulusan memperhatikan kepentingan jemaat dan bukan kepentingannya sendiri (ayat 20-21). Di sini sekali lagi penyangkalan diri dan pengorbanan merupakan syarat bagi seorang hamba Tuhan. Ketiga, kesetiaan. Ini berarti konsistensi, ketekunan, tahan uji. Kesetiaan adalah kerelaan untuk tetap tinggal bersama sekalipun segala sesuatu berjalan tidak baik. Timotius tidak meninggalkan Paulus di saat-saat sulit.

Keempat, terlibat dalam pelayanan Injil. Ini bahkan adalah panggilan setiap orang percaya. Kelima, memiliki kerinduan yang lahir dari kasih kepada jemaat (ayat 26). Keenam, berani mempertaruhkan jiwanya (ayat 30) dan ketujuh, melengkapkan apa yang masih kurang dalam pelayanan yang telah dikerjakan. Inilah kualifikasi yang ditulis oleh Paulus bagi penerus pekerjaannya.

Tekadku: Saya mau menjadi pelayan Tuhan. Tolong Tuhan, agar saya selalu melatih diri meneladani Kristus supaya layak menjadi hamba-Mu.

 
* Flp 2:19 - tenang // hatiku juga
Sekalipun sang rasul sudah menyuruh mereka untuk menangani masalah-masalah mereka sendiri (ay. 12), dia tidak akan membiarkan mereka tanpa bimbingan. Tujuan dari pengutusan Timotius adalah agar Paulus dapat tenang (eupsycheo, harfiahnya gagah berani) mendengar berita dari mereka dan demikian pula sebaliknya (tersirat dari kata-kata hatiku juga).

* Flp 2:20 - Tak ada seorang padaku // bersungguh-sungguh
Tak ada seorang padaku. Bukan menyalahkan rekan sekerjanya secara keseluruhan. Tetapi di antara mereka tidak ada yang menyamai Timotius yang bersungguh-sungguh (gnesios, harfiah lahir dalam ikatan pernikahan; jadi, bagaikan saudara sendiri) mempedulikan kesejahteraan mereka. 21. Paulus merasa dirinya agak seperti Elia yang "sendirian."

* Flp 2:22 - Kesetiaan // dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya
Kesetiaan (dokime; "persetujuan yang didapat setelah diuji") Timotius cukup dikenal jemaat sebab mereka telah mengamati dia (Kis. 16) ketika bekerja bersama dengan Paulus dalam pelayanan Injil sama seperti seorang anak menolong bapanya.

* Flp 2:23 - Dialah
Dialah (perhatikan kedudukan touton yang mendapat penekanan), yakni Timotius sendiri, yang oleh Paulus diharapkan (rencana-rencananya masih belum mantap) dapat dikirimkan dengan segera setelah ia memperoleh berita yang jelas (aphoraƵ, "melihat" maksudnya: melihat dari) tentang keputusan pemenjaraan dirinya.

* Flp 2:24 - segera // Dalam Tuhan
Sekalipun demikian, Paulus yakin bahwa segera (tacheos, merupakan istilah yang cukup luwes) dia juga akan datang kepada mereka. Dalam Tuhan. Semua rencana Paulus didasarkan pada hubungannya dengan Kristus.

* Flp 2:25 - Epafroditus // saudaraku // teman sekerja // teman seperjuangan // Kuanggap // mengirimkan,
Epafroditus (mempesona) adalah salah satu tokoh yang paling menarik. Dia telah ditugaskan untuk mengantarkan sumbangan uang (4:18) dan melayani Paulus atas nama jemaat di Filipi. Paulus menyebut dia sebagai saudaraku (menekankan ikatan kasih kekeluargaan kristiani), teman sekerja (istilah yang diambil dari tempat kerja dan menekankan sikap persahabatan setara) dan teman seperjuangan (systratiotes melukiskan orang Kristen yang berjuang bahu-membahu menahan serbuan dari kekafiran. Phillips menerjemahkannya sebagai rekan sepertempuran. Kuanggap. Di dalam cara tulis menulis surat zaman dahulu sudah biasa penulis menganut perspektif pembacanya (bdg. juga aku ... mengirimkan, ay. 28).

* Flp 2:26 - susah // susah juga hatinya. 27 // sangat dekat sekali) // Dukacitaku ... bertambah-tambah
Kerinduan Epafroditus terhadap jemaat di Filipi berubah menjadi kekesalan karena berita tentang penyakit yang dideritanya sudah sampai di sana. Kata kerja susah pada umumnya berasal dari kata ademos, "tidak kerasan." yaitu "merasa tidak kerasan"; karena itu susah juga hatinya. 27. Sang rasul menegaskan betapa seriusnya krisis tersebut. Keadaan Epafroditus sudah bagaikan meninggal dunia (memahami paraplesion, sebagai sangat dekat sekali). Tetapi Allah mengasihani mereka berdua: Epafroditus sembuh, dan tidak ada dukacita yang ditambahkan kepada Paulus yang sedang menghadapi masalah-masalah lainnya. Dukacitaku ... bertambah-tambah artinya "gelombang kesusahan bertubi-tubi."

* Flp 2:28 - Bersukacita pula // lebih cepat
Bersukacita pula. Lightfoot (hlm. 124) menerjemahkannya menjadi memperoleh kembali sukacitamu. Diangkatnya kesesakan mereka akan mengurangi juga kesesakan Paulus. Karena itu dia menyuruh Epafroditus pulang lebih cepat (atau spoudaiateros yang mungkin berarti "dengan keinginan yang lebih benar") daripada yang mungkin dilakukannya.

* Flp 2:29
Beberapa orang penafsir melihat adanya nada prihatin di dalam "surat rekomendasi" Paulus ini. Dengan pulang sebelum waktunya itu apakah tidak akan ada orang di Filipi yang menilai bahwa Epafroditus lari meninggalkan tugasnya? Namun, ayat ini tidak usah dianggap sebagai sebuah imbauan. Moule mengusulkan. "Terimalah dia sebagai hadiah saya bagimu" (hlm. 54).

* Flp 2:30 - Nyaris mati // Mempertaruhkan jiwanya
Dia layak memperoleh hormat sebab dalam melaksanakan tugas-tugasnya dia nyaris menemui ajal. Nyaris mati mencerminkan sikap seperti yang dimiliki oleh Kristus (bdg. frasa yang sama dalam 2:8). Dan hal ini adalah untuk menyelesaikan, pelayanan mereka kepada Paulus. Konteksnya menunjukkan bahwa keadaan kritis yang dialami oleh Epafroditus disebabkan oleh pekerjaan yang terlalu keras dan bukan karena penganiayaan atau berbagai bahaya di tengah perjalanan. Mempertaruhkan jiwanya. Dari kata parabolos, "berani, nekat." Di Aleksandria sedang bertumbuh sebuah perkumpulan yang dikenal dengan nama Parabolani. Salah satu tugas berbahaya dari "pasukan bunuh diri'' ini telah merawat orang yang sakit ketika terjadi wabah.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Selasa, 4 April 2023 - Dikuatkan Dalam Kebangkitan-Nya - Markus 10:32-34


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Minggu, 2 April 2023 - DALAM KRISTUS ADA PENGHIBURAN KASIH (Lan Kristus nanai Pa`pakatana Pa`kaboro`) - Filipi 2:1-11 - Minggu Palmarum


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login