lagu-gereja.com/toraja

View : 541 kali
Lukas 7:1-10
Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum
7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. 7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati. 7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya. 7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong, 7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." 7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku; 7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. 7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya." 7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" 7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.

Penjelasan:
* Yesus Menyembuhkan Hamba Seorang Perwira (7:1-10)

    Ada beberapa perbedaan dalam kisah tentang penyembuhan hamba perwira yang diceritakan di sini dengan yang telah kita baca dalam Matius 8:5 dst. Dalam Matius dikatakan bahwa perwira itu datang menjumpai Kristus. Dalam Lukas dikatakan bahwa awalnya ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya (ay. 3), dan setelah itu ia menyuruh sahabat-sahabatnya (ay. 6). Namun, sudah menjadi kebiasaan bagi kita untuk mengatakan bahwa kita melakukan sesuatu yang sebenarnya dilakukan melalui orang lain -- Quod facimus per alium, id ipsum facere judicamur. Perwira itu mungkin disebut melakukan sesuatu yang dikerjakan para wakilnya, sama halnya seperti seseorang mengambil alih sesuatu melalui jasa pengacaranya. Namun, boleh jadi perwira itu akhirnya datang sendiri, ketika Kristus berkata kepadanya, Jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya (Mat. 8:13).
    Disebutkan di sini bahwa mujizat ini diadakan Tuhan Yesus setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak (ay. 1). Perkataan Kristus diucapkan di depan umum, kepada siapa saja yang mau datang dan mendengarkan perkataan-Nya: Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi (Yoh. 18:20). Nah, untuk memberikan bukti yang tidak dapat disangkal mengenai otoritas-Nya atas perkataan yang diajarkan-Nya, di sini Ia memberikan bukti yang tidak dapat diragukan lagi mengenai kuasa dan dahsyatnya perkataan-Nya yang menyembuhkan. Dia yang memiliki kuasa sedemikian besar dalam kerajaan alam semesta hingga mampu mengusir penyakit, pastilah memiliki kedaulatan yang sangat besar dalam kerajaan anugerah untuk melarang perbuatan yang merugikan darah dan daging, serta mengikat dengan hukuman berat supaya orang mau taat. Mujizat ini diadakan di Kapernaum, di mana sebagian besar perbuatan ajaib Kristus terjadi (Mat. 11:23).

I. Hamba perwira yang sakit itu sangat dihargai tuannya (ay. 2).

    Hamba itu dipuji karena ia tekun, setia, dan sangat memperhatikan tuannya. Ia melakukan semua itu kepada tuannya seperti untuk dirinya sendiri. Hal itulah yang membuatnya dihargai serta dikasihi oleh tuannya. Para hamba harus berusaha agar disayangi majikan mereka. Demikian juga, sang majikan akan dipuji, jika ia memiliki hamba yang baik dan ia menghargai hamba itu. Banyak majikan yang angkuh dan suka memerintah saja. Bagi mereka, sudah untung kalau hamba-hamba mereka tidak diperlakukan dengan keras dan kejam atau dipukuli, sedangkan para hamba itu harus bersikap ramah dan lembut kepada majikan mereka serta memperhatikan kesejahteraan dan kenyamanan mereka.

II. Ketika sang majikan ini mendengar tentang Yesus, ia mengajukan permohonan kepada-Nya (ay. 3). Para majikan harus memberikan perhatian khusus kepada hamba-hamba mereka yang sakit keras dan tidak menelantarkan mereka. Perwira ini memohon agar Kristus datang dan menyembuhkan hambanya. Melalui doa yang tekun, kita sekarang boleh menyerahkan diri kepada Kristus di sorga, dan kita patut melakukannya, bilamana penyakit mendera keluarga kita, sebab Kristus masih tetap Tabib yang Agung.

III. Perwira itu mengutus beberapa orang tua-tua Yahudi kepada Kristus, untuk menyampaikan masalahnya dan meminta-Nya datang. Ia berpikir bahwa cara ini jauh lebih menunjukkan rasa hormat kepada Kristus daripada bila ia datang sendiri, sebab ia adalah orang bukan-Yahudi yang belum disunat, sehingga sebagai seorang nabi, Kristus tentunya tidak mau berbicara dengannya. Untuk alasan itulah ia mengutus orang-orang Yahudi yang diyakininya sebagai orang-orang kesukaan sorga, dan mereka itu bukan sekadar orang Yahudi biasa, melainkan tua-tua Yahudi, tokoh-tokoh yang berwenang, supaya martabat para utusan ini mendatangkan kehormatan bagi Dia yang hendak mereka temui. Balak juga mengirimkan pemuka-pemuka kepada Bileam.

IV. Orang tua-tua Yahudi itu sungguh-sungguh menjadi pengantara bagi si perwira itu: Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya (ay. 4). Mereka mendesak-Nya, dan mengajukan permohonan yang tidak akan berani disampaikan sendiri oleh perwira itu, bahwa ia layak ditolong. Jika ada orang bukan-Yahudi yang dianggap layak menerima anugerah seperti itu, maka perwira ini pasti salah satunya. Perwira itu berkata, "Aku sama sekali tidak layak dikunjungi" (Mat. 8:8). Namun, orang tua-tua Yahudi itu menganggapnya layak menerima kesembuhan bagi hambanya. Demikianlah orang yang rendah hati, menerima pujian. Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu. Secara khusus mereka menekankan bahwa meskipun perwira itu orang bukan-Yahudi, dia sangat mengasihi bangsa Yahudi dan agama mereka (ay. 5). Mereka menyangka bahwa sama seperti terhadap mereka, Kristus perlu menyingkirkan prasangka terhadap perwira itu karena ia bukan orang Yahudi melainkan seorang Romawi, seorang perwira tentara.

V. Yesus Kristus siap menyatakan kebaikan kepada perwira itu. Ia langsung pergi bersama-sama dengan mereka (ay. 6), meskipun ia orang bukan-Yahudi, karena adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar (Rm. 3:29). Perwira itu menganggap dirinya tidak layak dikunjungi oleh Kristus (ay. 7), tetapi Kristus menganggapnya layak dikunjungi oleh-Nya, sebab barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.

VI. Perwira itu semakin membuktikan kerendahan hati dan imannya, ketika ia mendengar bahwa Kristus memberinya kehormatan untuk datang ke rumahnya. Demikianlah anugerah terhadap orang kudus dipercepat melalui kedatangan Kristus kepada mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah, dan perwira itu mengetahui hal ini, ia bukannya mempersiapkan penyambutan di rumahnya, melainkan menyuruh sahabat-sahabatnya menemui Dia dan menyampaikan pesan yang menyatakan:

        . Kerendahan hatinya, "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima kehormatan seperti ini, karena aku bukan orang Yahudi." Ini bukan saja menunjukkan bagaimana ia memandang dirinya rendah meskipun ia sebenarnya sosok yang terpandang, tetapi juga bagaimana ia memandang tinggi kedudukan Kristus, meskipun Ia dipandang hina oleh dunia. Dia tahu bagaimana menghormati seorang nabi dari Allah, walaupun Ia dihina dan ditolak manusia.

        . Imannya, "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tahu bukan begini caranya. Engkau mampu menyembuhkan hambaku tanpa masuk di dalam rumahku, melalui kuasa ilahi-Mu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal. Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh." Sikap perwira ini begitu berbeda dengan sikap Naaman yang ingin supaya sang nabi datang kepadanya, berdiri, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu, dan menyembuhkannya (2Raj. 5:11). Perwira itu menggambarkan imannya dengan membandingkan kedudukannya sendiri, dan ia yakin bahwa Kristus dapat menyuruh pergi penyakit itu dengan mudah, sama seperti ia bisa memberikan perintah kepada prajuritnya, dan bahwa Ia dapat dengan mudah mengutus malaikat untuk menyembuhkan hambanya seperti ia dapat menyuruh prajuritnya pergi melaksanakan suatu tugas (ay. 8). Kristus berkuasa sepenuhnya atas semua makhluk ciptaan termasuk semua tindakan mereka, dan Ia mampu mengubah gejala alam sesuai kehendak-Nya, meluruskan penyimpangannya, serta memulihkan tubuh manusia dari segala sakit-penyakit, karena kepada-Nya telah diberikan segala kuasa.

VII. Yesus Tuhan kita sangat senang melihat iman perwira itu, dan Ia terlebih heran lagi karena dia orang bukan-Yahudi. Setelah perwira itu menghormati Kristus melalui imannya, lihatlah bagaimana Ia juga menghormati iman itu (ay. 9). Sambil berpaling dengan takjub, Ia berkata kepada orang banyak yang mengikuti Dia, "Iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!" Perhatikanlah, Kristus ingin agar orang-orang yang mengikuti-Nya mengamati dan memperhatikan contoh-contoh iman yang luar biasa kadang-kadang terjadi di hadapan mereka. Terutama yang ditemukan di antara orang-orang yang tidak mengikuti Kristus sedekat mereka yang mengaku sebagai pengikut dekat-Nya supaya kita malu melihat kuatnya iman mereka dibandingkan iman kita yang lemah dan goyah.

VIII. Kesembuhan itu terjadi dengan segera dan sempurna (ay. 10). Orang-orang yang disuruh itu tahu mereka telah menyelesaikan tugas, jadi mereka kembali dan mendapati hamba itu telah sehat dan sama sekali tidak menampakkan sisa penyakitnya. Kristus memperhatikan penderitaan hamba-hamba yang malang dan siap membebaskan mereka, sebab Allah tidak memandang bulu. Orang-orang bukan-Yahudi pun tidak dikucilkan-Nya untuk menerima kebaikan anugerah-Nya. Bukan itu saja, kejadian ini merupakan contoh iman yang dapat ditemukan di antara orang-orang bukan-Yahudi yang bahkan jauh lebih besar daripada iman yang bisa ditemukan di antara orang Yahudi sendiri saat Injil diberitakan.

Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening
BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi
Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com
TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.












Selanjutnya:
Renungan Gereja Toraja Rabu, 08 Maret 2023 - KELUARGA BAHAGIA (Kamauparanna Tananan Dapo`) - Mazmur 128:1-6


Sebelum:
Renungan Gereja Toraja Senin, 6 Maret 2023 - Warisan Iman - 2 Timotius 1:3-18


All Renungan Gereja Toraja 2023:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Renungan Gereja Toraja 2023..

Register   Login