| lagu-gereja.com/toraja |
|
Renungan Gereja Toraja 2023 Minggu, 5 Maret 2023 Renungan Gereja Toraja Minggu, 5 Maret 2023 - Warisan Iman - 2 Timotius 1:3-18TULUSKAH IMANMU? Ikutlah menderita. Beritakan Injil dan Jangan Menyimpang 2 Timotius 1:3-18 Ucapan syukur dan nasihat untuk bertekun 1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. 1:4 Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. 1:5 Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. 1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. 1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. 1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah. 1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman 1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. 1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru. 1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. 1:13 Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 1:14 Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. 1:15 Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku; termasuk Figelus dan Hermogenes. 1:16 Tuhan kiranya mengaruniakan rahmat-Nya kepada keluarga Onesiforus yang telah berulang-ulang menyegarkan hatiku. Ia tidak malu menjumpai aku di dalam penjara. 1:17 Ketika di Roma, ia berusaha mencari aku dan sudah juga menemui aku. 1:18 Kiranya Tuhan menunjukkan rahmat-Nya kepadanya pada hari-Nya. Betapa banyaknya pelayanan yang ia lakukan di Efesus engkau lebih mengetahuinya dari padaku. Penjelasan: * TULUSKAH IMANMU? (3-5) Paulus mengucap syukur kepada Allah (ayat 3a) karena melihat iman Timotius yang tulus ikhlas (ayat 5a). Ini membuat Paulus selalu mengingat Timotius (ayat 3b-4a), serta ingin segera berjumpa dengan dia (ayat 4b). Apa yang dimaksud dengan iman yang tulus ikhlas? Yaitu iman yang murni, yang tidak bercampur dengan kekha-watiran, kecurigaan atau ketidakpercayaan kepada Allah. Apa yang istimewa dengan iman yang tulus ikhlas? Iman semacam ini tidak munafik. Artinya bukan hanya untuk diperlihatkan kepada orang lain atau untuk membuat orang lain terkesan. Iman terlihat dalam setiap aspek hidup dan lahir dari kedekatan dengan Allah. "Lho bukankah iman memang harus demikian?", begitu mungkin pertanyaan kita. Memang benar. Namun masalahnya, tidak semua orang yang mengaku diri beriman memiliki iman yang demikian. Iman akan terlihat saat orang mengalami tantangan terhadap iman, ketekunan, atau pelayanannya. Seperti Timotius yang melayani jemaat Efesus. Ia harus menghadapi beraneka ragam orang dengan berbagai tingkat pertumbuhan iman. Ada yang mendukung pelayanan, tetapi ada juga yang menimbulkan kesulitan. Bila orang tidak memiliki iman yang tulus ikhlas, bukan tidak mungkin ia akan mundur dari pelayanan bila merasa diragukan kemampuannya, misalnya. Atau orang yang merasa rajin dalam berbagai aktifitas gereja, lalu pindah ke gereja lain karena tidak dikunjungi pendeta ketika sakit. Atau orang yang ingin terlibat pelayanan karena berharap dihormati orang lain, atau mengharapkan Tuhan membalasnya dengan kenyamanan hidup. Semua itu adalah wujud iman yang tidak tulus ikhlas. Tak heran ada yang mundur dari iman serta meninggalkan Tuhan karena merasa kecewa kepada Dia. Sikap seperti itu tentu saja berbeda dengan Paulus yang melayani dengan hati nurani yang murni (ayat 3a) serta Timotius yang memiliki iman yang tulus ikhlas. Iman yang tulus ikhlas akan mengarahkan seseorang untuk mengasihi dan melayani Allah, bukan diri sendiri. * Ikutlah menderita! (6-10) Panggilan untuk menderita, terutama karena Kristus, bukanlah sesuatu yang populer. Tentu tidak mudah mencari orang yang bersedia menjawab panggilan itu. Terlebih di tengah zaman yang semakin menuntut orang untuk meraih kesuksesan dan di tengah ajaran yang menjadikan kesuksesan sebagai tanda diberkati Tuhan. Namun demikian, seorang pelayan Tuhan harus berani melawan arus zaman dan menjawab panggilan Allah ini. Karena itulah Paulus mendorong Timotius untuk ambil bagian dalam penderitaan karena pemberitaan Injil Kristus. Di dalam masa penganiayaan terhadap orang Kristen pada saat itu, mungkin saja Timotius takut untuk mengabarkan Berita Sukacita tentang Kristus. Ketakutan Timotius didasarkan pada fakta bahwa orang-orang percaya pada masa itu ditangkap dan dianiaya. Meski demikian, Paulus mengajak Timotius untuk ikut menderita bagi Injil (ayat 8). Mengapa? Karena mereka telah menerima kasih karunia Allah melalui berita Injil, yang melaluinya mereka menerima keselamatan kekal (ayat 9-10). Maka tidak perlu ada rasa takut sebab Allah memberikan kepada setiap orang percaya, roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban (ayat 7). Yang perlu Timotius lakukan adalah mengobarkan atau memanfaatkan secara mak-simal segala karunia yang telah diberikan Allah. Bila demikian, maka tidak ada alasan untuk tidak memberitakan Injil. Kita juga harus menyampaikan Berita Terbesar dalam sejarah kepada mereka yang terhilang dan tidak mengenal Allah, supaya mereka beroleh kehidupan kekal. Tentu hal ini tidak mudah kita lakukan di tengah masyarakat tempat kita tinggal. Bukan tidak mungkin kita akan menghadapi tantangan atau perlawanan. Namun Paulus berkata bahwa Allah akan memberikan kekuatan sehingga kita siap menderita bila saatnya tiba. Ingatlah bahwa orang Kristen yang menghindari penderitaan sebagai konsekwensi mengikut Kristus akan menjadi orang Kristen yang dangkal dan tidak matang secara rohani. * Beritakan Injil dan Jangan Menyimpang (15-18) Memberitakan Injil adalah pekerjaan penting yang harus dilakukan setiap orang Kristen. Mengapa? Karena hanya oleh Injil Kristuslah, orang dibenarkan. Begitu pentingnya peran Injil bagi kehidupan Rasul Paulus sehingga ia merasa berhutang. Maka ia memberi diri untuk memberitakan Injil, bahkan rela menderita demi Injil (ayat 11-12a). Bahkan walau Paulus berada di dalam penjara, ia tetap setia mengemban tugasnya. Ia percaya bahwa Allah memakai dia di tengah berbagai situasi yang dia alami. Ia yakin bahwa jika Tuhan telah memercayakan kepadanya tugas sebagai pemberita Injil, maka Allah akan memelihara apa yang telah Dia percayakan itu sampai hari-Nya tiba. Selain itu, Paulus mengingatkan Timotius agar memerhatikan ajaran yang dia beritakan (ayat 13-14). Paulus telah mengajari Timotius kebenaran tentang Allah, juga mengenai cara hidup orang Kristen. Semua itu harus Timotius teruskan kepada orang lain. Bagi Paulus, memerhatikan pesan Injil yang diberitakan tidak kalah penting dengan tindakan memberitakan Injil itu sendiri. Apalagi dengan berkembangnya ajaran yang tidak sehat, yang akhirnya membawa orang menyimpang dari ajaran yang telah Paulus ajarkan. Mereka yang telah menyimpang itu adalah yang tinggal di Asia Kecil, termasuk Figelus dan Hermogenes (ayat 15). Paulus mengingatkan Timotius agar tidak sampai seperti mereka. Sebaliknya Timotius harus meneladani keluarga Onesiforus (ayat 16-18). Berkembangnya kekristenan telah membuka begitu banyak kesempatan kepada jemaat Tuhan untuk terlibat aktif dalam pelayanan. Pekabaran Injil di dalam lingkup terbatas sudah mulai digerakkan di antara mereka yang bukan misionaris. Membawakan renungan firman Tuhan pun telah dilakukan oleh orang-orang yang tidak mengenyam pendidikan teologia. Namun tentu saja semua itu tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Bagaimanapun kita semua perlu belajar bukan hanya mengenai cara kita menyampaikan, tetapi juga mengenai kebenaran pesan yang kita sampaikan. * 2Tim 1:3 - Allah yang kulayani ... seperti yang dilakukan nenek moyangku // Dengan hati nurani yang murni // Aku mengucap syukur kepada Allah Allah yang kulayani ... seperti yang dilakukan nenek moyangku. Setidak-tidaknya Paulus mengenal dua angkatan pendahulunya yang amat setia kepada iman, sesuai dengan penyebutan dua angkatan pendahulu di dalam keluarga Timotius (ay. 5). Ini merupakan dasar untuk membangkitkan semangat bahwa kita bukan mengikuti dongeng; iman ini sudah tahan uji dan telah menghasilkan buah. Dengan hati nurani yang murni. Lihat tafsiran atas I Timotius 5:19; 3:9; 4:2. Kata Yunani yang dipakai merupakan padanan dari kata Latin con-scientia atau pengetahuan yang dimiliki bersama. Yang dimaksudkan ialah kesadaran diri kita akan seluruh hubungan dalam hidup, khususnya hubungan etika. Kita memiliki pengertian tentang benar dan salah; dan manakala kita merupakan kebenaran serta tuntutan dari pengertian-pengertian tersebut atas diri kita, dan kita tidak mau menaatinya. Maka jiwa kita berperang dengan diri sendiri dan dengan Allah sebagaimana dilukiskan dalam Roma 7. Memiliki nurani yang murni tidak berarti bahwa kita tidak pernah berdosa atau tidak melakukan tindakan berdosa. Justru itu berarti bahwa arah dan tujuan pokok dari hidup ialah menaati dan menyenangkan Allah, sehingga semua tindakan berdosa akan terbiasa disadari sebagai dosa dan dipertanggungjawabkan kepada Allah (I Yoh. 1:9). Aku mengucap syukur kepada Allah. Yang membuat Paulus bersyukur adalah iman yang tulen dari Timotius, ibunya dan neneknya. Anak-anak kalimat yang disisipkan memberikan hal-hal lain yang membuat Paulus bersyukur. Frasa terakhir dari ayat 4 berada di antara ide, tentang kenangan Paulus akan air mata Timotius dan kenangannya akan iman yang tulen. Air mata yang dimaksudkan ialah air mata kasih dan kesetiaan kepada Paulus dan kepada Tuhan sehingga merupakan alasan untuk bersukacita dan membuat sang rasul bersyukur secara mendalam kepada Allah atas iman yang sungguh-sungguh yang dinyatakan dengan air mata itu. * Pemberian Allah (1:6, 7). Alur pemikiran di dalam ayat 5 ketika mengacu kepada iman. dan acuan pada roh dalam ayat 7 menunjukkan bahwa karunia dalam ayat 6 ialah Roh Kudus, atau aspek tertentu dari karya-Nya. Ini dapat dijelaskan mengapa Paulus menyebutkan tentang penganugerahan karunia ini melalui penumpangan tangan. Manifestasi tertentu dari Roh Kudus disalurkan melalui penumpangan oleh para rasul (Kis. 8:17). Mengobarkan. Pakailah karunia itu, terlibatlah dalam kegiatan pelayanan yang sesuai. Ketakutan. Roma 8:15 merupakan penafsiran dari pemikiran ini (bdg. Ibr. 2:15; I Ptr. 3:14; dan I Yoh. 4:18). Ketertiban. Kata ini dan kata-kata lain yang terkait dengannya sering dipakai di dalam Surat-surat Penggembalaan (I Tim. 2:9, 15; 3:2; Tit. 2:2; 4-6, 12). * Tantangan Untuk Tabah Dalam Penganiayaan Ketika Dalam Pelayanan (1:8-12). Di dalam naskah Yunani ayat-ayat ini merupakan satu alur pemikiran dan satu kalimat. Empat buah perintah di dalam tantangan ini dan tantangan selanjutnya mengandung pokok utama dari peringatan Paulus kepada Timotius: Janganlah malu (ay. 8); Ikutlah serta (ay. 8): Peganglah teguh (ay. 13); Peliharalah harta (ay. 14). Paparan Injil di dalam ayat 9-12 memberikan landasan bagi nasihat ini. Bersaksi tentang Tuhan kita maksudnya ialah Injil yang dipercayakan-Nya kepada Gereja-Nya. Penderitaan yang harus dialami ketika memberitakan Injil harus ditanggung di dalam kekuatan Allah. 9. Menyelamatkan dan memanggil adalah kegiatan serupa dari Roh Kudus. Dikaruniakan kepada kita. Di sini, seperti biasanya. penyebutan soal predestinasi oleh Paulus dimaksudkan untuk memperkuat dan menghibur. Maksud-maksud kekal Allah tidak akan gagal. 10. Dinyatakan. Sebagaimana telah direncanakan secara abadi oleh-Nya, kasih karunia-Nya (karunia kehidupan) menjadi milik kita dan saat ini tampak dalam karya penyelamatan oleh Kristus. Kata yang sama, yang secara tersirat berarti "dinyatakan sepenuhnya," dipakai di Roma 3:21 dan 16:26. 11. Untuk Injil itulah mengacu kepada Injil yang darinya Paulus dijadikan rasul. 12. Sebab. Karena penugasan Tuhan. Semuanya ini. Pemenjaraan dan pembelengguan. Kita dapat menghadapi setiap keadaan yang tidak adil dan bermusuhan dengan tanpa malu selama kita sadar bahwa di dalam semuanya itu Tuhan tetap memelihara harta kita: yakni, Injil yang dipercayakan oleh-Nya kepada kita. Yakin. Nas ini nyaris sama dengan paparan Paulus mengenai pengalaman Abraham dalam Roma 4:21. * Tantangan Untuk Memegang Teguh Bentuk Perkataan yang Sehat (1:13, 14). Perlunya menuangkan garis besar yang pokok dari doktrin dalam bentuk yang konkrit dan mudah diingat (bdg. Rm. 6:17) diulang kembali oleh Paulus dalam bentuk perintah: Peganglah ... ajaran yang sehat, atau garis besar doktrin. Pengakuan iman merupakan ciri khas Gereja sejak masa paling dini dan tidak lana kemudian dirumuskan menjadi Pengakuan Iman Rasuli. Iman dan kasih kepada Kristus dan Roh-Nya memastikan bahwa kita tetap memelihara iman. 14. Harta yang indah. Kata yang sama dipakai di ayat 12 dan Imamat 6:2, 4 dalam LXX. Roh akan memelihara harta itu. Hubungan erat di antara karya Kristus dengan karya Roh tampak di sini seperti halnya di dalam tulisan Paulus yang lain (Rm. 8:9-11; II Kor. 3:17, 18). * Aneka Ilustrasi Pribadi Mengenai Kesetiaan dan Perlawanan (1:15-18) Di sini dikemukakan berbagai contoh mengenai orang-orang yang mendukung dan orang-orang yang menentang rasul besar ini. Semuanya berguna sebagai peringatan dan pemberi semangat kepada Timotius. Cara yang dipakai Paulus di sini mirip dengan yang dipakainya di I Tim. 1:19, 20.
Syalom.. Ingin mendukukung pelayanan ini?
Silakan Donasi ke Rekening BCA. 0662447925 a.n Murdan Sianturi Donasi Anda digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan website Lagu-Gereja.Com TUHAN YESUS MEMBERKATI ANDA.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Renungan Gereja Toraja Senin, 6 Maret 2023 - Warisan Iman - 2 Timotius 1:3-18 Sebelum: Renungan Gereja Toraja Jumat, 03 Maret 2023 - Jangan Mau Dikalahkan Amarahmu - Kejadian 4:1-16 All Renungan Gereja Toraja 2023: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Renungan Gereja Toraja 2023.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |