| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 26 Juni 2022 - MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING Unna’ta’ Pa’poraian Kale - Galatia 5:13-26Bahan khotbah hari Minggu, 26 Juni 2022 Minggu Ketiga setelah Pentakosta MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING Unna’ta’ Pa’poraian Kale Bacaan Mazmur : Mazmur 16:1-11 Bacaan 1 : 1 Raja-Raja 19:19 -21 Bacaan 2 : Galatia 5:13-26 (Bahan Utama) Bacaan 3 : Lukas 9:51-62 Nas Persembahan : Mazmur 107:8-9 Petunjuk Hidup Baru : Galatia 5:13 Tujuan: 1) Jemaat memahami bahwa di dalam Yesus mereka dimerdekakan dari dosa dan keinginan daging. 2) Jemaat menanggalkan nafsu kedagingannya sebagai bukti nyata kemerdekaannya di dalam Kristus. Pemahaman Teks Mazmur 16:1-11 merupakan pengakuan pemazmur bahwa dirinya berada dalam pemeliharaan Tuhan (ay.2). Karena itu pemazmur menyampaikan doanya kepada Allah yang diyakini sebagai sumber kekuatan dan sumber kebahagiaan dibandingkan dengan allah orang lain yang tidak dapat melakukan apa-apa. Itulah sebanya pemazmur menegaskan bahwa siapa yang mengikuti allah lain akan merasakan kekecewaan (ay.4). Bagi pemazmur Allah yang ia Yakini tidak pernah merancangkan Kesia-siaan bagi dirinya bahkan Allah yang ia percayai tidak akan membiarkan anak-anak-Nya mengalami kebinasaan melainkan membim-bing anak-anak-Nya menikmati sukacita, kebahagiaan, dan nikmat senantiasa (ay.10-11) 1 Raja-Raja 19:19-21 adalah kisah pemanggilan Elisa. Ia dipanggil pada waktu ia sedang sibuk bekerja, bukan pada waktu ia sedang menganggur (juga terjadi pada diri Petrus, Andreas, Yohanes, dan Yakobus dalam Mat 4:18-22). Panggilan ini datang dari Tuhan, bukan inisiatif dari Elia. Elia hanya melaksanakan apa yang Tuhan sudah perintahkan sebelumnya (lihat ayat 16). Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa merupakan tanda bahwa ia harus ‘mengikutinya’, mula-mula sebagai pelayannya dan akhirnya menjadi penggantinya sebagai nabi. Ketika nabi Elia melemparkan jubahnya kepada Elisa yang sedang membajak, Elisa tahu nabi itu sedang memanggilnya untuk suatu tugas khusus. Ia pun melakukan tindakan yang radikal. Ia melepaskan segala sesuatunya: pamit kepada keluarga, menyembelih sepasang lembu, dan memasaknya dengan kayu bajaknya. Ia pun mengikuti Elia dan menjadi pelayannya. Galatia 5:13-26 menjelaskan bahwa orang Kristen dipanggil untuk merdeka, karena sesungguhnya mereka sudah dimerdekakan bukan saja dari dosa tetapi juga kemerdekaan dari peraturan-peraturan agamawi yang secara legalitas dibebankan sebagai syarat untuk menerima keselamatan dari Allah. Kemerdekaan itu tidak seharusnya dipakai menjadi kesempatan untuk hidup dalam dosa atau kesempatan untuk memuaskan keinginan (Yunani: sarx). Buah kemerdekaan dalam Yesus Kristus adalah kasih yang diungkapkan dalam tindakan yang penuh kebaikan untuk kesejahteraan orang lain yang berdampak pada kehidupan saling melayani (ay.14). Setiap orang yang sudah dimerdekakan dalam Kristus telah menyalibkan keinginan daging dan segala nafsu, serta keinginannya (ay.24). Lukas 9:51-62 terdiri dari dua perikop yaitu penolakan orang Samaria terhadap Yesus (ay.51-56), dan hal mengikut Yesus (ay.57-62). Pada perikop yang pertama, orang Samaria menolak Yesus dan para murid-Nya yang sedang berjalan ke Yerusalem. Penolakan ini menimbulkan kemarahan Yakobus dan Yohanes, sehingga mereka berharap bahwa desa itu dapat dibinasakan seperti kota “Sodom dan Gomora”. Untunglah bahwa keduanya tetap tunduk pada Yesus, dan bukan memaksakan kehendak mereka sendiri. Dalam perikop kedua (ay.57-62) diungkapkan 3 (tiga) tipe orang dalam mengikut Yesus. Tipe pertama, adalah orang yang dengan semangat yang tinggi bertekad mengikut Yesus kemana saja Ia pergi. Yesus tidak menolak, tetapi memberi suatu peringatan penting untuk dipertimbangkan dalam mengambil keputusan final, bahwa orang yang mengikut Dia harus siap dengan berbagai resiko dan konsekwensinya sebab Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Sementara itu ada juga tipe kedua yakni dipanggil atas inisiatif Yesus dipanggil untuk mengikuti-Nya, namun yang bersangkutan mengajukan syarat untuk terlebih dahulu menguburkan orang tuanya. Tipe orang ketiga menunjukkan kemauan untuk mengikut Yesus tetapi juga disertai alasan yang bersifat kekeluargaan. Intinya mengikut Yesus dibutuhkan sikap, tekad dan komitmen total. Korelasi: Orang percaya adalah orang yang sudah dimerdekakan untuk merasakan kebaikan-kebaikan Tuhan. Kemerdekaan ini hendaknya dijalani dalam komitmen mengikut Tuhan secara total tanpa pertimbangan-pertimbangan tertentu. Perlu diingat bahwa Allah tidak menginginkan separuh atau sebagian besar hidup kita, tetapi Dia menginginkan seluruh hidup kita dalam mengikuti-Nya. Pokok-pokok pengembangan khotbah Setiap orang, tidak terkecuali orang Kristen, pasti memiliki banyak kebutuhan baik yang sifatnya kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder. Pemenuhan kebutuhan inilah yang membangkitkan motivasi dalam diri setiap orang yang mewujud dalam bentuk kerja keras, disiplin, pantang menyerah, termasuk mencari dan menggunakan berbagai strategi yang dianggap mumpuni untuk mencapai dan memenuhi keinginan tersebut. Pada prinsipnya cara atau strategi yang digunakan tidak menjadi masalah sepanjang dalam batas kewajaran dan tidak melanggar norma-norma, nilai, dan etika yang berlaku baik norma, nilai, dan etika dari segi agama maupun dalam bingkai etika social. Namun dalam kenyataannya, ada (=banyak) orang termasuk yang beragama Kristen yang menggunakan dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi dan memuaskan keinginan-keinginannya. Menghalalkan segala cara untuk mencapai apa yang diinginkannya menjadi salah satu penanda bahwa yang bersangkutan masih dikuasai dosa, karena tidak dapat membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, mana yang benar dan mana yang salah, baik menurut norma, nilai, dan etika dari sudut agama (iman) Kristen maupun etika sosial yang berlaku. Ada orang Kristen yang merasa bangga menyandang “predikat sebagai orang Kristen”, tetapi senyatanya masih hidup dalam kungkungan kuasa dosa sehingga tanpa merasa bersalah melakukan apa saja demi memenuhi keinginan-keinginannya. Pola hidup dan tindakannya tidak berpadanan dengan Injil Kristus sehingga ia tidak dapat dibedakan dengan orang-orang lain yang belum percaya kepada Yesus. Paulus dalam surat Galatia 5:13-26 menegaskan bahwa orang Kristen adalah orang-orang yang sudah dimerdekakan di dalam karya Yesus Kristus. Orang kristen bukan hanya dimerdekakan (dibebaskan) dari dosa, tetapi juga dari pandangan yang salah terhadap peraturan keagamaan, yakni yang memahaminya sebagai salah satu jaminan untuk memperoleh keselamatan. Kemerdekaan itu tidak seharusnya dipakai sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa atau kesempatan untuk memuaskan keinginan (bhs Yunani: sarx). Buah kemerdekaan dalam Yesus Kristus adalah kasih yang diungkapkan dalam tindakan yang penuh kebaikan untuk kesejahteraan orang lain dan berdampak pada kehidupan saling melayani. Bagi Paulus, setiap orang yang sudah dimerdekakan dalam Kristus harus hidup dalam Roh dan tidak mengikuti keinginan daging, karena keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging. Paulus mengidentifikasi secara konkrit hal yang menjadi keinginan daging (ay.19-21), dan apa saja yang keinginan Roh (ay.22-23). Untuk bisa hidup dipimpin oleh Roh, maka bagi Paulus hanya bisa terjadi jika setiap orang Kristen menyalibkan keinginan daging dan segala nafsu dan keinginannya (ay.24). Tidak berarti bahwa orang Kristen tidak boleh memiliki motivasi dan keinginan-keinginan lain, atau tidak boleh bekerja keras dan menggunakan strategi-strategi tertentu untuk mencapai harapannya. Tetapi bagi orang Kristen, semua motivasi, keinginan atau cara yang digunakan untuk mencapai apa yang dicita-citakan haruslah dalam bingkai “keinginan Roh” untuk dapat memilah mana yang sesuai dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. -------------------------- Galatia 5:13-26 13Belanna kamu te, e sangsiulurangku, mangkamokomi ditambai la dipopentorro to makaka, apa iatu katorro-tomakakan iato da mipannii pa'posanganna pa'poraian kale, sangadinna pantan sikaritutuangkomi tete dio pa'kaboro'. 14Belanna iatu mintu' Sukaran aluk dipongo'mo lan sangbuku kada, tu nakua: La mukamasei tu padammu to lino, susi batang kalemu. 15Apa iake sikeke' lenkomi ba'tu siampello' lenkomi, pengkilalai da napada kamu simangsanan. 16Apa inde sia tu kadangku: La Narendenkomi Penaa lan torro ke'de'mi, manassa tae' mitarru'i tu pa'poraian pa'kalean. 17Belanna iatu pa'poraian pa'kalean sisala Penaa, sia iatu pa'poraian Penaa sisala pa'poraian pa'kalean, apa siuali sola duai, dikua da mipogau'i tu apa mikamorainna. 18Apa iake Narendenkomi Penaa, manassa tae' naongannikomi Sukaran aluk. 19Iatu mintu' penggauran kamoraian pa'kalean payan bang, iamotu: gau' sala, kamaruttakan, passulo bongi, 20kamenomban lako deata, pa'pangissanan, kasisallangan, kasigagan, kapangimburuan, kamare'dekan, tuo misa, kasisalan, mangulang leko', 21kamagallian, kamalangoan, ma'dadu tambuk sia susinnato. Iatu mintu'nato kupokada dolomo lako kalemi, susitu mangka kupokadangkomi pirambongi', kumua iatu to umpogau'i tu mintu'na apa susito, tae' nala umpomana' ParentaNa Puang Matua. 22Apa iatu mai buanNa Penaa, iamotu pa'kaboro', kaparannuan, kamarampasan, pesuka' kalando, kamasokanan, kameloan, kamarurusan, 23sorong inaa, untaloi kale. Tae' ia sukaran aluk umpasalai tu susinna to. 24Apa iatu mintu' taunNa Kristus Yesu mangkamo naa'ta' tu pa'kalean sola kamoraianna sia kamailuanna. 25Iake tuo bannang dioki' Penaa, melo ke tasorong dukai tu kaleta Narenden Penaa. 26Da anta tuntun kamapangkaran tang kebattuan, anna pada kitamo sipakarede-rede, sia sikabillan. 5:13 Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih. 5:14 Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!" 5:15 Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan. Hidup menurut daging atau Roh 5:16 Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. 5:17 Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki. 5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat. 5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, 5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, 5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. 5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, 5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. 5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. 5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh, 5:26 dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki. Penjelasan: * Gal 5:13 - kemerdekaan // seorang akan yang lain oleh kasih Jika kemerdekaan melekat dalam panggilan Kristen untuk keselamatan, maka kemerdekaan jangan diubah menjadi kebebasan untuk berbuat dosa. Inilah yang terjadi jika kemerdekaan dianggap sebagai kesempatan bagi daging untuk memuaskan keinginannya. Satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan cara melayani seorang akan yang lain oleh kasih. Pemikiran itu dapat dikatakan dengan cara lain sebagai berikut: Kamu mengaku sangat bersemangat untuk menaati hukum Taurat, yang sudah kukatakan merupakan perhambaan. Tetapi jika kamu memang benar-benar mencari perhambaan, ada jenis perhambaan yang tidak berbahaya, bahkan menguntungkan. Aku menganjurkan kamu melakukannya. Hendaklah kamu saling memperhambakan diri untuk menunjukkan kasih (bdg. Rm. 13:8). * Gal 5:14 Inilah yang dituntut Perjanjian Lama (Im. 19:18), dan Perjanjian Baru tidak mengenal hal yang lebih tinggi lagi. * Gal 5:15 Terdapat kebutuhan yang sangat mendesak untuk mempraktikkan kasih di kalangan jemaat di Galatia, sebab Paulus menunjukkan bahwa di antara mereka terdapat persengketaan dan persaingan pahit. Pertentangan tajam mungkin terjadi di antara orang-orang yang terpengaruh oleh propaganda para penganut legalisme dengan orang-orang yang tidak terpengaruh. Paulus mendukung kelompok kedua, tetapi dia sadar bahwa tanpa kasih mereka tidak akan mampu memenangkan pihak yang lain. Argumentasi tanpa kasih mengakibatkan perpecahan yang berkesinambungan. * Injil Dipraktikkan Dalam Roh (5:16-26). Sekalipun tidak dipakai di dalam bagian ini, merdeka (5:1, 13) belum hilang dari pandangan. "Kasih merupakan penjaga dari kemerdekaan Kristen. Roh Kudus adalah penuntunnya" (G. G. Findlay, The Epistle to the Galatians dalam The Expositor's Bible, hlm. 347). Bagian yang membahas perbedaan antara Roh dengan daging ini, sudah agak diantisipasi melalui pernyataan dalam 3:3. Hidup di dalam Roh saat ini dipandang sebagai penawar yang mujarab bagi tindakan-tindakan daging, prinsip dosa yang tetap ada di dalam diri orang-orang kudus. Jadi terdapat suatu pergumulan yang perlu dan sah, berbeda dengan yang disinggung dalam 5:15. * Gal 5:16-17 - Hiduplah oleh Roh // kamu tidak akan menuruti. Daging Hiduplah oleh Roh. Hanya dengan cara inilah orang-orang percaya dapat mengatasi berbagai keterbatasan daging dan mencegah pemenuhan keinginan-keinginannya. Janjinya tegas - kamu tidak akan menuruti. Daging dan Roh adalah berlawanan, dan senantiasa perang. Jika seorang Kristen dikuasai oleh yang satu, dia tidak mungkin dikendalikan oleh yang lainnya. Pernyataan, keduanya bertentangan, agak bersifat sisipan, dan kesimpulan dari ayat ini tergantung langsung pada pernyataan kedua dalam ayat sebelumnya. Di balik perlawanan Roh terhadap daging ada maksud ilahi agar orang-orang percaya dicegah dari melakukan hal-hal yang (kalau tidak demikian) akan mereka lakukan. * Gal 5:18 - hukum Taurat Untuk mencapai kemenangan atas daging, orang harus membiarkan dirinya dipimpin oleh Roh. Hukum Taurat menuntun manusia kepada Kristus (3:24). Sesudah itu Roh mengambil alih kendali dan memimpin anak Allah itu ke dalam kepenuhan hidup di dalam Tuhan. Kepenuhan ini pasti akan dicapai kecuali jika Roh dibatasi oleh dosa dalam diri orang percaya (Ef. 4:30). Sesuai dengan pernyataan pertama dari bagian ini, sang rasul bukannya mengatakan bahwa dipimpin oleh Roh berarti dilepaskan dari daging, justru sang rasul menarik suatu kesimpulan yang tidak terduga. Dipimpin oleh Roh menunjukkan kemerdekaan dari hukum Taurat. Keterikatan kepada hukum Taurat berarti menambah jumlah pelanggaran (bdg. Gal. 3:19) dan bukan menguranginya. Jelas ada ikatan yang kuat di antara hukum Taurat dengan daging (bdg. Rm. 8:3). * Gal 5:19-21 - Perbuatan daging // perbuatan - // Perzinahan // percabulan Perbuatan daging dapat diduga berkembang dengan bebas di dalam lingkungan legalisme. Sekilas ironi dapat dijumpai di sini di dalam kaitan dengan perbuatan - Lihatlah apa yang dihasilkan oleh daging!" Mula-mula muncul dosa-dosa sensual. Perzinahan merupakan hubungan seksual dengan orang yang sudah menikah, percabulan dengan orang yang belum menikah. Kecemaran meliputi segala jenis penyimpangan seksual. Hawa nafsu menunjuk kepada segala bentuk dosa dari gaya hidup semacam ini. Selanjutnya dikemukakan dosa-dosa yang sifatnya religius. Penyembahan berhala ialah menyembah kepada berhala. Kata Yunani yang diterjemahkan menjadi sihir sama dengan kata Inggris "pharmacy" dan pada dasarnya menunjuk kepada pembagian obat bius dan mantera-mantera sihir. Tetapi kemudian yang dimaksudkan adalah keseluruhan jasa seorang tukang sihir (bdg. Why. 9:21; 18:23). Kelompok ketiga lainnya mencakup dosa-dosa yang bersumber pada temperamen. Kelompok ini membentang dari perseteruan yang merupakan sesuatu yang tersembunyi, hingga perselisihan, yang merupakan sesuatu yang operatif (di dalam hal ini menunjuk kepada perbedaan pendapat karena mementingkan diri sendiri), dan percideraan serta roh pemecah atau semangat berkelompok yang salah (iri hati dapat dikaitkan dengan pokok sebelumnya sebagai membantu terjadinya perpecahan atau sangat mungkin juga berkaitan dengan pokok yang berikutnya) sampai pembunuhan, puncak dari berbagai antagonisme yang secara salah dihargai. Di dalam kelompok keempat dapat disebutkan kemabukan dan pesta pora. Daftar ini bisa diperpanjang - dan sebagainya. Orang-orang yang melakukan hal-hal ini tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah (bdg. I Kor. 6:9, 10). Orang percaya mungkin saja terjerumus di dalam perbuatan-perbuatan salah tersebut jika ia berjalan menurut pimpinan daging. Karena itu daftar ini tercantum pada bagian ini dalam surat yang ini, yaitu ketika yang dibahas adalah kehidupan Kristen. * Gal 5:22-23 - buah // Roh // buah, // Kasih // Sukacita // Damai sejahtera Di sini segala sesuatu merupakan kontras dari yang sebelumnya: buah. dan bukan perbuatan; Roh dan bukan daging; serta sebuah daftar kebajikan yang semuanya menarik dan layak diinginkan sebagai ganti dari daftar mengerikan di atas. Kata buah, bentuk tunggal, sebagaimana pada umumnya di dalam surat-surat Paulus, cenderung untuk menekankan kesatuan dan kepaduan dari hidup di dalam Roh yang bertentangan dengan kekacauan dan ketidakmantapan dari hidup di bawah pimpinan daging. Juga mungkin bahwa bentuk tunggal ini dipakai untuk menunjuk kepada oknum Kristus di dalam siapa semua hal ini tampak secara sempurna. Roh berusaha menghasilkan semua ini dengan melahirkan Kristus di dalam diri orang percaya (bdg. 4:19). Nas-nas seperti Rm. 13:14 menunjukkan bahwa persoalan-persoalan moral yang dialami oleh orang-orang yang tertebus dapat diselesaikan dengan kecukupan Kristus jika orang itu hidup dengan iman. Mengingat pemilihan bentuk tunggal untuk buah oleh Paulus, tidak perlu untuk mengambil jalan yang bijaksana yakni dengan menempatkan sebuah garis di belakang kasih untuk menjadikan semua pokok lain bergantung pada kasih. Kasih itu penting (I Yoh. 4:8; I Kor. 13:13; Gal. 5:6). Sukacita dianugerahkan oleh Kristus kepada para pengikut-Nya (Yoh. 15:11) dan disampaikan dengan perantaraan Roh Kudus (I Tes. 1:6; Rm. 4:17). Damai sejahtera adalah pemberian Kristus (Yoh. 14:27) dan mencakup ketenangan batin (Flp. 4:6) serta hubungan harmonis dengan orang lain (kontras dengan Gal. 5:15, 20). Kesabaran berkaitan dengan sikap seseorang terhadap orang lain dan mencakup ketidaksediaan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Harfiahnya adalah panjang sabar. Kemurahan. Ini adalah tindakan yang penuh kebaikan, khususnya kebajikan sosial. Kebaikan adalah ketulusan jiwa yang membenci kejahatan, motif dan perilaku yang baik. Kesetiaan. Bandingkan dengan Tit. 2:10. Kelemahlembutan didasarkan pada kerendahan hati dan menunjukkan sikap terhadap orang lain sesuai dengan penyangkalan diri. Penguasaan diri atau mengendalikan diri dengan dipimpin Roh. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. "Hukum ada untuk maksud mencegah, tetapi di dalam karya Roh tidak ada yang perlu dicegah" (J. B. Lightfoot, Galatian's, hlm. 213). Kebenaran yang sama dinyatakan di tempat lain juga, misalnya, di Roma 8:4. * Gal 5:24-26 - menyalibkan daging // segala nafsu dan keinginannya Orang-orang yang benar-benar milik Kristus harus menjadi seperti Dia di dalam arti ikut ambil bagian di dalam salib-Nya. Mereka sudah menyalibkan daging. Dalam teori, hal ini menunjuk kepada penyatuan mereka dengan Kristus di dalam kematian-Nya (2:20). Dalam praktik. hal ini menekankan perlunya menerapkan prinsip salib dalam kehidupan orang yang sudah ditebus, sebab daging, dengan segala nafsu dan keinginannya masih merupakan suatu kenyataan yang senantiasa ada (bdg. 5:16, 17). Ada ketegangan yang sama antara persediaan Allah dengan pemberian manusia dalam hubungannya dengan Roh. Kita hidup oleh Roh karena Allah yang mengaturnya, melalui sarana karunia Roh ketika bertobat. Tetapi kita dipimpin oleh Roh adalah soal pilihan pribadi, dengan setiap langkah diambil dalam ketergantungan kepada-Nya. Jika orang dipimpin demikian, dia tidak akan gila hormat - menonjolkan diri dan kecewa bila gagal. "Gila hormat menimbulkan persaingan, yang ditanggapi baik oleh orang yang bersifat lebih kuat, sedangkan yang lebih lemah terdorong untuk iri hati" (Hogg dan Vine, Galatians, hlm. 305).
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 27 Juni- 2 Juli 2022 - MENYALIBKAN KEINGINAN DAGING Unna’ta’ Pa’poraian Kale - Lukas 9:51-62 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 20-25 Juni 2022 - BERITAKANLAH PERBUATAN TUHAN Pa’peissananni Tu Penggauran-Na Puang - Galatia 3:1-14 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |