| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 11 September 2022Minggu, 11 September 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 11 September 2022 - TUHAN MENGINGAT JANJI-NYA / Na Kilalai Puang tu Pangallu`-Na - Keluaran 32:7-14TUHAN MENGINGAT JANJI-NYA Na Kilalai Puang tu Pangallu’-Na Bacaan Mazmur : Mazmur 51:1-10 Bacaan 1 : Keluaran 32:7-14 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 1 Timotius 1:12-17 Bacaan 3 : Lukas 15:1-7 Nas Persembahan : Yunus 2:9 Petunjuk Hidup Baru : Keluaran 32:13-14 Tujuan: Jemaat Memahami bahwa Tuhan mengingat janji-Nya Jemaat Senantiasa Berhapar pada janji-Nya Pemahaman Teks Mazmur 51:1-10 berisi respon Daud setelah ditegur nabi Natan. Daud memohon belas kasihan dan pengampunan atas dosanya yang telah mengorbankan Uria agar bisa menghampiri Betsyeba. Daud tidak mencari-cari alasan untuk membenarkan perbuatannya. Tetapi secara jujur ia mengaku di hadapan Tuhan bahwa ia benar-benar telah melakukan pelanggaran, kesalahan dan dosa. Dia sepenuhnya mengakui, bahwa perbuatannya itu adalah perbuatan menentang Allah (ay.6). Sebab itu, hanya kepada Allah saja ia datang memohon pembersihan dan pemulihan dari dosanya. Daud berharap dapat mendengar kegirangan dan sukacita, bahkan dapat kembali bersorak-sorai! Keluaran 32:7-14 berisi pemberitahuan Allah kepada Musa tentang apa yang terjadi di perkemahan Israel ketika ia tidak ada di sana. Allah menyebut mereka sebagai yang telah rusak lakunya (ay.7). Mereka telah menyimpang dari jalan yang diperintahkan Tuhan dengan membuat patung anak lembu tuangan untuk disembah sebagai allah. Untuk yang kesekian kali kita melihat pembangkangan umat kepada Tuhan yang telah menuntun mereka keluar dari tanah Mesir. Akibatnya, Allah murka dan merencanakan untuk memusnahkan umat-Nya itu. Tapi Allah ingat akan janjinya kepada Abraham, Ishak dan Israel, sehingga Ia pun mengampuni mereka. 1 Timotius 1:12-17 menjelaskan bahwa Yesus Kristus itu Allah yang setia. Ia rela mati untuk menyelamatkan kita yang berdosa. Dia bangkit dari kematian untuk memperlengkapi dan memampukan kita melakukan pekerjaan pelayanan. Hal tersebut nyata dalam perjalanan hidup Paulus. Paulus sadar bahwa kemampuannya tidak bersumber dari dirinya sendiri, melainkan bersumber dari kuasa Allah yang bekerja dalam dirinya. Ayat 13 mengungkapkan kehidupan Paulus di masa lampau, yakni selaku Saulus sang penghujat dan penganiaya yang ganas (bnd.Kis.8:1-3). Tapi di kemudian hari dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya itu merupakan kesalahan besar, “karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman”. Ayat 14-16 mengungkapkan kehidupan Paulus yang beroleh anugerah kesabaran dan kasih Allah. Lukas 15:1-7 memberi pengertian tentang makna di balik kehilangan dan merupakan pembelaan Yesus tentang pelayanan-Nya. Melalui perikop ini, Yesus menyampaikan maksud mengapa Ia berteman bahkan mau makan bersama-sama dengan orang yang dinilai sebagai orang yang berdosa pada saat itu. Pesan yang terkandung, ialah bahwa ada pencarian yang sungguh-sungguh bagi mereka yang hilang dan ada sukacita yang besar ketika yang hilang ditemukan kembali (ay. 10). Yesus adalah Allah yang penuh kasih dan pengertian (bnd. Mzm. 103:8-13). Dia mengetahui persis keadaan mereka yang hilang, yakni sebagai domba-domba sesat yang membutuhkan seorang gembala setia untuk membawa mereka pulang. Dia tahu bagaimana sukacitanya orang yang menemukan kembali apa yang hilang darinya. Ia berkata demikian, bahwa juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat. Korelasi dari keseluruhan bacaan bercerita bagaimana sikap Allah atas dosa umat-Nya. Ia berduka dan murka, bahkan merancangkan hukuman bagi mereka. Tapi Ia ingat akan janji-Nya kasih setia-Nya yang besar terhadap umat pilihan-Nya. Pokok-pokok pengembangan khotbah Jemaat Memahami bahwa Tuhan mengingat janji-Nya Setelah ditebus dari Mesir, Israel menyakiti hati Tuhan di padang gurun Sinai, dengan membuat anak lembu tuangan sebagai allah yang telah menuntun mereka keluar dari Mesir. Padahal sebelumnya, Harun, Nadab, Abihu dan tujuh puluh orang dari para tua-tua Israel telah melihat Allah Israel, bahkan makan minum di hadapan-Nya (Kel.24:9-11). Pula di padang gurun itu umat telah berjanji "Segala yang difirmankan TUHAN akan kami lakukan." (Kel.19:18; 24:3,7). Entah apa yang mendesak mereka, sehingga mereka ingin meninggalkan Musa dan membuat ilah untuk menyertai mereka dalam perjalanan selanjutnya, padahal mereka masih di sekitar gunung Sinai tempat Allah telah menyatakan diri-Nya. Tuhan menilai buruk tingkah laku mereka. Batas yang di dalamnya ada berkat sudah mereka rusak. Jalan menuju berkat sudah mereka tinggalkan. Relasi dengan Tuhan sebagai Penuntun sudah mereka tolak. “Tegar Tengkuk”, itulah predikat yang diberikan Tuhan kepada mereka. Lalu, untuk pertama kalinya dalam Alkitab, Tuhan diceritakan memurkai Israel. Sama seperti bumi rusak sehingga manusia dibinasakan dalam air bah kecuali keluarga Nuh (Kej.6:11), Tuhan bermaksud untuk membinasakan Israel dan melanjutkan rencana keselamatan melalui Musa. Tetapi Tuhan “menyesal” (ay.14). Maksudnya bahwa Tuhan memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana-Nya untuk membinasakan mereka. Kata aslinya belum tentu berarti bahwa Tuhan menganggap rencana itu keliru (seperti kata “menyesal” dalam kamus bahasa Indonesia). Yang terjadi adalah Tuhan tetap pada janji-Nya kepada Abraham, Ishak dan Israel, bahwa mereka akan masuk ke negeri yang dijanjikan itu. Keempat bacaan kita mencatat bahwa Tuhan mengingat janji-Nya Musa dan Daud, janji Allah kepada Abraham tidak hanya dikonfirmasi oleh kelahiran Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, tapi janji itu diulang lagi secara khusus. Bahkan meskipun kegagalan & kesalahan nenek moyang bangsa Israel terulang, Allah menegaskan kembali janji-Nya kepada setiap generasi. Walaupun Israel terang-terangan telah berdosa, Allah tidak mengecewakan Israel atau memusnahkannya, tetapi Ia mengampuni dia dan membawanya kembali ke tanah perjanjian. Ratusan tahun kemudian, Raja Daud mengaminkan janji Tuhan dalam hidupnya dengan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuatnya. Paulus, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, mengalami hal yang menarik dari Allah. Mereka mengalami anugerah Tuhan. Pada umumnya, para pembesar memberikan anugerah kepada orang yang tidak berdaya tetapi masih ada sedikit “kelayakannya”, entah terkait potensi, penyesalan atau usaha sendiri. Namun Allah memberikan anugerah iman dan kasih kepada para musuh yang bukan hanya tidak layak sama sekali, melainkan selayaknya dihukum dan dibinasakan. Akan ada pencarian yang sungguh-sungguh bagi mereka yang hilang dan ada sukacita yang besar ketika yang hilang ditemukan kembali. Paulus, para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, menjadi contoh akan janji Tuhan bagi semua orang berdosa. Jemaat Senantiasa Berpegang pada janji Tuhan Orang percaya akan berkata, Tuhan Allah pasti akan menepati janji-Nya. Tuhan tidak pernah ingkar jadi. Tetapi, bagaimanakah seharusnya sikap kita dalam menantikan janji Tuhan itu? Apakah orang percaya akan dengan sabar dan tekun menantikannya? Kenyataannya, tidak sedikit orang percaya yang meragukan kesanggupan Tuhan menggenapi janji-Nya. Bila ia merasa sudah menanti begitu lama dan belum ada tanda-tanda jawaban dari Tuhan, ia seringkali menyerah dan kecewa. Tidak sedikit yang kemudian mulai mengandalkan kekuatan sendiri dengan segala daya upaya agar dapat mencapai apa yang ia harapkan. Melalui keseluruhan bacaan ini, kita diingatkan bahwa janji Tuhan pasti digenapi. Selama apapun itu, Tuhan pasti menggenapinya. Chrysistomos, bapa gereja abad ke 4 berkata, ‘yang membinasakan kita bukanlah dosa, melainkan putus asa’. Selanjutnya, oleh Teolog pengharapan Jurgen Moltmann dalam bukunya, menulis bahwa, ‘pengharapan membuat orang menemukan kendala baru, peluang baru dan ini membuat dia hidup kembali. Namun di lain pihak, pengharapan itu membuatnya resah, sebab ia tidak bisa lagi menerima keadaan yang lain dari yang dia harapkan. Pengharapan mengandung resiko yang menimbulkan kekecewaan dan kejutan’. Berpengharapan: sikap positif, namun pengharapan harus dibayar dengan harga yang mahal, yaitu gigih mempertahankan pengharapan, serta derita menunggu pengharapan itu. Apakah Anda sedang dalam menanti penggenapan janji Tuhan di dalam hidup Anda? Bila sampai hari ini Tuhan belum juga memberi jawaban, buang jauh-jauh segala keraguan dan kekecewaan dari dalam hati Anda. Sabar menantikan penggenapan janji Allah bukan hanya sekedar menunggu sesuatu terjadi dalam hidup kita, melainkan tetap bersyukur dan bersukacita selama masa penantian itu. Berhentilah untuk melihat suatu keadaan dengan kacamata manusia. Belajarlah untuk melihat dari perspektif Allah. Mengapa kita begitu terburu-buru, padahal kita mengerti bahwa Tuhan tahu waktu yang terbaik? Dia tidak pernah terlambat dan juga tidak pernah tergesa-gesa.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 12-17 September 2022 - TUHAN MENGINGAT JANJI-NYA / Na Kilalai Puang tu Pangallu`-Na - Lukas 15:1-7 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 5-10 September 2022 - BERGUNA BAGI TUHAN / Mendadi Rongko`` tete dio Puang - Lukas 14:25-35 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |