lagu-gereja.com/toraja

View : 1146 kali
Bahan khotbah hari Minggu     Tanggal 18 September  2022

BERHARAP KEPADA TUHAN
Ma’ranuan Lako Puang

Bacaan Mazmur     : Mazmur 79:1-13
Bacaan 1    : Yeremia 8:18-22 (Bahan Utama)
Bacaan 2    : 1 Timotius 2:1-7
Bacaan 3    : Lukas 16:1-9
Nas Persembahan    : 1 Tawarikh 29:17
Petunjuk Hidup Baru    : Mazmur 79:13

Tujuan:
Jemaat memahami arti hidup yang berharap kepada Tuhan
Jemaat menjalani hidupnya dengan hanya berharap kepada Tuhan

Pemahaman Teks
Mazmur 79:1-13 memperlihatkan malapetaka besar yang menimpa umat, dengan masuknya bangsa-bangsa lain ke tanah milik pusaka dan menajiskan bait kudus Tuhan, serta membuat Yerusalem menjadi timbunan puing. Umat menjadi cela bagi tetangga-tetangganya, menjadi olok-olok dan cemooh bagi orang-orang sekelilingnya. Semua terjadi agar umat bertobat dan hanya berharap pada Tuhan
Yeremia 8:18-22 menjelaskan betapa umat telah mendukakan Tuhan, sehingga  mereka harus diratapi. Mereka telah menjadikan Tuhan hanya sebagai salah satu dari berhala-berhala yang mereka sembah. Mereka memang tidak meninggalkan Tuhan, tetapi Tuhan dipandang hanyalah sebagai salah satu dari berbagai ilah lain yang mereka sembah. Inilah yang menjadi gugatan Tuhan terhadap mereka. Tuhan tidak ingin disetarakan dengan ilah manapun, karena hanya Dialah satu-satunya Tuhan yang dapat disembah. Hanya kepada-Nya umat dapat berharap.    
     1 Timotius 2:1-7 berisi ajakan Paulus pada Timotius untuk menaikkan permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang, untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan. Ia juga mengingatkan bahwa Tuhan menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran. Hanya pada-Nya bangsa-bangsa berharap, karena Ia esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus.
Lukas 16:1-9 berbicara tentang seorang bendahara yang ketahuan korupsi dan terancam pemecatan. Karena itu dia mengantisipasi kondisi buruk yang akan dia alami setelah menjadi pengangguran, dengan mengambil hati orang-orang yang berutang kepada tuannya. Harapannya adalah dia dipedulikan oleh orang-orang yang telah ditolongnya. Bendahara itu telah mengikat persahabatan dengan Mamon. Padahal satu-satunya yang perlu ialah ia mengikat persahabatan dengan Tuhan. Karena hanya Tuhan yang dapat menolongnya.
Korelasi dari keseluruhan bacaan berisikan pesan, bahwa akan ada malapetaka besar menimpa umat jika umat tetap mendukakan Tuhan dengan tidak berharap hanya pada-Nya. Ada sukacita sorgawi bagi mereka yang tetap berharap hanya pada-Nya.

Pokok-pokok pengembangan khotbah
Jemaat memahami bagaimana Hidup Yang Berharap Kepada Tuhan
Dalam hidup ini setiap kita pasti bergantung kepada sesuatu. Entah itu koneksi, jabatan, modal, kekuatan, kepintaran, pengalaman dan sebagainya. Namun semua itu bukanlah tempat berharap yang teguh. Ibarat membangun rumah di atas pasir, maka rumah akan porak poranda bila hujan dan banjir melanda. Serentan itulah jika kita berharap pada sesuatu yang bukan Allah. Itulah yang dialami umat Israel. Sudah lewat musim menuai, sudah berakhir musim kemarau, tetapi kita belum diselamatkan juga! Tidak adakah balsam di Gilead? Tidak adakah tabib di sana? Mengapakah belum datang juga kesembuhan luka puteri bangsaku? (ay. 20, 22). Penyebab bencana yang melanda umat Allah adalah penyembahan berhala (8:19c). Umat menyerahkan hidup mereka kepada objek yang
sesungguhnya berada di bawah kontrol mereka, dan bukannya
menyerahkan kendali atas diri mereka kepada Allah yang Mahakudus.
Bila bukan dari Allah, darimana lagi umat akan mendapat pertolongan? Jelas tidak ada (8:22).

Melalui bacaan nampak jelas bahwa:
Malapetaka menimpa umat dengan menjadi cela, olok-olok dan cemooh dalam waktu yang panjang. Itu terjadi karena umat tidak sepenuhnya mengandalkan Allah. Umat masih mengandalkan berhalanya.
Umat diingatkan untuk menaikkan doa syafaat bagi para raja dan pembesar tapi bukan untuk mengandalkan mereka. Juga kepada mamon. Semua itu akan musnah.

Pemazmur menulis, "Orang yang mengenal nama-Mu percaya kepada-Mu, sebab tidak Kau tinggalkan orang yang mencari Engkau, ya TUHAN (Mazmur 9: 11). Kita tidak akan ditinggalkan Tuhan jika kita menaruh percaya kepada-Nya. Namun kepercayaan hanya bisa datang ketika seseorang "mengenal nama Tuhan." Pengenalan yang benar akan siapa Tuhan, juga akan membawa pengenalan yang benar akan siapa diri kita. Betapa bobrok, rapuh dan terbatasnya diri kita ini.  Joyce Meyer berkata: “Cara terbaik untuk memulai setiap hari adalah dengan berdoa begini: "Tanpa-Mu, aku tidak berarti apa-apa." Kesadaran diri pada ketidakmampuan kita akan membawa kita ke dalam totalitas penyerahan penuh kepada Tuhan. Dan Tuhan berjanji, barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dipermalukan. "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh daripada TUHAN! Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!" (Yeremia 17: 5,7). Andalkan Tuhan selalu, carilah Dia dan berdoalah sebelum memulai hari ini, maka Anda pasti tidak akan mendapatkan malu

Jemaat menjalani hidupnya dengan berharap hanya kepada Tuhan
            Penderitaan yang sangat dalam merupakan gambaran kehidupan umat Tuhan. Umat menghadapi kerasnya kehidupan tanpa Tuhan, akibat pemberontakan mereka kepada Tuhan. Nabi Yeremia sangat sedih melihat kehancuran negerinya "hatiku sangat pedih (ay.18), karena luka putri bangsaku hatiku luka (ay.21). Seolah-olah tidak ada lagi pengharapan akan kehidupan. Namun, dosalah yg membuat kesengsaraan itu terjadi. Dosa yg paling nyata dilakukan oleh umat di hadapan Tuhan, yakni penyembahan pada ilah lain, menganggap Tuhan setara dengan ilah-ilah yana mereka sembah. Akibat lain yang muncul, bangsa-bangsa lain menajiskan Bait Kudus (Maz. 79). Allah adalah satu (1 Tim. 2:5) dan tidak dapat disamakan dengan ilah manapun juga. Israel sesungguhnya adalah bangsa yang dikasihi oleh Allah, namun mereka telah melakukan kesalahan di hadapan Tuhan dengan tidak sungguh berharap pada Tuhan. Allah hanya satu, tidak ada Allah selain Dia.  Realitas yang ada di dunia, masih banyak orang Kristen yang tidak sungguh berharap pada Tuhan. Mereka masih menaruh harap bukan pada Tuhan, tapi pada dunia, misalnya pada kedudukan (baca: status sosial kao'koran), jabatan, materi dan pengetahuan, sehingga tidak lagi fokus pada sumber utama yakni pada Tuhan. Hidup jujur (bnd Lukas 16:1-9) merupakan salah satu sikap yg menandakan manusia menaruh harap pada Tuhan. Demikian pula sebaliknya, sikap pengandalan diri sendiri, merupakan salah satu karakter yang penting untuk dibuang dari pikiran manusia (bnd. buah roh). Sikap ini sama saja dengan sikap yang tidak berharap pada Tuhan sepenuhnya.
 












Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 19-24 September 2022 - BERHARAP KEPADA TUHAN (Ma’ranuan Lako Puang) - 1 Timotius 2:1-7


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 12-17 September 2022 - TUHAN MENGINGAT JANJI-NYA / Na Kilalai Puang tu Pangallu`-Na - Lukas 15:1-7


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login