| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 9 Oktober 2022Minggu, 9 Oktober 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 9 Oktober 2022 - TAK ADA ALLAH LAIN / Tae` tu Kapenomban senga` - 2 Raja-raja 5:1-15TAK ADA ALLAH LAIN Tae’ tu Kapenomban senga’ Bacaan Mazmur : Mazmur 111:1-10 Bacaan 1 : 2 Raja-raja 5:1-15 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 2 Timotius 2:1-13 Bacaan 3 : Lukas 17:11-19 Nas Persembahan : 1 Tesalonika 5:18 Petunjuk Hidup Baru : 2 Timotius 2:2-3 Tujuan: Jemaat memahami bahwa tak ada Allah lain selain Allah yang menyatakan diri dalam Yesus Kristus Menjalani hidup dalam ketaatan kepada Allah Pemahaman Teks Mazmur 111:1-10 menguraikan tekad pemazmur untuk memuji Allah, tidak hanya secara pribadi tetapi juga dalam Jemaah. Tekad untuk memuji Allah dilatarbelakangi oleh kesadaran atas pemeliharaan Allah dan berkat-berkatNya bagi orang yang mengasihi dan takut akan Allah. Permulaan hikmat adalah takut akan Allah (ay.10a) Dalam ayat 5 digambarkan tentang kisah pemeliharaan Allah selama pengembaraan di padang gurun menuju tanah perjanjian. Dari perenungan akan perbuatan-perbuatan Allah itu, pemazmur beroleh pengenalan lebih dalam tentang siapakah Allah sesungguhnya. Seluruh karya Allah itu tidak saja menunjukkan kemahakuasaan Allah, tetapi juga menampakkan kebenaran dan kemurahan Allah. Perbuatan Allah di masa lalu itu membuat pemazmur teguh beriman, bahwa karena Allah setia adanya (ay.7), maka rencana dan pekerjaan Allah akan berlangsung terus selamanya (ay.8a). Perbuatan Allah yang penuh kuasa dan kasih setia-Nya yang kekal telah membangkitkan pujian dalam diri pemazmur. Pujian syukur dari pemazmur merupakan sikap hidup meninggikan Allah sebagai wujud ketaatan kepadaNya. 2 Raja-raja 5:1-14 mengisahkan proses penyembuhan panglima raja Aram, yaitu Naaman dari penyakit kusta. Pada masa itu, kusta dipahami sebagai bentuk kutukan. Dalam Alkitab, penyakit kusta dipakai sebagai gambaran orang berdosa (Imamat 13). Gehazi menjadi penderita kusta karena ketamakan dan penipuan, Miryam menderita kusta karena kritik dan iri hati (Bil. 12), dan raja Uzia mengidap kusta karena kesombongan (2Taw. 26:16-23). Raja Aram mengira bahwa raja Israel dapat melakukan mujizat (ay.6) untuk menyembuhkan kusta. Asumsi yang salah itu, nyaris menimbulkan perang. Naaman mengira bahwa Elisa akan memakai upacara keagamaan untuk menghilangkan kustanya (ayat 11). Tetapi Elisa justru menyusuh Naaman mandi dalam sungai Yordan yang tidak lebih bersih dari sungai-sungai asalnya di Damsyik, yaitu Abana dan Parpar (ay.10,12). Para pelayan (orang-orang yang tak terpandang dalam ukuran dunia) justru dipakai Tuhan berperan dalam proses penyembuhan Naaman. Gadis Israel memberikan kesaksian dan Tuhan memakai kesaksiannya untuk menggugah Naaman guna menemui Elisa (ay.3). Seorang suruhan dipakai Elisa memberi petunjuk yang harus dilakukan Naaman. Pegawai-pegawai Naaman memberi motivasi untuk mau melakukan petunjuk nabi Elisa (ay.13). Dugaan yang tidak sesuai harapan dan logika berpikir manusiawi, hampir menyebabkan Naaman pulang ke rumahnya dengan tetap berpenyakit kusta. Namun kerelaan untuk rendah hati dalam ketaatan, mengantarkan Naaman untuk disembuhkan dan beriman kepada Allah. Mandi dalam sungai Yordan yang keruh merupakan cara sederhana untuk menunjukkan kerendahan hati dan ketaatan. Dengan menaati petunjuk dari Elisa yang praktis dan sederhana, maka mustahil Naaman dapat menganggap bahwa pemulihannya dari kusta karena kehebatan manusia atau terjadi secara alami. Baik orang Israel maupun orang Aram tahu bahwa sungai Yordan tidak dapat menyembuhkan penyakit kusta. Kesembuhan yang dialami Naaman itu semata karena kasih karunia Allah dan untuk menyatakan bahwa tak ada allah lain selain Allah yang menyembuhkannya. 2 Timotius 2:1-13; menguraikan panggilan rasul Paulus kepada Timotius untuk ikut menderita seperti tentara yang baik dari Kristus yang bersedia menghadapi kesulitan dan perang dalam pengabdian sepenuh hati kepada Tuhan (ay.3-4); seperti atlet yang bersedia berkorban dan berdisiplin keras (ay.5); dan seperti petani yang siap bekerja keras (ay.6). Panggilan tersebut disertai dengan petunjuk (ay.1-2),dan peringatan (ay.7-13). Lukas 17:11-19; mengisahkan mujizat penyembuhan 10 orang kusta oleh Yesus tanpa menggunakan media apa pun. Tetapi sembuh mereka sembuh hanya dengan menuruti petunjuk perkataan Yesus. Sepuluh orang kusta sama-sama percaya, bahwa Yesus sanggup menyembuhkan dan keyakinan mereka semua sungguh besar. Hal itu nampak dari sikap mereka kepada perintah Tuhan Yesus. Orang-orang kusta itu percaya bahwa Yesus dapat menolong mereka (ay.13). Namun dari sepuluh orang kusta tersebut hanya satu yang memiliki iman yang benar (ay.15-19). Korelasi keempat bacaan: Pemulihan dan berkat Tuhan tak terkirakan. Berdasarkan pemahaman masyarakat pada zaman Naaman; penyakit kusta bukan penyakit biasa. Penyakit Kusta dipahami sebagai hukuman Allah. Hanya Allah yang diyakini dapat menyembuhkannya. Naaman dan kesepuluh orang kusta dapat mengalami kesembuhan dari penyakit jasmani hanya karena taat mengikuti petunjuk/perintah. Semua manusia mengalami penyakit permanen, yaitu dosa. Manusia jatuh ke dalam dosa karena ketidaktaatannya kepada perintah/petunjuk Allah. Akibat dari ketidaktaatan tersebut, maka manusia harus menanggung upah dosa, yaitu maut. Yesus Kristus menanggung sepenuhnya akibat dari ketidaktaatan manusia dengan dengan ketaatan secara total kepada Allah, BapaNya menempuh jalan salib. Merespon pengorbanan Kristus, maka seharusnya manusia menjadi tentara yang baik dari Kristus Yesus. Sebab tidak ada Allah lain selain Kristus Yesus yang telah menyembuhkan penyakit permanen semua manusia. Pokok-pokok pengembangan khotbah Cara Tuhan untuk menyatakan berkat dan pemulihanNya tak dapat dijangkau oleh kemampuan pikiran dan nalar logika manusia. Naaman adalah seorang Jenderal terhormat, panglima militer bangsa Aram Syria. Rakyat memuji kepahlawanannya dan menjadi kesayangan raja. Naaman memiliki kuasa dan ketenaran duniawi. Namun demikian, Naaman ternyata mengidap penyakit kusta. Selain mengancam keselamatan hidup dan popularitasnya, paham yang ada terhadap terhadap penyakit kusta sebagai bentuk kutukan, tentunya menyebabkan integritas dari Naaman dipertanyakan. Pastinya Naaman diliputi kecemasan yang hebat. Tak heran apabila segala daya upaya dilakukan untuk mendapatkan kesembuhan. Dalam usahanya untuk mendapatkan kesembuhan, Naaman mengandalkan logika berpikirnya: “Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambal berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya, ia dating keluar..., lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas penyakit itu…, Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai-sungai di Damsyik lebih baik dari sungai di Israel?” (ay.11-12). Naaman yang datang dengan segala kemuliaannya sebagai seorang jenderal, sejumlah prajurit dan kereta, serta membawa 340 Kg perak dan 68Kg emas sebagai hadiah, menyangka bahwa Elisa akan melakukan sesuatu yang spektakuler untuk kesembuhannya. Namun perbuatan belas kasih Allah atas kesembuhan Naaman di luar dugaan dan logika manusia. Tuhan justru berkenan memakai: a) Orang yang sederhana (tak terpandang), yaitu hamba perempuan, suruhan dan pegawai/prajurit; b) sarana/media yang amat sederhana, dan c) cara yang sederhana/tidak rumit (bnd. Luk. 17:14). Demikian halnya ketika Tuhan menyatakan diri-Nya dengan berinkarnasi menjadi manusia melalui Yesus Kristus, kematian dan kebangkitaNya. Pastinya logika manusia tidak dapat menerima dan menalarnya. Namun tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, Dia menganugerahkan keselamatan dari akibat dosa diluar kemampuan logika manusia. “Ingatlah!! TUHAN itu tidak serumit yang dipikirkan manusia, tetapi tidak juga sesederhana pikiran manusia” Tak ada Allah lain merupakan kesaksian Naaman pasca Tuhan memulihkan dirinya, “…sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel…” (ay.15). Hal ini dapat dimengerti, sebab penyakit kusta lebih jauh pula dipahami sebagai penyakit yang terkait dengan najis dan tahirnya seseorang, dan juga hanya dapat disembuhkan oleh Tuhan sendiri. Tak heran jika saat menerima berita tentang keinginan Naaman untuk disembuhkan dari kustanya, Raja Israel pun marah besar dan mengoyak pakaiannya serta berkata: “Allah-kah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya?” (ay.7). Sang Raja Israel paham betul betapa Tuhanlah yang sanggup memulihkan seseorang dari penyakit kustanya, bahkan memulihkan dan menghidupkan manusia dengan cara yang melampaui akal pikiran manusia. Di dalam Yesus Kristus, Allah menunjukan kuasa penyembuhan. Ia mencelikkan mata orang buta, membuat orang lumpuh dapat berjalan, menyembuhkan orang yang sakit pendarahan, mentahirkan orang kusta, membuat orang bisu dapat berbicara, bahkan menghidupkan orang mati. Lebih dari pada semua itu, di dalam Yesus Kristus, Allah menyembuhkan penyakit manusia yang paling mematikan dari segala penyakit, yakni dosa. Karya Allah ini tidak hanya terjadi atas kumpulan orang tertentu saja, melainkan sebagaimana yang dialami oleh Naaman, karya ini juga dapat terjadi bagi semua bangsa. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi prajurit (pahlawan) yang taat dan baik dari Kristus Yesus. Kunci mujizat penyembuhan Naaman ada pada ayat 13-14. Naaman mengalami mujizat kesembuhan tatkala terlebih dahulu ia mau merendahkan hati dalam ketaatan. Ketika Naaman mau taat dan belajar rendah hati serta tidak bersandar pada pengertiannya sendiri, ia pun mengalami kesembuhan secara total. Demikian halnya yang terjadi atas 10 orang kusta dalam Lukas 17:11-19. Mereka mengalami mujizat kesembuhan dari kusta yang diderita karena ketaatan menuruti petunjuk perkataan Yesus. Setiap orang yang percaya dipanggil untuk hidup dalam ketaatan sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus (2 Tim. 2:3). Prajurit yang baik bagi Kristus adalah pribadi-pribadi yang memberitakan Nama-Nya melalui kehidupannya di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi apapun.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 10-15 Oktober 2022 - TAK ADA ALLAH LAIN / Tae` tu Kapenomban senga` - 2 Timotius 2: 1-13 Sebelum: Bahan Penelaan Alkitab Tanggal 3-8 Oktober 2022 - KEBENARAN DAN KEFASIKAN / Kamalamburan na Katangmekaalukan - 2 Timotius 1:1-14 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |