| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 16 Oktober 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 16 Oktober 2022 - TUMBUH DALAM TAURAT TUHAN / Lobo` lan Sukaran Alukna Puang Matua - Yeremia 31:27-34Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 16 Oktober 2022 TUMBUH DALAM TAURAT TUHAN Lobo’ lan Sukaran Alukna Puang Matua Bacaan Mazmur : Mazmur 119:97-104 Bacaan 1 : Yeremia 31:27-34 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 2 Timotius 3:14-4:5 Bacaan 3 : Lukas 18:1-8 Nas Persembahan : Mazmur 119:97 Petunjuk Hidup Baru : 2 Timotius 3:14 Yeremia 31:27-34 27Tonganna la sae tu allona, kadanNa PUANG, ke Kuambo'imi bati' torro tolino sia bati' patuoan tu tondok to Israel sia iatu tondok to Yehuda. 28La dadi undinna, kumua susitu Aku tumayaMo' la undu'dukki sia urrondonni sia ussanggangi sia urrabunni sia la umparampoi kamandasan tu tau iato mai, la susi dukamoto tumayaNa' la umbangunni sia untananni, kadanNa PUANG. 29Attu iato tae'mo nala den tu kadanna tau kumua: Mintu' ambe' ungkande bua anggoro' makkan, anna isinna anakna mangilu. 30Sangadinna pantan la mate tu tau belanna kasalanna kalena sia minda-minda tu ungkande bua anggoro' makkan, isinna duka tu la mangilu. 31Tonganna la sae tu allona, kadanNa PUANG, ke untananNa' basse ba'ru sola to Israel sia to Yehuda. 32Tae' nasusi tu basse, tu Kutanan sola nene' to dolona, tongKu toei tu limanna la ussolanni tu tau iato mai lan mai tondok Mesir, iamotu basseKu tu napoka, moi na Aku umpuangi tu tau iato mai, kadanNa PUANG. 33Iamote tu basse tu la Kutanan sola to Israel undinna na allo iate, kadanNa PUANG Nakua: Aku la umpalanni ba'tengna tu Sukaran alukKu sia la ussura'i to lan penaanna, anna Aku la dadi Kapenombanna na tau iato mai la dadi taungKu. 34Attu iato iatu tau iato mai sia iatu mai to massiulu' pada tae'mo nala siadaran, nakua: La mitandai tu PUANG!, belanna mintu' tu tau iato mai la untandaiNa' randuk dio mai tarru' bitti'na sae lako tarru' kapuana, kadanNa PUANG, belanna la Kupa'dei tu mintu' kakadakeanna sia iatu mintu' kasalan tae'mo Kula ungkilalai. 31:27 "Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan melimpahi kaum Israel dan kaum Yehuda dengan benih manusia dan benih hewan. 31:28 Maka seperti tadinya Aku berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, untuk meruntuhkan dan membinasakan dan mencelakakan, demikianlah juga Aku akan berjaga-jaga atas mereka untuk membangun dan menanam, demikianlah firman TUHAN. 31:29 Pada waktu itu orang tidak akan berkata lagi: Ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu, 31:30 melainkan: Setiap orang akan mati karena kesalahannya sendiri; setiap manusia yang makan buah mentah, giginya sendiri menjadi ngilu. 31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, 31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. 31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. 31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka." Penjelasan: * Perjanjian Allah Diperbarui (31:27-34) Sang nabi, setelah mendapati tidurnya menyenangkan, yang dibuat demikian oleh pewahyuan-pewahyuan anugerah ilahi, menetapkan diri untuk tidur lagi, dengan harapan mendapat penyingkapan-penyingkapan yang lebih jauh, dan ia tidak dikecewakan. Sebab dijanjikan lebih lanjut di sini, I. Bahwa umat Allah akan menjadi banyak dan juga sejahtera. Israel dan Yehuda akan dipenuhi oleh manusia maupun hewan, seolah-olah Israel dan Yehuda ditaburi dengan benih dari keduanya (ay. 27). Mereka akan bertambah dan berkembang biak seperti ladang yang ditaburi dengan benih gandum. Dan ini merupakan buah dari berkat Allah (ay. 23), sebab siapa yang diberkati Allah, kepada mereka Ia berkata, berkembangbiaklah. Ini akan menjadi perlambang dari pertumbuhan jemaat Injil yang menakjubkan. Allah akan membangun mereka, dan menanam mereka (ay. 28). Ia akan berjaga-jaga atas mereka untuk melakukan kebaikan kepada mereka. Kesempatan apa pun yang dapat memajukan kemakmuran mereka tak akan hilang. Selama beberapa waktu yang lama segala sesuatunya berjalan melawan mereka, dan semua peristiwa terjadi begitu rupa untuk menghancurkan mereka, sehingga tampak seolah-olah Allah berjaga-jaga atas mereka untuk mencabut dan merobohkan, dan untuk meruntuhkan. Tetapi sekarang segala sesuatu yang kacau akan bekerja secara membahagiakan untuk memperkuat dan memajukan kepentingan-kepentingan mereka. Allah akan siap untuk menghibur orang-orang yang bertobat dari dosa-dosa mereka, dan yang merendah karenanya, sama seperti Ia siap untuk menghukum orang-orang yang terus mencintai dosa-dosa mereka, dan yang mengeras di dalamnya. II. Mereka tidak akan lagi dimintai perhitungan atas dosa-dosa nenek moyang mereka (ay. 29-30): Orang tidak akan berkata lagi (mereka tidak akan lagi punya kesempatan untuk berkata) bahwa Allah membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, yang dilakukan Allah dengan membawa ke dalam pembuangan, sebab dosa-dosa nenek moyang mereka diperhitungkan melawan mereka, terutama dosa-dosa Manasye: hal ini mereka keluhkan sebagai kesusahan. Bacaan-bacaan lain dalam Kitab Suci membenarkan Allah dalam cara menghukum seperti ini, dan Juruselamat kita berkata kepada orang-orang Yahudi yang fasik di zaman-Nya bahwa mereka akan menderita karena dosa-dosa nenek moyang mereka, karena mereka tetap berkeras di dalamnya (Mat. 23:35-36). Tetapi di sini dijanjikan bahwa perlakuan yang berat terhadap mereka ini sekarang akan diakhiri, bahwa Allah tidak akan lagi melanjutkan perselisihan-Nya dengan mereka karena dosa-dosa nenek moyang mereka, tetapi akan mengingat bagi mereka perjanjian-Nya dengan nenek moyang mereka, dan akan berbuat baik kepada mereka sesuai dengan perjanjian itu: Mereka tidak akan lagi mengeluh, seperti yang sudah-sudah, bahwa ayah-ayah makan buah mentah, dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu (yang berbicara tentang suatu kejanggalan, dan merupakan celaan yang menyakitkan terhadap perlakuan-perlakuan Allah), melainkan setiap orang tetap akan mati karena kesalahannya sendiri. Meskipun Allah akan berhenti menghukum mereka sebagai bangsa secara keseluruhan, namun Ia masih akan mengadakan perhitungan dengan orang perorangan yang menyulut murka-Nya. Perhatikanlah, keselamatan-keselamatan yang diberikan secara umum tidak akan membuat kebal atau aman para pendosa secara orang perorangan. Tetap saja setiap orang yang makan buah mentah giginya akan menjadi ngilu. Perhatikanlah, orang-orang yang makan buah terlarang, betapapun kelihatan menggoda buah itu, akan mendapatinya sebagai buah mentah, dan gigi mereka akan menjadi ngilu. Cepat atau lambat mereka akan merasakannya dan mengingatnya dengan kepahitan. Dosa cenderung langsung membuat manusia gelisah, sama seperti buah mentah langsung membuat gigi ngilu. III. Bahwa Allah akan memperbarui perjanjian-Nya dengan mereka, sehingga semua berkat ini akan mereka dapatkan, bukan hanya melalui pemeliharaan ilahi, melainkan juga melalui janji, dan dengan demikian mereka akan senang dan juga aman. Tetapi perjanjian ini merujuk pada masa-masa Injil, zaman akhir yang akan datang waktunya. Sebab sebagai anugerah Injillah sang rasul memahaminya (Ibr. 8:8-9, dst.), di mana seluruh bacaan ini dikutip sebagai ringkasan dari perjanjian anugerah yang dibuat dengan orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus. Tujuan Jemaat memahami peran penting dari Taurat Tuhan Jemaat mencintai dan bertumbuh dalam pengenalan Taurat Tuhan Pemahaman Teks Mazmur 119:97-104 menguraikan betapa pemazmur mencintai taurat Tuhan dan merasakan manfaatnya. Bagi pemazmur kecintaan kepada Firman (Taurat) Tuhan menjadikannya lebih berpengetahuan, lebih mengerti dan lebih bijaksana memahami segalah sesuatu. Dalam arti belajar melihat hidup sebagaimana Allah melihatnya, menghargai apa yang dihargai Allah dan mengasihi apa yang dikasihi-Nya. Tidak menyimpang dari hukum-hukum-Nya, melainkan menyesuaikan diri dengan pikiran Allah. Yeremia 31:27-34 berisi nubuatan nabi Yeremia tentang Perjanjian Baru antara Allah dengan kaum Israel dan kaum Yehuda. Mereka akan dipulihkan dan dipersatukan kembali oleh kasih karunia Allah. Perjanjian baru diperlukan karena yang lama tidak memadai. Jika yang lama ditulis pada loh batu, maka yang baru ditulis dalam loh hati umat (ay.31-34) sebagai kediaman Roh Kudus. Perjanjian Baru mengubah hati/tabiat umat karena disertai kuasa dan kasih karunia yang cukup untuk hidup benar di hadapan Allah (ay.34). Karunia Allah merupakan ciri khusus dari perjanjian baru berupa hati dan tabiat baru bagi semua orang yang percaya kepada Kristus agar secara spontan mengasihi, taat dan setia kepada Tuhan (Yeh. 11:19-20; Ibr 8:10). Kemampuan untuk merespon Tuhan berasal dari Roh Kudus yang menguasai hati dan batin orang percaya. Demikian halnya dengan kelahiran baru atau pembaruan oleh-Nya. Kita memiliki perjanjian baru itu di dalam Yesus Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya (Lih. Ibr. 8; 10:1-25). 2 Tim 3:14-4:5 berisi pesan Paulus kepada Timotius untuk berpegang pada kebenaran yang sudah ia terima sejak dari kecil, yakni melalui pengenalan pada kitab suci yang memberi hikmat dan menuntun kepada keselamatan oleh iman kepada Yesus Kristus. Rasul Paulus mengemukakan tentang peran dan fungsi penting dari kitab suci yang menuntun pada kebenaran Allah, sehingga setiap umat kepunyaan Allah diperlengkapi untuk perbuatan baik. Segala tulisan yang diilhamkan Allah itu bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan,….(ay.16). “Diilhamkan Allah” (Yunani: Theopneustos) terdiri dari dua kata; “Theos artinya Allah” dan “pneo artinya bernafas. Artinya kitab suci (Alkitab) adalah sabda Allah dan hidup. Demi penyataan dan kerajaan Kristus, rasul Paulus berpesan kepada Timotius untuk siap sedia memberitakan Firman; baik atau tidak baik waktunya…tetap menguasai diri, sabar menderita dan menunaikan tugas pelayanan (2 Tim.4:2-5). Paulus mengatakan bahwa situasi akan berubah, manusia akan mencintai dirinya dan melakukan segala yang buruk. Bahkan Paulus mengatakan bahwa akan ada waktunya di mana orang tidak bisa lagi menerima ajaran yang sehat. Sebaliknya, mereka justru akan mengumpulkan guru-guru palsu untuk memuaskan keinginan mereka. Orang akan cenderung percaya pada dongeng. Dalam situasi demikian diperlukan keteguhan dan kesabaran untuk menyatakan kebenaran, bahkan dalam penderitaan sekalipun karena injil Kristus. Lukas 18:1-8 merupakan penegasan Yesus untuk selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Jika hakim yang tidak adil saja mau menolong janda miskin itu, betapa Allah yang penuh kasih pasti mau memenuhi kebutuhan anak-anak-Nya. Anak-anak Allah memiliki akses yang terbuka luas kepada perbendaharaan Allah (Rm.5:2) dan dapat memohon janji-janji anugerah-Nya (Luk.11:9-10). Doa bukan media untuk memaksa Allah agar melakukan apa yang inginkan. Doa adalah suatu proses untuk menyadari kuasa dan rencana Allah atas kehidupan. Melalui doa, umat menyerahkan hidup dan keadaannya secara total kepada Tuhan dan menyakini Allah untuk bertindak menurut waktu dan cara-Nya. Korelasi keempat bacaan: Hidup dalam Perjanjian Baru dengan Allah diwarnai kecintaan akan taurat/Firman Allah. Sebab taurat/Firman adalah hikmat Allah yang harus siap sedia diberitakan dalam segala keadaan, baik atau tidak baik waktunya untuk menuntun manusia kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus. Doa yang disiplin dalam iman merupakan sarana yang harus dimanfaatkan sebagai wujud dari pola hidup baru dalam Kristus Pokok-pokok pengembangan khotbah Berita pemulihan kaum Israel dan kaum Yehuda dari Tuhan melalui nabi Yeremia (Yeremia 31:27-30). Bangsa Israel ditetapkan Tuhan sebagai umat pilihanNya. Penetapan keturunan Yakub/Israel (Kaum Israel dan kaum Yehuda) disertai perjanjian dengan Tuhan. Kepada Abraham, Ishak maupun Yakub, Allah telah menjalin perjanjian bahwa Allah akan memberikan keturunan yang banyak, tanah Kanaan menjadi milik mereka serta memberkati hidup mereka dan keturunan mereka. Dan perjanjian itu ditandai dengan perintah Tuhan kepada Abraham, yaitu melalui sunat, “Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat; ……… maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal” (Kej. 17:10-13). Setelah Tuhan membebaskan mereka dari perbudakan di tanah Mesir, Allah memberikan kesepuluh firman (10 Hukum Taurat). Peran dan fungsi Taurat Tuhan itu adalah sebagai suluh dan pedoman dalam menjalani hidup dalam hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia (sebagaimana yang tercantum dalam 10 Hukum Taurat; hukum 1-4 berintikan ketaatan dan kesetiaan kepada Allah dan hukum 5-10 berintikan keadilan terhadap sesama). Tuhan menghendaki umatnya untuk hidup dan bertumbuh dalam tauratNya (Firman dan perjanjian dengan Allah). Namun umat Israel tidak taat dan setia. Mereka justru dikenal sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Meskipun Tuhan telah berulangkali menyelamatkan mereka dari berbagai penderitaan, tetap saja mereka sering mendukakan hati Tuhan dengan berbagai kejahatannya. Akibatnya Tuhan memberi hukuman kepada mereka dengan membiarkan mereka dijajah oleh bangsa Babel. Namun demikian, Allah tetap tidak meninggalkan mereka. Nabi Yeremia dipakai Tuhan untuk menyerukan pertobatan dan menyampaikan janji Allah kepada kaum Israel dan kaum Yehuda, yaitu Allah akan memulihkan kehidupan mereka. Perjanjian Baru dari Allah Yeremia (31:31-34) Allah sangat setia dengan janjiNya kepada umatNya yang justru selalu ingkar. Bahkan Allah berinisiatif memulihkan hubungan dengan umat yang tidak taat dengan memperbarui perjanjianNya. “Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.” (Yeremia 31:33). Perjanjian itu disebut sebagai perjanjian baru. 1) Allah menaruh Taurat dalam batin dan hati umatNya. Dengan menaruh Taurat dalam batin dan hati umat, maka umat akan selalu mengingat hubungan dengan Tuhan. Tuhan memberikan hati yang baru kepada umat. Artinya setiap umat, besar-kecil sudah mengenal Tuhan dan mengetahui akan firmanNya. Taurat Tuhanakan menjadi bagian hidup umat. 2) Dalam Perjanjian Baru itu, Tuhan mengampuni dan melupakan dosa umatNya. Bertumbuh dalam Taurat (Firman) Tuhan dan bernafas dalam doa, iman dan pengharapan kepada Allah. Perjanjian baru dari Tuhan memberikan pengharapan baru bagi umatNya. Berdasarkan perjanjian baru dalam Kristus Yesus, maka seharusnya setiap umat Tuhan menjalani pola hidup baru dengan mencintai Taurat (Firman) Tuhan. Sebab segala tulisan yang diilhamkan Allah bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan, dan mendidik orang dalam kebenaran; sehingga setiap orang diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik (2 Tim.3:16). Jadi Gerakan Cinta Alkitab (GCA) bukanlah sebatas gerakan temporal/periodik (tae’na dipadukku-dukku kayu tallang bangri), melainkan merupakan gerakan sepanjang hayat/masa untuk menjadikan Taurat (Firman) Tuhan sebagai “darah dan daging” dalam hidup. Kecintaan demikianlah terhadap Taurat (Firman) Tuhan yang dinyatakan oleh Pemazmur 119:97-104. Pengharapan baru dalam Kristus akan diperoleh apabila senantiasa menuruti firman Tuhan yang telah tertanam di dalam batin/hati. Dengan demikian, umat akan selalu bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Firman yang menjadi daging dalam Kristus Yesus sesungguhnya berbicara mengenai kehidupan baru untuk memperoleh keselamatan. Hal yang juga tidak kalah penting dalam pola hidup baru adalah kehidupan doa. Doa seharusnya menjadi urat nadi kehidupan rohani setiap umat (Lukas 18:1). Doa ibarat nafas hidup dalam relasi dengan Kristus dan sesama. Orang yang disiplin dalam kehidupan doa akan merasa gelisah dan tidak tentram dalam hidupnya tanpa berdoa.
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 17-22 Oktober 2022 - TUMBUH DALAM TAURAT TUHAN / Lobo` lan Sukaran Alukna Puang Matua - 2 Timotius 3:14-4:5 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 10-15 Oktober 2022 - TAK ADA ALLAH LAIN / Tae` tu Kapenomban senga` - 2 Timotius 2: 1-13 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |