| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 30 Oktober 2022Minggu, 30 Oktober 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 30 Oktober 2022 - Pembukaan Pekan Kaum Bapak Gereja Toraja Peringatan Reformasi Gereja dan HUT PKBGT - BASUHLAH, BERSIHKANLAH DIRIMU - Yesaya 1:10-20Pembukaan Pekan Kaum Bapak Gereja Toraja Peringatan Reformasi Gereja dan HUT PKBGT BASUHLAH, BERSIHKANLAH DIRIMU Basei sia Seroi tu Kalemu Bacaan Mazmur : Mazmur 32:1-7 Bacaan 1 : Yesaya 1:10-20 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 2 Tesalonika 1:3-12 Bacaan 3 : Lukas 19:1-10 Nas Persembahan : Yesaya 1:13 Petunjuk Hidup Baru : Yesaya 1:16 Tujuan: Jemaat memahami makna pertobatan dalam menjalani kehidupan Jemaat hidup dalam pertobatan melalui pembaruan hidup yang bertumbuh dalam iman dan kasih Pemahaman Teks Mazmur 32:1-7 bagi orang Ibrani dimasukkan ke dalam kategori “Mischil”, nyanyian pengajaran yang ditulis oleh Daud. Dalam Mazmur ini Daud mengajarkan tentang yang Allah mengampuni, menghapus dosa dan membersihkan catatan dosa manusia. Bagian ini dicatat oleh Rasul Paulus dalam Roma 4:7-8 bahwa kita bisa menikmati pengampunan yang penuh sukacita melalui iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Ada 4 hal yang dituliskan oleh Daud sebagai respon terhadap kasih dan pengampunan dari Allah, yakni mengakui keberdosaan di hadapan-Nya (ay.1), mengakui bahwa dosa adalah pemberontakan kepada Allah (ay.2), mengakui perbuatan yang mengakibatkan manusia berdosa di hadapan Tuhan (ay.3) dan percaya bahwa Allah maha pengampun (ay.4). Yesaya 1:10-18 berisi keluhan Yesaya karena pemberotakan Yehuda. Perbuatan mereka disejajarkan dengan Sodom dan Gomora, dua kota yang dimusnahkan oleh Allah karena sudah tidak bisa membedakan tangan kanan dan tangan kiri (Kej.19:1-25). Yesaya mengecam pemimpin Yehuda (Uzia, Yotam, Ahas dan Hiskia) atas kegagalan mereka memimpin dan menjaga kemurnian hidup Yehuda di hadapan Tuhan. Mereka bersekutu dengan bangsa asing, tangan mereka penuh darah, ibadah mereka kosong dan palsu karena hati mereka dipenuhi dengan kemunafikan. Persembahan dan kurban jadi tidak berarti apa-apa kepada Allah apabila itu berasal dari orang yang berhati bejat. Namiun demikian, Allah sanggup menghapus noda dosa itu dan menjadikan kita putih bersih tanpa noda dan cacat di hadapan-Nya. 2 Tesalonika 1:3-12 Paulus menyatakan syukur kepada Allah atas keteguhan hati dan Iman jemaat di Tesalonika walaupun mereka mengalami penganiayan dan berbagai-bagai goncangan karena beberapa angin pengajaran yang menyimpang ditengah-tengah jemaat. Mereka telah memperlihatkan buah-buah pertobatan melalui kesetiaan kepada Allah. Roh Kudus telah mengubah hidup mereka Ketika mempercayai Injil, dan Injil itu sendiri menjadi kekuatan Allah di dalam diri mereka. Lukas 19-1-10; Zakheus sang pemungut cukai yang dianggap orang paling berdosa pada zamannya adalah salah seorang yang sangat berbahagia karena Yesus Kristus menyambutnya dengan mendatangi langsung ke rumahnya sebagai pertanda rahmat Allah baginya dan seisi rumahnya. Rahmat Allah disambut Zakheus dengan pertobatan yang ditunjukkan melalui pembaruan hidup yang nyata. Korelasi segenap bacaan, ialah terkait dosa dan pertobatan. Dosa menyebabkan Allah berpaling dari umat dan mendatangkan hukuman. Dahsyatnya hukuman akibat dosa menyebabkan manusia membutuhkan rahmat pengampunan Allah. Pertobatan adalah syarat mutlak untuk menerima pengampunan Allah. Pengampunan dosa merupakan kebahagiaan hidup terbesar yang seharusnya menuntun dalam pembaruan hidup yang nyata. Pokok-pokok pengembangan khotbah Semua orang berdosa di hadapan Tuhan. Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran Allah tidak ada di dalam diri kita (1 Yoh. 1:8). Teks ini menegaskan bahwa tidak ada orang yang bersih atau steril dari dosa. Kitab Yesaya pasal 1:10-20 memberi gambaran bahwa status (Israel-Kristen), kedudukan dan jabatan tidak menjadi jaminan bahwa kita akan aman dari dosa karena ketidaktaatan adalah celah terbesar bagi manusia jatuh ke dalam dosa (Band, Kej. Pasal 3.) Ketidaktaatan dalam berbagai bentuk telah menjadi penyebab kejatuhan Yehuda di hadapan Tuhan. Mereka menyelewengkan keadilan, menindas orang miskin, berpaling dari Allah kepada berhala, bersekutu dengan bangsa-bangsa kafir sehingga mereka mengabaikan Allah. Seperti ikan yang mati akan mulai membusuk dari insang di bagian kepala hingga perut dan sekujur tubuhnya, demikianlah Yehuda mengalami kejatuhan dari pemimpin-peminpin mereka. Lalu bagaimana bentuk hidup kita sekarang ini? tidakkah kita sedang hidup dalam keadaan seperti itu? Gereja diingatkan supaya tidak menjadi agen dari kemerosotan akhlak, moral dan spiritual karena diwarnai dengan penyelewengan keadilan, penindasan orang miskin, berpaling dari Allah kepada berhala, bersekutu dengan kekuatan yang tidak mengenal Allah (jahat). Gereja janganlah kehilangan jati diri sebagai umat kepunyaan Allah dalam kehadirannya di tengah dunia ini. Dosa membuat manusia terpisah dari Allah (Mati) Dosa mendatangkan kengerian yaitu penderitaan, tidak ada yang baik, tidak ada yang sehat, terasing dalam ketersendirian (Band. Pasal 1:6-8). Gereja Toraja dalam merumuskan pengakuan Iman-nya menyatakan, bahwa manusia sebagai ciptaan Allah yang baik telah jatuh kedalam dosa karena keinginan manusia sama seperti Allah. Dosa adalah pemutusan hubungan yang benar dengan Allah serta pemberontakan terhadap Allah dalam kehidupan sehari-hari. Pemutusan hubungan dengan Allah berarti kematian menusia seutuhnya. Pemutusan hubungan yang benar dengan Allah mengakibatkan manusia tidak sanggup lagi hidup dalam kebenaran dan kesucian serta ketaatan terhadap hukum Allah, dalam hubungan dengan sesama manusia, dan alam semesta sehingga manusia berada di bawah hukuman murka Allah (PGT Pasal III butir 5,6,7). Dosa telah membuat pemimpin-pemimpin dan bangsa Yehuda jauh dari Tuhan. Itulah sebabnya Allah berfirman melalui Yesaya: “Dengarkanlah firman Tuhan; perhatikanlah pengajaran Allah kita…” (Lihat ayat 10). Dosa telah membuat Adam dan Hawa terbuang jauh dari taman dan pohon kehidupan di taman Eden. Mereka kehilangan damai sejahtera karena takut, malu dan cemas. Pertanyaan yang perlu direnungkan adalah, seberapa sejahtera hati kita jika kita merasa bersalah kepada sesama dan berdosa kepada Tuhan? Hanya dengan pertobatan manusia dapat menikmati kasih dan pengampunan dari Allah. “Kita mengenal dosa kita hanya dari Alkitab, bukan dari malapetaka, sakit penyakit dan penderitaan sebagai akibatnya. Roh Kudus-lah yang menginsafkan kita akan dosa-dosa kita” (PGT Pasal III Ayat 8). Itulah sebabnya nabi Yesaya berteriak lantang kepada Yehuda, dalam hal ini pada pemimpin bersama rakyatnya untuk berkaca kepada perintah dan Firman Allah…dengarlah…perhatikanlah (ay.10). Yesaya menyerukan pertobatan, bukan memperbanyak ritual penyembahan yang kosong dan palsu (ay.10) Ibadah kosong dan palsu yang penuh dengan kemunafikan, adalah penghinaan terhadap pelataran suci Tuhan. Itu sebabnya Yesus berkata, “…jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkan persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan korban” (Mat. 5:23-24). Di sini jelas apa yang Tuhan tuntut kepada kita yaitu pertobatan. Manusia sering bangga dengan ritual keagamaan yang megah dan meriah, tapi di balik kemegahan dan kemeriahan itu ada setumpuk dosa dan kebusukan yang tidak pernah disesali di hadapan Tuhan. Ketika kita kotor menjijikkan karena dosa, Tuhan menginginkan kita membasuh diri, yaitu memberi diri disucikan dari segala perbuatan yang jahat, menjauhkan diri dari segala kejahatan lalu berbuat baik, mengusahakan kebaikan dan membela hak-hak orang yang lemah (ay.14,15). Lukas pasal 19:1-10 memberikan gambaran yang utuh bagaimana pribadi yang mengalami perjumpaan dengan Allah, lalu sadar akan dosanya lalu bertobat kemudian menikmati sukacita di dalam Tuhan. Zakheus memberikan kepada kita contoh bagaimana membasuh diri dari dosa, hidup diubahkan oleh Tuhan. Hari ini menghayati makna kehadiran PKBGT ke-14 Kaum Bapak bukan hanya sekedar kepala keluarga dan pencari nafkah, melainkan jembatan dan tanda keterhubungan anggota keluarganya dengan Tuhan (Imam). Seperti ikan, yang dapat dilihat baik atau tidaknya dengan melihat bagian kepalanya (mata dan insang), demikian juga dengan keluarga. Sehat tidaknya keluarga dalam hubungan dengan Tuhan, banyak ditentukan oleh kepala keluarga sebagai imam. Tidak sedikit rumah tangga berantakan, bercerai dan anak-anak jadi berandalan, karena seorang bapak yang terus berkanjang dalam dosanya. HUT Ke-14 PKBGT hari ini kiranya menjadi momentum kebangkitan dan pertobatan anggota kaum bapak untuk hidup berkenan kepada Tuhan. Amin
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab 31 Oktober - 5 November 2022 - BASUHLAH, BERSIHKANLAH DIRIMU / Basei sia Seroi tu Kalemu - Lukas 19:1-10 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 24-29 Oktober 2022 - Pekan Pemuda Gereja Toraja JANGANLAH TINGGALKAN KAMI - 2 Timotius 4:6-8;16-18 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |