| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 13 November 2022 Bahan khotbah hari Minggu, 13 November 2022 - SURYA KEBENARAN AKAN TERBIT / La berre` tu mata allo kamaloloan - Maleakhi 4:1-6Bahan khotbah hari Minggu Tanggal 13 November 2022 SURYA KEBENARAN AKAN TERBIT La berre' tu mata allo kamaloloan Bacaan Mazmur : Mazmur 98:1-9 Bacaan 1 : Maleakhi 4:1-6 (Bahan Utama) Bacaan 2 : 2 Tesalonika 3:6-13 Bacaan 3 : Lukas 21:5-19 Nas Persembahan : Mazmur 107:21-22 Petunjuk Hidup Baru : Maleakhi 4:2 Tujuan: Jemaat memahami bahwa ada hari Tuhan yaitu penghakiman. Jemaat berusaha menghindari penghukuman Tuhan dengan mengikuti petunjuk dari Tuhan. Pemahaman Teks Mazmur 98:1-9 menggambarkan penghukuman Allah terhadap bangsa-bangsa lain sambil memulihkan bangsa Israel di antara bangsa-bangsa (ay.3). Karena itu, pemazmur mengajak bangsa Israel dan alam sekitar untuk ikut bergembira meniup sangkakala bahwa Allah adalah Raja di atas segala raja (ay.6-8). Pujian kepada Allah sebagai respons bahwa Allah yang ia percayai adalah Allah yang tidak melupakan umat-Nya melainkan Allah yang membawa keselamatan bagi bangsa-bangsa (ay.9). Maleakhi 4:1-6 berbicara tentang hari Tuhan yang digambarkan sebagai hari yang mengerikan sehingga tiap orang berusaha agar terluput dari penghukuman hari Tuhan. Maleakhi mengungkapkan hari itu sebagai hari tanpa pengharapan bagi orang-orang fasik. Hari itu menyala seperti perapian, dan semua orang fasik seperti jerami yang terbakar habis (ay.1). Akan tetapi, sisi lain dari Hari Tuhan ialah hari sukacita dan bahagia bagi orang yang takut akan Tuhan (ay.2). Pada hari itu, orang benar bersukacita dan berpesta karena orang jahat dikalahkan dan orang fasik tidak mendapat tempat lagi di bumi (ay.3). Hari Tuhan menanamkan benih-benih pengharapan bagi orang benar yang frustrasi melihat kejahatan dan kefasikan yang mendominasi seluruh bidang kehidupan. Hari Tuhan memberikan ketegaran dan kekuatan bagi setiap orang yang mencintai Tuhan dan tekun dalam pekerjaan-Nya (ay.4). Mengikuti jalan Tuhan memang berat tetapi ada sukacita ketika dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan kekal yaitu Firman Tuhan. Ibarat benih yang ditabur hari ini, kendati banyak kendala dan tantangan, pasti akan menghasilkan buah-buah segar di hari esok. Nubuat mengenai Hari Tuhan didahului dengan datangnya Nabi Elia yang akan mempersiapkan hati orang untuk bertobat menyambut Hari Tuhan tersebut (ay.5-6). Dalam Perjanjian Baru, Nabi Elia yang dimaksud Maleakhi menunjuk pada Yohanes Pembaptis yang mempersiapkan jalan bagi Mesias sebagai surya yang akan terbit. 2 Tesalonika 3:6-13 (1-15) berisi tentang cara mengelola kehidpan yang lebih baik yaitu dengan berdoa dan bekerja. Ada anggapan yang tersebar di antara mereka bahwa kedatangan Kristus sudah sangat dekat, sehingga mereka tidak mau lagi bekerja dan hanya menggantungkan hidup kepada orang lain. Untuk itulah Paulus menegur mereka. Jika orang tidak mau kerja janganlah ia makan (ay.10) Lukas 21:5-19 Tuhan Yesus berbicara mengenai masa yang akan datang, bahwa Bait Allah yang menjadi kebanggaan orang Yahudi akan diruntuhkan (ay.5-6). Akan ada ajaran sesat yang memberi ajaran salah mengenai kedatangan Tuhan (ay.9), akan muncul peperangan (ay.10), bencana (ay.11), penganiayaan (ay.12) dan perpecahan (ay.16). Tetapi Tuhan akan memberi jawaban ketika harus memberi jawab mengenai iman. Dalam ayat 18 bahkan dijanjikan bahwa sehelai rambutpun tidak akan jatuh ke tanah, asalkan mereka tetap bertahan (ay.18-19). Korelasi segenap bacaan ialah terkait dengan hari Tuhan. Hari Tuhan adalah sebuah hal yang pasti terjadi. Bagi orang fasik, hal ini memang berarti penghukuman atas diri mereka. Namun bagi mereka yang setia pada Tuhan, hari Tuhan merupakan kepastian tentang terbitnya surya kebenaran. Karena itu hari Tuhan hendaknya tidak disikapi dengan ketakutan, tetapi kesetiaan dan ketaatan pada Tuhan. Mereka terus diminta bekerja dengan setia dalam menanti tibanya hari Tuhan. Pokok-pokok pengembangan khotbah Apabila kita membaca dan merenungkan firman Tuhan pada hari ini, maka kita dapat melihat dengan jelas bahwa “hari Tuhan” itu pada satu sisi menjadi hari yang menyenangkan, tetapi pada sisi lain hari Tuhan itu menjadi hari yang penuh kemalangan dan mendatangkan malapetaka. Hari Tuhan itu pasti datang, tidak ada pembatalan, hanya masalah waktu kedatangan hari itu saja yang belum pasti. Jadi, jangan ada lagi keraguan akan hal ini, sebab Tuhan pasti datang pada hari-Nya. Kedatangan-Nya ini didahului oleh pengutusan nabi Elia (ay.5), yang dalam perspektif Israel dipahami sebagai cara Tuhan untuk mempersiapkan hati orang-orang percaya untuk bertobat menjelang hari Tuhan itu (ay.6). Kedatangan hari Tuhan itu menjadi malapetaka besar bagi orang-orang gegabah dan fasik. Digambarkan bahwa mereka menjadi seperti jerami yang pasti terbakar habis oleh api kemarahan Tuhan karena kejahatan mereka, bahkan akar dan cabang mereka pun dibumihanguskan, mereka menjadi seperti abu yang diinjak-injak. Firman Tuhan ini menggambarkan kesudahan orang-orang jahat, pada akhirnya mereka pun tidak mendapat tempat atau kehidupan yang layak di bumi. Sungguh mengerikan! Orang gegabah dan fasik di sini terutama bangsa asing yang dengan congkaknya menganiaya atau menjahati umat Tuhan, yaitu Israel, baik di pembuangan maupun di Israel sendiri. Mereka ini merasa sebagai orang-orang yang sangat berkuasa, dan seolah-olah tidak ada lagi Tuhan yang lebih berkuasa dari mereka. Selain itu, orang-orang jahat yang dimaksud dalam teks ini adalah mereka dari antara orang Israel sendiri yang tidak menghormati dan tidak takut kepada Tuhan, menghinakan korban persembahan untuk Tuhan, pelanggaran terhadap perjanjian dengan Tuhan (tidak takut TUHAN dan membuat umat-Nya tergelincir, 2:8-9), menutupi mezbah TUHAN dengan air mata, tidak setia terhadap perkawinan mereka yang sah (2:14 dst), tidak setia kepada TUHAN dan berbagai tindakan ketidakadilan (3:5). Firman Tuhan ini memberi pengharapan, bahwa orang-orang yang takut akan Tuhan, walaupun seringkali menjalani kehidupan yang sulit dan berliku, namun pada kedatangan hari Tuhan justru mengakhiri semua penderitaan mereka, hari Tuhan itu menjadi hari yang menggembirakan, hari yang penuh kebahagiaan bagi mereka, sama seperti lirik lagu tadi. Orang-orang yang takut akan Tuhan ini adalah mereka (orang-orang Israel) yang dengan sepenuh hati taat pada ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum TUHAN sebagaimana telah disampaikan oleh Musa dulu, dan mereka ini telah menunjukkan ketaatan yang luar biasa pada Tuhan sekalipun mereka harus menjalani jalan yang panjang dan berliku karena selalu mendapatkan hambatan dan rintangan terutama dari orang-orang gegabah dan fasik. Bagi mereka, hari Tuhan adalah hari yang mendatangkan sukacita yang luar biasa, hal ini digambarkan di ayat 2 “Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang”. Kekelaman karena ketidakadilan selama ini digantikan dengan terang surya kebenaran, ketidakberdayaan karena ruang gerak yang sangat dibatasi selama ini digantikan dengan kekuatan baru (pemulihan dengan kesembuhan pada sayap), dan pengekangan paksa selama ini digantikan dengan kemerdekaan mengekspresikan dan menikmati kehidupan (seperti anak lembu lepas kandang). Ungkapan ini semua menunjukkan “kebebasan” besar yang akan dinikmati oleh orang-orang yang takut akan Tuhan ketika sebagai surya yang akan terbit. Kita tidak tahu kapan pastinya kedatangan hari Tuhan, dan Yesus sendiri pun beberapa kali menegaskan itu, bahwa tidak ada seorang pun yang tahu hari/waktu kedatangan Tuhan; kita diminta untuk berjaga-jaga dan siap sedia. Jadi kita tidak perlu menghabiskan energi untuk mencari tahu kapan pastinya Hari Tuhan datang. Yang diperlukan adalah tetap berada dalam posisi siaga dan siap menyambut-Nya saat Dia datang. Firman Tuhan menjadi berita sukacita bagi setiap orang percaya, berita yang sangat menghiburkan dan menguatkan kita, terutama ketika harus menjalani kehidupan yang terasa sangat panjang, berliku dan berat ini. Tentu kita bisa melihat ke dalam diri masing-masing, apakah kita memang sudah menjalani kehidupan dengan benar, apakah kita sudah ikut memperjuangkan nilai-nilai kebenaran, dan apakah kita sudah menjalani kehidupan dalam ketulusan dan dalam takut akan Tuhan. Kalau sudah, maka hari Tuhan itu akan menjadi sukacita besar bagi kita, kapan pun Dia datang. Sebaliknya, orang-orang yang masih hidup dalam kekerasan hatinya, melakukan kefasikan, serta kejahatan dalam berbagai bentuk, tentu akan merasakan akibatnya. Kedatangan hari Tuhan akan menjadi malapetaka bagi mereka. Jadi, Tuhan memberikan kita pilihan bebas, takut akan Tuhan atau hidup dalam kefasikan. Namun, kita harus menyadari bahwa pilihan kita saat ini akan menentukan akibat yang harus kita tanggung kemudian, sukacita atau malapetaka! Percayalah bahwa surya kebenaran akan terbit pada waktunya. -------------------------------------------------------- Maleakhi 4:1-6 Hari TUHAN 4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka. 4:2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. 4:3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam. 4:4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. 4:5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 4:6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. Penjelasan: * Mal 4:1 - Hari itu datang // Perapian // Jerami ... akar dan cabang // Jerami Hari itu datang. Hari Tuhan. Abaikan pembagian pasal dalam AV. Perapian. Suatu tempat api yang dipakai untuk membakar. Api sebagai simbol penghukuman biasa digunakan dalam Alkitab (mis. Zef. 3:8). Jerami ... akar dan cabang. Gambarannya berubah. Jerami menunjukkan apa yang akan habis dalam waktu sekejap; gambaran sebelumnya menekankan ide bahwa tidak satu pun orang jahat yang akan luput dari Pengadilan. * Mal 4:2 - Surya kebenaran // Dengan kesembuhan pada sayapnya // Berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu Surya kebenaran. Surya adalah simbol kebenaran. Pada Hari Tuhan, malam kejahatan akan membuka kesempatan bagi pelaksanaan beberapa hal di mana kebenaran, seperti surya menyorotkan sinarnya untuk mendesak keluar setiap cengkeraman kegelapan, akan memberikan upah kepada orang saleh, sementara orang jahat tidak lagi tumbuh subur. Dengan kesembuhan pada sayapnya. Dengan bentuk seperti sayap, sinar surya yang terbit menunjukkan gambaran dasarnya. Ketika sinar yang menembus itu menghalau kegelapan, dosa dan sakit penyakit yang menyertainya akan lenyap. Berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu. Sebagai anak lembu yang lepas bersuka ria dalam kebebasan yang baru ditemukan, demikianlah orang yang benar, yang tidak lagi menjadi tawanan yang tertindas dalam sebuah dunia permusuhan, akan merasakan keberuntungan serta mengalami juga kegirangan mereka. * Mal 4:3 - Menginjak-injak orang-orang fasik // Pada hari yang Kusiapkan itu Menginjak-injak orang-orang fasik. Gambarannya adalah tentang sebuah sukacita besar pada saat keadilan sempurna berlaku, di mana orang jahat dihancurkan sama sekali dan orang benar menikmati berkat-berkat yang tak putus-putusnya dari Allah perjanjian mereka. Pada hari yang Kusiapkan itu (bdg. 3:17). * Nasihat untuk Melaksanakan Hukum Musa. 4:4. Tuduhan Maleakhi terhadap bangsa Israel adalah bahwa mereka telah meninggalkan ketetapan-ketetapan Allah (3:7). Meskipun demikian, mereka masih dapat menghindari penghukuman menakutkan pada Hari Tuhan jika, sesudah menyesal dan bertobat, mereka mau melaksanakan Hukum itu baik yang tersurat maupun yang tersirat. * Mal 4:4 - Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa // Di Gunung Horeb Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa. Nasihat ini ditujukan bagi orang berdosa dan juga orang kudus. Di Gunung Horeb. Sinai. Yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. Terjemahkan, bahkan ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum. * Janji akan Kedatangan "Elia." 4:5, 6. Allah akan mengutus seorang nabi, yang dinyatakan sebagai "Elia," yang akan menanami tanah moral dan spiritual yang disiapkan bagi kedatangan Kristus, dan karena itu mengesampingkan perlunya penghukuman yang segera. * Mal 4:5 - Nabi Elia Nabi Elia. Pemikiran di sini sama dengan yang pada 3:1. Sebelum Hari Tuhan, seorang utusan yang dikirim dari surga akan mempersiapkan jalan. Paralelisme itu sendiri menjamin pengenalan Elia sebagai Yohanes Pembaptis. Sekalipun demikian, Kitab-kitab Injil juga memperjelas bahwa "nabi" yang akan datang bukanlah Elia orang Tisbe melainkan seorang yang memiliki roh dan kuasa yang sama dengan Elia (Mat. 11:14; 17:13; Mrk. 9:11-13; Luk. 1:17). * Mal 4:6 - Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik // Supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik. Yohanes Pembaptis yang akan melakukan ini (Luk. 1:16, 17). Melalui dia, manusia akan dibawa kepada suatu kesatuan iman untuk menyesal dan bertobat, dan untuk dengan gembira mematuhi hukum Allah. Kesatuan hati yang akan dibuat oleh Yohanes melalui Roh akan merupakan tanah yang diolah dan ditanami yang, dengan kedatangan Kristus, akan menghasilkan buah seratus kali lipat. Supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. Kata-kata ini berkaitan dengan nasihat untuk melaksanakan Taurat Musa dan juga dengan pelayanan Yohanes Pembaptis. Ketika TUHAN harus datang dengan penghukuman, tempat tinggal bangsa pelanggar perjanjian tanpa terelakkan akan tertimpa hukuman penghancuran. Pelayanan nabi dengan roh dan kuasa dapat menghasilkan kebangkitan rohani dan dengan demikian menghindari penghukuman penuh sehingga setiap hati di mana pun dapat menerima Sang Raja; dan penghukuman akhir dari Hari Kemurkaan itu dapat ditunda sampai TUHAN pemilik Bait Suci selesai menulis daftar nama orang-orang pilihan-Nya. Hal ini pasti terjadi. "Elia" sudah datang dan sudah membuat siap suatu bangsa untuk Tuhan, dan Tuhan Yesus sudah datang ke. bait-Nya. Jadi, walaupun PL ditutup dengan kutuk bersyarat, PB diakhiri dengan janji tanpa syarat dari Kristus kepada umat-Nya. "Ya, Aku datang segera!" bersama dengan jawaban orang-orang yang merupakan "harta kesayangan-Nya": "Amin, datanglah, Tuhan Yesus"
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 14-19 November 2022 - SURYA KEBENARAN AKAN TERBIT / La berre` tu mata allo kamaloloan - Lukas 21:5-19 Sebelum: Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 7-12 November 2022 - MELEBIHI KEMEGAHAN SEMULA / Mandu Kapua anna ia tu kamala`biran dolona - Lukas 20:27-40 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |