lagu-gereja.com/toraja

View : 784 kali
Bahan khotbah hari Minggu                Tanggal 19 Juni   2022
Minggu Kedua Setelah Pentakosta

BERITAKANLAH PERBUATAN TUHAN
Pa’peissananni Tu Penggauran-Na Puang
 
Bacaan Mazmur     : Mazmur 42 : 1 -12
Bacaan 1    : Yesaya 65:1-7
Bacaan 2    : Galatia 3:1-14
Bacaan 3    : Lukas 8:26-39 (Bahan Utama)
Nas Persembahan    : 2 Korintus 8:15
Petunjuk Hidup Baru    : Lukas 8:39a.

Tujuan:
Jemaat memahami bahwa perbuatan-perbuatan Tuhan selalu nyata dan dialami setiap  orang percaya.
Jemaat memiliki komitmen untuk memberitakan perbuatan-perbuatan Tuhan dalam kehidupannya.

Pemahaman Teks.

Mazmur 42:1-12 ditulis dengan maksud untuk mengangkat keluar sebuah kondisi atau keadaan sulit yang dialami si pemazmur. Pemazmur sedang mengalami masalah  yang beruntun sehingga menjadi tekanan berat dalam jiwanya. Bagaimana sikap pemazmur di tengah-tengah pergumulan hidupnya? Jawabannya, ada tiga: (1) “jiwa yang haus kepada Tuhan (ay.3). Manusia hidup membutuhkan air lebih dari membutuhkan makanan. Manusia yang tidak minum lebih cepat mati dibanding yang tidak makan. Seperti rusa merindukan sungai berair demikian pemazmur membutuhkan Tuhan. Pemazmur ingin menekankan bahwa Tuhan penting sekali dalam hidup manusia, tanpa Tuhan kita mati. (2). Pemazmur jujur mengakui kelemahannya. Dia berkata: Jiwaku tertekan dalam diriku (ay.7). (3). Berharap kepada Tuhan (ay.6 dan 12). Berharap kepada Tuhan berarti hidup bergantung dan percaya kepada Tuhan. Tuhan menjadi sumber utama utama tempat kita memperoleh pertolongan.

Yesaya 65:1-7 adalah jawaban Allah terhadap keluhan-keluhan bangsa Israel yang disampaikan Yesaya (psl. 63: 7 - psl 64:12). Mereka sedang di pembuangan dan  merasa bahwa Tuhan sudah tidak peduli dan membiarkan mereka. Dalam perikop ini menjadi jelas bahwa Allah ternyata tetap peduli bukan hanya  terhadap umat-Nya, tetapi juga pada bangsa-bangsa lain  (ay.1-2). Seterusnya diungkapkan bagaimana orang Israel melakukan “pemberontakan” kepada Tuhan, dan Tuhan akan menghukum setiap kejahatan yang mereka lakukan (ay.6-7). Namun karena kasih-Nya, Ia tidak akan memusnahkan Israel. Dari sisa Israel Allah akan membangkitkan keturunan yang akan mendiami gunung-gunung-Nya (ay.8-9).

Galatia 3:1-14 berisi penegasan Paulus bahwa keselamatan adalah kasih karunia karena iman kepada Yesus Kristus, dan bukan karena melakukan hukum taurat (ay.2-3, 5). Paulus menyingkirkan semua perbedaan suku, warna kulit, bangsa, dan sosial dalam kaitan dengan iman seseorang kepada Yesus Kristus. Semua dalam Kristus adalah sama-sama ahli waris dari "kasih karunia, yaitu kehidupan" (ay.8,14). Paulus  Paulus menunjuk kepada Abraham yang dibenarkan karena iman (ay.6). Artinya, perbuatan Abraham bukanlah faktor utamanya, melainkan iman yang mendasari tindakannya. Selain itu Paulus mengingatkan jemaat di Galatia tentang janji Tuhan kepada Abraham bahwa “olehmu semua bangsa diberkati” (ay.8, bnd. Kej.12:3). Itu berarti berkat yang dijanjikan bukan bersifat eksklusif untuk Abraham, tetapi juga kepada bangsa lain.  Dengan mengutip kata-kata ini, Paulus mengingatkan jemaat bahwa hanya dalam iman, mereka  dibenarkan di hadapan Allah, bukan karena melakukan hukum taurat, dan orang yang benar akan hidup oleh iman (ay.11).

Lukas 8:26-39 mengisahkan, bahwa setelah Yesus meredakan angin ribut (psl 8:22-25) sebagai bukti nyata bahwa Ia berkuasa atas alam, pada bagian ini Yesus kembali menyatakan kuasa-Nya mengusir setan (roh jahat) yang disebut “legion” (setan yang dianggap satu legion=pasukan yang hebat dengan panji-panjinya, atau seperti pasukan Romawi yang disebut “legio victrix” artinya pasukan yang jaya). Orang yang disembuhkan (=diselamatkan) itu kemudian duduk di bawah kaki Yesus (ay.35b), sementara penjaga-penjaga babi lari menceriterakan peristiwa itu di kota dan kampung-kampung sekitarnya (ay.34). Orang-orang banyak yang datang melihat kejadian itu sangat ketakutan (ay.35c,37). Sekalipun orang yang disembuhkan itu berniat mengikut Yesus, namun Yesus memberinya satu tugas yang penting dan ia pun pergi mengelilingi kota memberitahukan apa yang Yesus telah perbuat atas dirinya (ay.39).

Korelasi yang terlihat dari segenap bacaan, ialah pesan bahwa seberat apapun tekanan dan pergumulan hidup yang dihadapi tidak akan membuat orang percaya (umat-Nya) kehilangan pengharapan kepada Allah. Allah dengan kasih-Nya tetap peduli pada umat-Nya, sekalipun Ia juga tidak mentoleransi setiap kejahatan yang dilakukan. Kasih-Nya nyata dalam Yesus, sehingga dengan iman yang sungguh kita dibenarkan di hadapan Allah. Menjadi tanggung jawab orang yang sudah diselamatkan untuk memberitahukan dan menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan yang sudah dialaminya.

Pokok-pokok pengembangan khotbah

Setiap orang, siapapun dia, pasti pernah dan akan menghadapi berbagai masalah kehidupan, entah ringan atau berat. Persoalan utamanya bukan pada berat-ringannya masalah yang dihadapi, tetapi pada bagaimana menyikapi masalah itu dengan bijak, sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Karena pada kenyataannya, ada orang ketika diperhadapkan kepada sebuah tantangan atau masalah, ia menyikapinya secara emosional tanpa pertimbangan yang matang, sehingga bukannya menyelesaikan masalah tetapi justru melahirkan masalah baru yang justru lebih rumit dan parah.

Sebagai manusia biasa, setiap orang percaya juga tidak pernah luput dari berbagai masalah, baik yang bersumber dari dalam dirinya sendiri maupun dari luar dirinya. Sama halnya dengan Pemazmur maupun bangsa Israel di pembuangan yang tidak luput dari berbagai pergumulan, mereka memberikan contoh sikap yakni menyampaikan segala keluhan dan pergumulannya kepada Tuhan. mereka percaya bahwa berharap dan percaya kepada Tuhan tidak akan pernah mengecewakan. Allah adalah sumber pertolongan dan kelepasan dari segala pergumulan seberat apapun masalah itu. Allah dengan kasih-Nya tetap peduli bagi umat-Nya. Tuhan dengan cara-Nya sendiri pasti akan meluputkan setiap orang yang tanpa pamrih berharap kepada-Nya (Maz. 42:6, 9; bnd. Maz:37:5, 24, 39). Hal ini pun ditegaskan oleh Paulus bahwa dengan iman kita memperoleh pembenaran dari Allah dan orang benar akan hidup oleh iman (Gal.3:11).
Lukas 8:26-39 adalah bukti nyata bahwa Yesus memiliki kuasa untuk membebaskan orang dari kungkungan kuasa roh jahat (setan). Manusia jatuh ke dalam dosa karena dipengaruhi dan dikuasai oleh Iblis (setan). Kuasa dan pengaruh dari kuasa kegelapan ini terus berupaya untuk menguasai setiap orang, tidak terkecuali orang-orang yang telah menyatakan dirinya percaya kepada Yesus (lih. Efesus 6:11;  1 Petrus 5:8).  Yesus yang memiliki kuasa mengusir setan, menjadi jaminan bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya bahwa hanya di dalam dan bersama Yesus kita dapat melawan kuasa Iblis.

Seberat apapun masalah yang kita hadapi, kita percaya bahwa Allah tidak membiarkan kita berjalan dan berjuang sendiri. Masing-masing dari kita berdasarkan pengalaman nyata bahwa ketika kita diperhadapkan kepada suatu masalah/persoalan, semuanya dapat kita hadapi dan lalui sebagai bukti nyata cara Tuhan meluputkan dan menuntun kita. Karena  Kita yakin bahwa Allah, karena kasih-Nya dan dengan cara-Nya sendiri selalu meluputkan setiap orang yang percaya dengan segenap hati kepada-Nya. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi setiap orang percaya untuk tidak memberitakan dan menyaksikan perbuatan-perbuatan Tuhan yang telah dialaminya dalam hidupnya sehari-hari. “….ceritakanlah segala sesuatu yang telah diperbuat Allah atasmu” (Luk.8:39a).

Dalam minggu kedua pasca Pentakosta ini kita terus diingatkan dengan karya dan kehadiran Roh Kudus. Pemberitaan karya Yesus Kristus yang dilakukan oleh orang Gerasa (non Yahudi) yang sebelumnya kerasukan setan, sungguh memperlihatkan karya Allah yang menjangkau semua bangsa. Kisah ini mengingatkan kita dengan peristiwa Pentakosta yang membuat para murid, oleh pimpinan Roh Kudus, mampu bercerita tentang pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Bahkan ini sejalan pula dengan pernyataan Rasul Paulus dalam bacaan kedua, Galatia 3:14: “Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.













Selanjutnya:
Bahan Penelaahan Alkitab Tanggal 20-25 Juni 2022 - BERITAKANLAH PERBUATAN TUHAN Pa’peissananni Tu Penggauran-Na Puang - Galatia 3:1-14


Sebelum:
Bahan Penelaahan Alkitab - Tanggal 13-18 Juni 2022 - MENGHIDUPI KEBENARAN ALLAH / Umpana`ta` katuoan situru` Katonganan-Na` Puang Matua - Mazmur 8:2-10


All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022:

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91

Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91
MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Toraja PL(20)
BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12)
Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16)
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90)
Lagu Natal TORAJA(1)
Lagu Rohani Toraja(24)
Lagu Sekolah Minggu(68)
NKGT(1)
PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2)
Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2)
Renungan Gereja Toraja 2022(22)
Renungan Gereja Toraja 2023(133)
Renungan Gereja Toraja 2024(3)
Tata Gereja Toraja 2017(75)
Tentang Gereja Toraja(9)
xx(1)
xxx(107)

Arsip Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022..

Register   Login