| lagu-gereja.com/toraja |
|
Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022 Minggu, 27 Maret 2022 DPA Minggu Gereja Toraja - Minggu, 27 Maret 2022 - Diperdamaikan untuk melakukan pelayanan pendamaian - 2 Korintus 5:11-21 - MINGGU PRA-PASKAH IVPembacaan Alkitab: 2 Korintus 5:11-21 Nas Pembimbing: 2 Korintus 5:18 Mazmur 32 Pokok Pikiran : Diperdamaikan untuk melakukan pelayanan pendamaian Nyanyian Tema: PKJ 277 Pokok Doa 1. Badan Pelaksana Klasis GKP Wilayah Jakarta 2. Pelayanan GKP di bidang kesehatan melalui Yayasan Badan Rumah Sakit GKP dan satuan kerjanya Warna Liturgis Ungu 2 Korintus 5:11-21 Pentoeanna Paulus umpoparandangan pea'ta'Na Puang Yesu 11Tu belanna kiissan tu diona ungkataku' Puang, iamoto angki ada'i tu tau anna ma'patongan, apa lako Puang Matua inang payan bangmokan, kurannuan angki payan duka lan sukaran inaammi. 12Tae'mo kila umpa'petendengan kaleki lako kamu, sangadinna la kibenkomi tu bannangna la minii ussattuangkan, anna den mipebalian lako to ussattuan kalena diona apa natiro mata, na tangngia diona apa lan lu ba'tang. 13Belanna iake butungkan to katamataman, napomala'bi' Puang Matua, apa iake malinokan mipomaupa'. 14Belanna napatundukkan tu pa'kaboro'Na Kristus, tu kikanassai kumua matemo tu Tau misa' tu belanna iatu mintu' tau, iamora bannangnato anna matemo sola nasangi. 15Sia mateMo tu belanna mintu' tau, kumua anna iatu to tuopa, da anna untuoan kalena, sangadinna la untuoanni tu To mangkamo mate sia malimbangun belanna iatu mai tau iato. 16Iamoto randuk te totemo tae' misa' duka tau kitandai diona a'gan tolinona. Ke susinna kitandaimi tu Kristus diona a'gan tolinona, apa totemo te tae'mo kitandai susito. 17Iamoto iake denni misa' tau tuo lan Kristus, iamo pa'padadi ba'ru; iatu mai apa malaun pa'demo; na tonganna dipopendadi ba'rumo. 18Apa mintu'na tu iannato lu dio nasang mai Puang Matua, tu mangka umpasikaeloki' Kalena tete dio Kristus sia umpa'kamasean toean kasikaeloan lako kaleki. 19Belanna tete dio Kristus Nanii Puang Matua umpasikaeloi Kalena tu issinna te lino, sia tae' Narekenni lako kalena tau tu kasalanna sia Napatu'gunnikan tu kareba kasikaeloan. 20Iamoto kidadi pesuanNa Kristus sia kiissan, kumua Naposumbungan pudukkan Puang Matua ma'pakilala; angki ma'kada dio Kristus umpalakui kumua: Sangapaoi upa' ammi dipasikaelo Puang Matua! 21Anna Ia tu tang narandan kasalan, mangkamo Napopendadi kasalan ussondaki', kumua anna kita mendadi kamaloloanNa Puang Matua diona Ia. ----------------- 5:11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan kamu. 5:12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah. 5:13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu. 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. 5:16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Menjadi Pelayan Pendamaian PENDAHULUAN Pada umumnya orang punya keinginan agar hidupnya dapat merasakan kedamaian, termasuk dalam relasinya dengan orang lain. Walaupun realitasnya kadang ada saja terjadi perselisihan, pertengkaran atau permusuhan yang diakibatkan oleh berbagai faktor penyebabnya. Situasi ini tentu tidak akan dibiarkan terus berlarut-larut, karena itu upaya-upaya pendamaian pun kerap dilakukan. Berbagai upaya itu dilakukan tidak lain agar relasi yang rusak itu dapat segera dipulihkan sehingga kedamaian dapat terwujud kembali. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama yang mengajak umat untuk hidup rukun dan damai dengan sesamanya. Bahkan kearifan budaya lokal yang berisi nasihat-nasihat juga mengingatkan tentang hal tersebut. Misalnya ada nasihat dalam bahasa Sunda; “kudu akur jeung dulur hade jeung baraya” yang mengajak setiap orang itu harus hidup rukun dan baik dengan semua orang. Paulus memahami betul kondisi jemaat Korintus yang rentan dengan konflik dan perselisihan di antara jemaatnya, termasuk dengan dirinya. Selain persoalan-persoalan terkait adanya keragaman kelompok dan pemahaman di jemaat Korintus, saat itu ada juga yang masih meragukan kerasulannya dan anggapan bahwa sebagai seorang rasul tidak mungkin ia mengalami penderitaan dalam pelayanannya. Karena itu ia mengajak dan menasihatkan jemaat Korintus akan karya Allah di dalam Yesus Kristus yang telah mendamaikan manusia dan dunia dengan Allah agar mereka pun dapat mewujudkan itu dalam kehidupannya. PENJELASAN BAHAN Untuk memahami maksud dari apa yang disampaikan Paulus dalam suratnya yang ke dua kepada jemaat Korintus, tidak bisa dilepaskan dari apa yang tergambar terlebih dahulu di bagian pertama surat Korintus. Pada saat itu hubungan Paulus dengan jemaat di Korintus penuh dengan ketegangan dan terjalin hubungan yang tidak selalu berjalan baik. Pada bagian pertama surat kedua ini, Paulus menjelaskan pelayanannya, supaya jemaat di Korintus dapat lebih mengerti mengapa dia tidak menepati suatu janji untuk mengunjungi mereka (2 Kor 1:15-17). Persoalan ini sempat menjadi bahan pergunjingan untuk satu kelompok di jemaat Korintus yang menganggap Paulus tidak layak sebagai rasul. Menyikapi hal ini Paulus menegaskan justru bukan kelayakannya (sebagai rasul) melainkan kemuliaan pelayanannya yang ditekankan. Yakni pelayanan perjanjian baru dalam Roh (2 Kor 3), yang di dalamnya kemuliaan Allah dinampakkan dalam kelemahan para pelayan-Nya (2 Kor 4:7) Selanjutnya Paulus menjelaskan berkaitan dengan ujung atau cakrawala dari pelayanannya, yaitu harapan berada bersama dengan Kristus dan pengadilan terakhir (2 Kor 5:7-10). Nah, pembacaan Alkitab kita saat ini adalah merupakan inti dari apa yang dilakukan Paulus (2 Kor 5:11-21), yang kemudian diikuti oleh seruannya kepada jemaat Korintus untuk menerimanya ( seperti yang disampaikan dalam 2 Kor 6:11, 7:2). Dengan demikian kalau kita melihat konteks bacaan kita saat ini, Paulus berusaha meyakinkan jemaat Korintus karena adanya situasi yang digambarkan di atas tadi (2 Kor 5:11-13), dan hal itu dilakukan oleh Paulus bukan sebagai bentuk pembenaran dirinya tetapi didasarkan pada kasih Kristus (2 Kor 5:14-15). Ada dua hal yang kemudian ditegaskan kembali oleh Paulus kepada jemaat Korintus yakni tentang manusia baru (2 Korintus 5:16-17) dan tentang pelayanan pendamaian yang meyakinkan mereka untuk membawa kepada pembaruan itu (2 Korintus 5:18-21). Ada yang menarik di ayat 11-13 dalam pembacaan kita saat ini, “Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan,..” Paulus di sini memperhadapkan antara penilaian Allah dan penilaian manusia, di mana bagi Paulus sendiri penilaian Allah adalah yang paling utama. Hal ini disampaikan karena ada orang-orang (kelompok) yang “menentang”-nya di mana mereka hanya menekankan aspek lahiriah saja. Bagi Paulus dalam melakukan pelayanan penilaian Allah (yang melihat hati) yang menjadi dasar pelayanannya yang mana itu akan dinyatakan pada saat akhir zaman. Paulus juga menyampaikan kesaksian hidupnya bagaimana kasih Kristus yang telah “mengikatnya”. Perjumpaannya dengan Kristus telah membuka hati dan pikirannya sehingga ia melihat Kristus dan manusia dengan perspektif baru. Paulus melihat Kristus sebagai perintis ciptaan baru bukan sebagai penyesat dan semua orang didalam-Nya sebagai bagian ciptaan itu (ay.16-17). Kemudian yang kedua berkaitan dengan pelayanannya. Paulus menyampaikan kesaksian hidupnya bahwa ada perubahan yang telah dialaminya. Dia menegaskan apa yang dialaminya sendiri bahwa ia telah didamaikan dengan Allah yang sekaligus Allah juga telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepadanya (2 Kor 5:18; bandingkan Kisah Para Rasul 9). Bahkan Paulus menegaskan juga bahwa Allah telah mendamaikan bukan hanya Paulus atau “jemaat Korintus”, tetapi juga dunia (2 Kor 5:19). Bagi Paulus Yesus bukan hanya sarana tetapi wadah atau tempat, maksudnya yaitu bahwa di dalam Yesus dunia juga telah didamaikan, dengan tidak memperhitungkan pelanggarannya. Pelanggaran kita bukan lagi penghalang dalam relasi kita dengan Allah, itulah berita pendamaian yang dipercayakan Allah kepadanya. Di ayat 20 ada dikatakan ...”Jadi kami adalah utusan Kristus..”, Paulus sepertinya menyebut dirinya dan “mungkin” juga Timotius (bandingkan 2Kor. 1:1) sebagai penyambung lidah dari pengutusnya yakni Kristus. Hal ini untuk meyakinkan jemaat Korintus agar menerima pendamaian tersebut karena semuanya itu berasal dari Kristus. Yang kemudian Paulus memperjelas kembali hal tersebut di ayat 21, Kristus yang tidak mengenal dosa, tetapi Allah memperhitungkan-Nya sebagai dosa demi manusia, supaya manusia dapat diperhitungkan sebagai orang benar. Bagi Paulus kasih Kristuslah yang telah menjadikan jemaat Korintus. bahkan dunia ini didamaikan dengan Allah dan ia berusaha meyakinkan hal tersebut kepada mereka. Belajar dari kesaksian hidup Paulus, mengingatkan bahwa kita pun adalah bagian dari orang-orang yang telah “ditangkap” oleh kasih Kristus. Karena itu kita juga kiranya punya cara pandang yang sama seperti Paulus dalam memandang sesama kita. Dalam kehidupan persekutuan, bagaimana kita sebagai pelayan Tuhan dan jemaat-Nya bisa mewujudkan kehidupan yang damai antara satu dengan yang lain. Semua pelayanan yang kita lakukan hanya untuk kemuliaan nama Tuhan bukan untuk pujian manusia atau kemegahan diri, penilaian Allah lebih utama daripada penilaian manusia demikian kata Paulus. Kasih Kristus nyata dalam kematian dan kebangkitannya, hal ini menegaskan kepada kita bahwa kasih Tuhan juga nyata dalam berbagai peristiwa kehidupan kita, baik suka maupun duka. Aspek penting dalam kasih Tuhan itu yakni pada pengorbanan-Nya, Ia yang tidak mengenal dosa dijadikan dosa karena kita. Dan oleh karena anugerah-Nya itu kita dibenarkan (diperdamaikan) oleh Allah. Untuk itu kita pun telah ditentukan untuk menjadi pelayan pendamaian dalam kehidupan kita saat ini. POKOK PIKIRAN 1. Paulus mau supaya jemaat di Korintus tetap menerima wibawa kerasulannya, dan demi tujuan itu dia menjelaskan bagaimana kematian dan kebangkitan Kristus mendorong dia untuk memandang manusia sebagai orang yang dipanggil untuk didamaikan dengan Allah. 2. Kasih Kristus yang dialami oleh Paulus memberikan dampak adanya dua hal pokok yakni pembaharuan dan pendamaian dalam kehidupannya. a. Pembaharuan dalam cara memandang orang lain, bukan lagi ukuran manusia (lahiriah) yang dipakai tetapi penilaian Tuhan (hati). Pembaharuan yang dialami adalah pembaharuan menyeluruh, siapa pun yang sudah menerima Kristus (mengaku sebagai orang Kristen) maka ia sudah menjadi ciptaan baru. Hal ini menegaskan bahwa orang yang dijadikan baru maka ia akan bertindak berdasarkan asas-asas baru, pedoman-pedoman baru, tujuan-tujuan baru, dan dalam kawanan yang baru. b. Pendamaian yang dimaksudkan di sini ada dua gagasan, pertama yakni sebagai hak istimewa yang diberikan Allah melalui Yesus. Melalui Yesus kita dan dunia ini telah didamaikan dengan Allah. Relasi manusia dan Allah yang semula retak karena dosa, telah ditebus dan dipulihkan kembali di dalam Yesus. Kita telah memperoleh anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Paulus memahami bahwa Allah telah menentukan (mengutusnya) untuk menjadi pelayan pendamaian, karena itu kita pun yang telah menerima juga telah ditentukan untuk menjadi pelayan pendamaian. Kedua, pelayanan pendamaian itu adalah sebagai sebuah kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan (diabaikan). Kristus yang tidak mengenal dosa telah dijadikan dosa untuk kita, supaya di dalam Dia kita (yang tidak memiliki kebenaran karena dosa) dibenarkan Allah. Maka kita pun yang telah ditentukan untuk menjadi pelayan pendamaian kiranya dapat mewujudkan itu dalam kehidupan kita sehari-hari. 3. Pepatah dalam bahasa Sunda mengingatkan kepada kita “ kudu akur jeung batur hade jeung baraya”, ini menunjukkan kepada kita betapa berharganya hidup dalam damai di antara satu dengan yang lain dan itu adalah harapan kebanyakan orang. Karena ini marilah kita juga berkomitmen untuk “Menjadi Pelayan Pendamaian” di mana pun kita berada. (Jemaat mari kita akhiri renungan ini dengan saling menyapa satu dengan yang lain, “Aku mengasihimu”) (APH)
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Bahan Penelaahan Alkitab - 28 Maret-3 April 2022 - Prapaskah IV - PENUH KASIH SEPERTI BAPA (Masokan susi Ambe`) - Yosua 5:1-12 Sebelum: DPA KRT Gereja Toraja Rabu, 23 Maret 2022 - Pertobatan Sejati Mewujud dalam Hidup yang Berbuah - Lukas 13:1-9 All Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |