| lagu-gereja.com/toraja |
|
Download MP3 Music Tentang Gereja TorajaMinggu, 18 September 2016 PENJELASAN PENGAKUAN IMAN GEREJA TORAJAPendahuluan Pada tanggal 27 November 1981, Gereja Toraja akhirnya memiliki pengakuan sendiri sebagai hasil pergumulan melalui Keputusan Rapat Komisi Usaha Gereja Toraja (KUGT) Lengkap, berdasarkan penugasan dan Keputusan Sinode Am XVI di Makale, Juli 1981. Pengakuan Iman Gereja Toraja disusun berdasarkan kerinduan Gereja Toraja memiliki pengakuan sendiri yang relevan dan fungsional. Kerinduan ini telah dituangkan ke dalam Keputusan Sinode Am XIII di Palopo, tahun 1972, yang merupakan peningkatan tekad Gereja Toraja sejak ia berdiri sendiri. Hal ini dapat kita lihat dalam Peraturan Gereja Toraja pasal 37 (edisi 1970) yang berbunyi: "Pengakuan Iman Gereja Toraja didasarkan atas segenap Alkitab, yakni Firman Allah yang diterangkan di dalam tiga naskah kesatuan yaitu: Katekhismus Heidel-berg, 37 pasal Pengakuan Gereformeerd dan 5 pasal penentang Remonstran." Dari pasal Peraturan Gereja Toraja tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa: Jadi selama ini tidak berarti bahwa Gereja Toraja hidup dan bekerja tanpa pengakuan. Dasar keberadaan Gereja Toraja tidak lain dari Pengakuan bahwa KRISTUS ITULAH TUHAN! Sadar atau tidak sadar setiap Gereja yang mengaku dirinya Gereja Kristen, harus berada di atas dasar pengakuan itu, karena dasar lain tidak ada (1Kor. 3:11). Pengakuan Gereja yang disajikan ini adalah hasil dari satu proses penyusunan melalui bentuk konsultasi khusus dengan ceramah-ceramah/prasaran-prasaran dan diskusi-dis-kusi yang diselenggarakan oleh Komisi Khusus Pengakuan Iman Gereja Toraja untuk memperoleh sebanyak mungkin bahan masukan. Bahan masukan ini merupakan bahan utama dalam penyusunan selanjutnya oleh Komisi Khusus Pengakuan Iman Gereja Toraja. Rumusan-rumusan Pengakuan ini tidak ditemukan melalui buku-buku pegangan theologis, melain-kan melulu melalui proses tersebut di atas. Pengakuan ini dapat disebut asli (orisinil) karena ia hanya mau mengaku bahwa: "YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURUSELAMAT", dalam ketaatan kepada Firman Allah di tengah-tengah pergumulan hidup yang konkret, di sini dan sekarang. Tujuan, sifat, fungsi dan wibawa suatu pengakuan gereja dapat dijelaskan sebagai berikut: Tujuan Pengakuan Iman Gereja Toraja Tujuan Pengakuan Iman Gereja Toraja ini ialah untuk dijadikan pegangan dan pedoman bagi pelaksanaan tugas gereja di tengah-tengah dunia dimana Gereja Toraja ditem-patkan Tuhan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Pengakuan Iman Gereja Toraja teristimewa sebagai bahan utama untuk kegiatan-kegiatan pembinaan dan pendidikan agama. Pengakuan Gereja itu barulah merupakan pengakuan bila ia berfungsi di tengah-tengah kehidupan gereja sehari-hari. Pengakuan gereja merupakan rumusan hasil refleksi Gereja mengenai penyataan Allah. Sifat-Sifat Pengakuan
Fungsi Pengakuan Setiap pengakuan harus berfungsi di tengah-tengah kehidupan gereja dalam arti:
Wibawa Pengakuan
Struktur Pengakuan Iman Gereja Toraja Inti Pengakuan Iman Gereja Toraja ialah Pengakuan Gereja yang Am, yaitu: "YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURUSELAMAT", yang dijabarkan melalui garis pemi-kiran sebagai berikut: Inti Pengakuan Iman Gereja Toraja (Mukadimah): "YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURUSELAMAT." Kita perlu memperhatikan istilah "itulah". Memang di dalam ayat-ayat pendukung dari pengakuan inti ini kita dapati istilah adalah dan bukan itulah. Namun istilah "itulah" yang dipilih dengan alasan: Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat memang benar, dan tidak dapat disangkal; tetapi kalau kita sungguh-sungguh mau mengaku secara relevan di tengah-tengah lingkungan kita, maka pengakuan itu baru merupakan pernyataan yang netral, belum merupakan suatu pilihan. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat memang benar, tetapi itu belum berarti bahwa selain Yesus tidak ada lagi Tuhan dan Juruselamat lainnya. Di sinilah letak persoalannya. Justru di dalam kehidupan kita terdapat banyak kuasa yang ingin pula diakui sebagai tuhan dan juruselamat. Di dalam kehidupan manusia umumnya dan mungkin di dalam kehidupan kita sendiri masih terdapat saingan-saingan Kristus sebagai Tuhan dan Juru-selamat. Pengharapan kita sering lebih dijamin oleh harta kekayaan, pangkat, kuasa, kedudukan sosial, akal budi, ilmu pengetahuan, ajaran-ajaran sesat, kesalehan dan sebagainya. Memang Kristus Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, tetapi selain DIA masih banyak tuhan dan juruselamat/ mesias yang lain. Sebab itu kita memilih istilah "itulah". Itulah, berarti kita jelas memilih. Mungkin orang beranggapan bahwa banyak kuasa yang bisa kita andalkan sebagai Tuhan dan Juruselamat. Di mana-mana memang Kristus punya banyak saingan, tetapi bagi kita tidak ada pilihan lain: "YESUS KRISTUS ITULAH TUHAN DAN JURUSELAMAT". Dalam Pengakuan ini kata "kita" dipakai dan bukan kata "kami" percaya. Dengan mempergunakan kata "kita" dimaksudkan agar setiap pendengar atau pembaca diajak menghayati dan mengamalkan isi Pengakuan ini. Jadi kata "kita" dimaksudkan untuk melibatkan semua pendengar/pembaca. Itu berarti bahwa tekanan diberikan baik kepada situasi dan kebutuhan ke dalam (Pembinaan Warga Gereja), maupun kepada ajakan bagi mereka yang bukan Warga Gereja untuk mendengar, menghayati dan mengamalkan isi pengakuan ini (segi kerasulan). Dengan kata lain, Pengakuan Iman Gereja Toraja dimaksudkan untuk kebutuhan pembinaan demi tugas kerasulan Gereja. Pengakuan Oikumenis maksudnya ialah bahwa Gereja Toraja adalah bagian dari Gereja yang Am, sedang Pe-ngakuan Iman Gereja Toraja berada dalam rumpun reforma-toris menurut paham Calvin. Penjelasan Bab-bab Bab I: Tuhan Allah
Bab II: Firman Allah
Bab III: Manusia 1. Bab III menyangkut jawaban atas pertanyaan: Siapakah manusia itu? 2. Manusia adalah satu kesatuan yang utuh, terdiri dari jiwa/ roh dan tubuh. 3. Pandangan tentang manusia menurut Alkitab tidak mungkin tanpa menyebut dosa. Dosa adalah pemberontakan terhadap Allah dan sekaligus pemutusan hubungan dengan Allah. Akibatnya ialah maut. Manusia binasa di hadapan Allah, tetapi kasih setia Allah di dalam Yesus Kristus telah menyelamatkannya. 4. Malapetaka, penyakit, penderitaan, adalah akibat dari dosa manusia, karena seluruh ciptaan Allah sudah berada di bawah pengaruh dosa (Rm. 8:20,22). Namun tidak dapat dikatakan bahwa setiap malapetaka, penyakit atau bentuk penderitaan lainnya adalah akibat langsung dari dosa tertentu. Memang tidak dapat disangkal bahwa semua dosa bisa saja langsung mendapat hukuman dari Allah, tetapi te-rutama di dalam tugas penggembalaan kita tidak boleh terlalu mudah mencari-cari dosa tertentu sebagai penye-bab dari suatu penderitaan. Kita mengenal dosa dari Alkitab. Itulah sumber pengenalan kita. Bab IV: Penebusan 1. Manusia berada di bawah kuasa maut karena dosa. Kalau ia mau hidup, maka ia harus menebus dirinya. Penebusan itu tidak mungkin ia penuhi, sebab itu ia perlu ditebus dengan kematian manusia lainnya. Untuk itulah Allah menjadi manusia sejati artinya Anak Allah yang adalah Allah benar menjadi manusia yang tanpa dosa yaitu Yesus Kristus. Ia adalah manusia sejati dan manusia benar. Kalau Yesus Kristus bukan manusia maka manusia belum memenuhi tuntutan Allah. Manusia Yesus sudah mati untuk menebus manusia lainnya. Dengan demikian Ia sudah memenuhi tuntutan hukuman atas manusia. Ia telah memperoleh kehidupan melalui kebangkitan-Nya. Di dalam Dia kita mati bagi dosa dan di dalam kebang-kitan-Nya kita memperoleh kehidupan baru, kita dibenar-kan di hadapan Allah. Utang dosa kita dihapuskan karena kita sudah ditebus-Nya. Segala usaha kita untuk membe-narkan diri di hadapan Allah dalam bentuk persembahan-persembahan adalah sia-sia, karena kita dibenarkan di ha-dapan Allah hanya oleh kurban Yesus Kristus. 2. Menjadi milik Tuhan sudah diungkapkan dalam inti Pengakuan: Yesus Kristus itulah Tuhan dan Juruselamat. Ia yang berdaulat atas kehidupan kita (Rm. 14:8). 3. Kehadiran Yesus adalah kehadiran Kerajaan Allah. Kehi-dupan baru adalah kehidupan Kerajaan Allah yang harus dinampakkan. Zaman akhir sudah ada dan kehidupan kita sekarang ini adalah kehidupan yang tertuju ke depan, artinya kita hidup dari pengharapan yang pasti akan Kerajaan Allah oleh dan di dalam Kebangkitan Yesus Kristus (Rm. 6:4). Kehidupan baru adalah soal sekarang dan bukan hanya soal nanti. Kesempurnaan dan kepenuhan kehidupan baru itulah yang kita nantikan. 4. Kuasa-kuasa kegelapan masih menampakkan kehadiran-nya. Kehidupan ini masih penuh dengan hal-hal yang bertentangan. Kuasa maut masih merupakan kenyataan, tetapi sengat maut pada hakikatnya sudah ditelan oleh kemenangan Yesus Kristus. Segala sesuatu sudah berada di bawah pemerintahan dan kuasa Kristus. Bab V: Pengudusan 1. Kita sudah ditebus menjadi Anak-Anak Allah. Gambar Allah seperti semula sudah dipulihkan. Hasil penebusan ialah pengudusan hidup. Kita harus hidup dalam kesucian dan itu adalah pekerjaan Roh Kudus. Roh Kudus bekerja baik di dalam kehidupan pribadi, maupun persekutuan, baik di dalam, maupun di luar gereja dalam rangka pembaharuan ilahi (Why. 21:5), "Lihatlah, Aku menja-dikan segala sesuatu baru". 2. Penghayatan dan pengalaman keselamatan di dalam kehidupan sehari-hari adalah pekerjaan Roh Kudus. Amal dan kebajikan adalah buah-buah iman untuk kemuliaan Allah. 3. Pengudusan hidup berlangsung di dalam pergumulan antara yang lama di dalam dosa dan yang baru di dalam kebenaran. Sering kebiasaan-kebiasaan kehidupan lama lebih nampak di dalam kehidupan kita. Penampakan yang baru melalui buah-buah iman hanya mungkin di dalam suatu pengudusan hidup di bawah bimbingan Roh Kudus. 4. Beramal dan berbuat kebajikan adalah pola kehidupan baru sebagai persembahan syukur kita. Moralisme dan legalisme bukanlah suatu pengudusan hidup yang digerakkan oleh keselamatan di dalam Yesus Kristus. 5. Iman adalah hubungan dengan Allah. Doa merupakan ungkapan hubungan yang erat dengan Allah dan bukan pertama-tama sebagai alat untuk meminta sesuatu dari Allah. Bab VI: Umat Allah 1. Istilah Umat Allah dipergunakan di sini untuk menggam-barkan Gereja sebagai suatu persekutuan yang dinamis dan terbuka, yang sedang dalam arak-arakan menuju kepada kepenuhan Kerajaan Allah. Umat Allah itu ber-dasarkan pilihan, panggilan dan pengudusan untuk tugas menjadi berkat bagi dunia. Salah satu tanda/ciri Gereja yang kurang disadari ialah kehadirannya di tengah-tengah dunia dan untuk dunia secara dinamis (bnd. Butir 5, 6, 13). Pilihan, panggilan, dan pengudusan Gereja itulah kekhususannya di tengah-tengah dunia. Kaidah hidupnya ialah Firman Allah (Bnd. Butir 1, 2, 3). 2. Butir 1-6, lebih menekankan Umat Allah dengan tugas kerasulannya, yaitu Gereja yang diutus ke dalam dunia untuk dunia, sedangkan butir 7, merupakan peralihan ke-pada Gereja sebagai lembaga dan persekutuan ibadah dengan segala perlengkapannya (butir 8-13). 3. Gereja sebagai satu persekutuan baru, berada di tengah-tengah dunia untuk dunia, tetapi bukan dari dunia. Kebaruannya dilukiskan melalui gambaran tubuh Kristus, sedangkan Kristus adalah Kepalanya. Tubuh Kristus adalah suatu persekutuan baru tanpa pem-bedaan dan perbedaan ras, kedudukan sosial, suku, dsb. Ia adalah satu persaudaraan universal dalam kasih Kristus. Struktur masyarakat tidak berlaku dalam per-sekutuan yang baru (bnd. Bab III, butir 2). 4. Gereja sebagai persekutuan baru adalah buah sulung Kerajaan Allah yang berkumpul dan menyebar untuk tugas pengutusannya/kerasulannya. Ia mempunyai misi di tengah-tengah dunia dan merupakan alat di dalam kuasa Roh Kudus untuk merombak, membaharui dan mempersatukan. Dalam rangka itu Gereja wajib mendayagunakan dan mengembangkan karunia-karunia (kharisma) yang ada pada anggota-anggotanya (bnd. Butir 4, 12). 5. Gereja yang rasuli adalah dinamis dan senantiasa harus dibaharui dan membaharui diri agar ia jangan ter-perangkap dalam kebekuan dan kekakuan, agar garam itu jangan menjadi tawar dan terang jangan menjadi gelap. 6. Persekutuan baru itu adalah persekutuan ibadah yang ditata menurut hakikatnya sebagai tubuh Kristus dan bukan menurut kaidah-kaidah duniawi. Secara khusus persekutuan ibadah itu nampak dalam ibadah hari Minggu atau ibadah-ibadah jemaat lainnya. Mengabai-kan ibadah hari Minggu berarti mengabaikan kehidupan persekutuan. 7. Jabatan-jabatan Gerejawi adalah penjabaran Jabatan Kristus secara fungsional untuk melengkapi orang-orang kudus dan menyadarkan masing-masing anggota me-ngenai karunia yang ada padanya. Yang memerintah Ge-reja/Jemaat ialah Kristus, Kepala Gereja sendiri. Majelis jemaat dan badan-badan Gerejawi lainnya hanya dapat menjalankan tugasnya dalam ketaatan kepada Kristus. 8. Sakramen adalah tanda suci yang tidak mempunyai kekuatan dan kuasa magis. Sakramen bukan alat pencegah penyakit, bahaya dsb, bukan untuk memperoleh kesaktian dan lain-lain. Kehadiran Kristus di dalam unsur-unsur sakramen (roti, anggur dan air) adalah secara rohani, yaitu kehadiran di dalam Roh-Nya. Sidi bukanlah sakramen dan bukan pula upacara pendewasaan yang harus dilalui secara ritual /magis. Sidi adalah pernyataan tanggung jawab dalam mengaku iman sendiri secara dewasa di tengah-tengah jemaat. Nikah juga bukan sakramen, melainkan suatu anugerah yang harus dipelihara dalam kesucian untuk kemuliaan Allah. Kehidupan seksual merupakan suatu anugerah untuk kebahagiaan suami isteri yang harus dipelihara dan dihormati dalam kesucian. Nikah selanjutnya dipersoalkan dalam Bab VII, sebab nikah adalah pula masalah masyarakat dan pemerintah. 9. Jemaat setempat adalah penampakan penuh Tubuh Kristus dan berada dalam persekutuan oikumenis dengan Gereja/umat Allah seluruhnya. Itulah makna dari pe-ngakuan mengenai persekutuan orang percaya yang kudus dan am. Bab VII: Dunia
Bab VIII: Zaman Akhir
Nama Bayi Katolik Terlengkap, Tahun Liturgi Dalam Katolik, Kalender Liturgi Katolik 2026, Renungan Katolik 2025, | Selanjutnya: Sejarah Gereja Toraja Sebelum: Workshop Nyanyian Jemaat Etnik All Tentang Gereja Toraja: Warning: include(htmArtikel/list_judul_Tentang Gereja Toraja.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(htmArtikel/list_judul_Tentang Gereja Toraja.php): failed to open stream: No such file or directory in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Warning: include(): Failed opening 'htmArtikel/list_judul_Tentang Gereja Toraja.php' for inclusion (include_path='.:/opt/plesk/php/5.6/share/pear') in /var/www/vhosts/murdansianturi.com/lagu-gereja.com/toraja/baca10.php on line 91 Alkitab Bahasa Toraja PL(20) BACAAN HARIAN GEREJA TORAJA 2022(12) Catatan Penting Tata Ibadah Gereja Toraja(16) Khotbah Minggu Gereja Toraja 2022(90) Lagu Natal TORAJA(1) Lagu Rohani Toraja(24) Lagu Sekolah Minggu(68) NKGT(1) PANDUAN TATA IBADAH GEREJA TORAJA(19) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja(2) Pembacaan Alkitab Gereja Toraja 2019(2) Renungan Gereja Toraja 2022(22) Renungan Gereja Toraja 2023(133) Renungan Gereja Toraja 2024(3) Tata Gereja Toraja 2017(75) Tentang Gereja Toraja(9) xx(1) xxx(107) | Register Login
Links:
lagu-gereja.com,
bible.,
perkantas,
gbi,
gkii,
gkj,
hkbp,
misa,
gmim,
toraja,
gmit,
gkp,
gkps,
gbkp,
Hillsong,
PlanetShakers,
JPCC Worship,
Symphony Worship,
Bethany Nginden,
Lagu Persekutuan,
|
| popular pages | Register | Login | e-mail: admin@lagu-gereja.com © 2012 . All Rights Reserved. |