close
lagu-gereja.com/gmit
Gereja Masehi Injili di Timor

View : 387 kali
Renungan GMIT 2023
Minggu, 22 Januari 2023
Renungan GMIT Minggu, 22 Januari 2023 - Bertolak Lebih Kedalam - Lukas 5:1-11
#tag:

Bukan sekadar pemberita tetapi sumbernya.
Lukas 5:1-11
Bahasa NTT, Kupang:

Dong pukat dapa ikan bam-banya (Mateos 4:18-22; Markus 1:16-20)
51Satu kali, Yesus ajar orang dong di dano Galilea pung pinggir.* Orang banya datang ko mau dengar Tuhan Allah pung Kata-kata. Sampe-sampe dong baseti makarubu ame sang Yesus. 2Deka-deka di situ, ada nalayan yang bekin barisi dong pung pukat di darat. Ju Yesus dapa lia dua parahu kosong ada sandar di situ. 3Satu dari itu parahu dong, andia Simon pung. Ais Yesus nae pi Simon pung parahu, ju minta sang dia ko tola itu parahu pi dalam sadiki. Tarús Dia dudu ko ajar itu orang banya dong.a
4Ajar abis, ju Dia omong sang Simon, bilang, “Mon! Pi tampa yang sadiki dalam ko buang pukat di situ. Te nanti bosong dapa ikan banya.” Nalayan pili ame ikan dari pukat
5Ma Simon manyao, bilang, “Bos lai ju! Botong su karjá banting tulang satu malam anteru, ma satu ekor ju, botong sonde dapa! Ma tagal Bapa su bilang bagitu, na, neu sa! Beta coba kasi turun sa.”b 6Ais dong kasi turun pukat. Waktu mau hela kasi nae kambali, tau-tau te itu pukat su ponu deng ikan satu mal'unuk, sampe-sampe pukat su mulai tarobe.c 7Ju Simon batarea pange dia pung kawan dong dari parahu laen ko datang bantu. Ais dong ra'u kasi maso ikan di parahu, sampe itu dua parahu ponu deng ikan ko su amper tanggalám. 8-10Simon pung kawan nalayan, Yakobis deng Yohanis, andia bapa Sabadeus pung ana-ana dong, ju ada. Dong ju heran mo mati, tagal dong dapa ikan bam-banya bagitu. Waktu Simon Petrus lia apa yang su jadi, ju dia langsung tikam lutut di Yesus pung muka, bilang, “Beta ni, satu orang yang su bekin sala talalu banya. Jadi, lebe bae Bos jang deka-deka sang beta lai.”†
Ma Yesus manyao, bilang, “Mon! Jang talalu bapikir itu so'al, te Beta ada mau pake sang bosong. Bosong ni, biasa cari ikan. Ma sakarang Beta ajar bosong cari orang ko iko sang Beta.”
11Ais ju dong langsung hela dong pung parahu ko simpan di darat. Ju dong jalan kasi tenga samua-samua, ko iko sang Yesus.

Bahasa Indonesia:
Penjala ikan menjadi penjala manusia
5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. 5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. 5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. 5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan." 5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. 5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. 5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu iapun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa." 5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; 5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia." 5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Penjelasan:
* Bukan sekadar pemberita tetapi sumbernya.
Memberitakan Injil dan mempersiapkan Pemberita Injil Kerajaan Allah adalah tugas yang diberikan Bapa kepada Tuhan Yesus. Dari kota ke kota, Yesus berjalan untuk memberitakan Injil. Kali ini Yesus memberitakan firman kepada orang banyak di tepi danau Genezaret dari perahu Simon. Di atas perahu itu selain Simon ada juga beberapa teman nelayan lain.

Pemberitaan firman Allah tidak hanya di dengar oleh orang banyak, secara khusus ditangkap jelas oleh kawanan nelayan di perahu itu. Pengajaran firman Tuhan yang mereka dengar membuat pengenalan mereka kepada Yesus makin dalam. Oleh sebab itu Simon dan kawan-kawan taat pada perintah Yesus manakala Yesus memerintahkan mereka menebarkan jala di pagi hari. Meski semalaman mereka gagal, pagi ini hasilnya luar biasa. Jala yang kosong sepanjang malam, kini penuh ikan sampai koyak. Perahu yang sarat ikan mencelikkan "mata" Simon dan kawan-kawan bahwa Yesus bukan hanya pemberita firman Allah, Penyembuh penyakit, Pengusir setan, tetapi Ia adalah Tuhan. Simon menyadari keberdosaannya dan ketidaklayakannya di hadapan Tuhan Yesus yang Maha Mulia.

Menjadi pengemban misi Yesus, bukan karena memilih tetapi karena dipilih. Bukan karena mampu melakukan perkara besar tetapi karena dimampukan melakukannya. Bukan karena cakap tetapi karena anugerah. Bukan karena suci tetapi karena mau mengakui dosa dan menerima anugerah. Bukan karena suci tetapi karena mau mengakui dosa dan menerima pengampunan. Siapa Simon dan kawan-kawan? Manusia yang berdosa dan tidak layak menerima berkat Tuhan Yesus. Namun anugerah Allah diberikan kepada mereka. Status baru dianugerahkan, yakni menjadi penjala manusia. Tanpa ragu dan mengulur waktu tiga sekawan ini menyambut panggilan Yesus. Mereka meninggalkan perahu dan jala dan mengikut Yesus.

Renungkan: Mendengar firman Allah, mengalami kuasa Tuhan Yesus dalam hidup kita seharusnya mengiring kita untuk menyambut dan terlibat dalam misi Yesus bagi dunia ini. Kita Syukuri kesempatan dan kepercayaan istimewa yang Allah anugerahkan pada kita untuk merampungkan rencana kekal-Nya bagi dunia ini. "Nyatakanlah visi-Mu kepada umat-Mu. Panggillah hamba-hamba-Mu bagi penuaian ladang-mu", adalah bagian doa yang pernah dipanjatkan kepada Tuhan oleh salah seorang hamba Tuhan, kiranya menjadikan doa kita juga.












Selanjutnya:
Renungan GMIT Minggu, 29 Januari 2023 - Matius 6:19-24

All Renungan GMIT 2023:

MENU UTAMA:
Alkitab Bahasa Rote Tii - Genesis(50)
Alkitab Bahasa Rote Tii - Perjanjian Baru(96)
Bacaan Alkitab GMIT 2017(12)
Contoh Tata Ibadah GMIT(39)
Khotbah GMIT 2017(3)
Khotbah GMIT 2025(11)
LAGU GEREJA ETNIK NTT(9)
Lagu Rohani Timor(3)
Pembacaan Alkitab GMIT(1)
Renungan GMIT 2022(33)
Renungan GMIT 2023(2)
Tentang Gereja GMIT(1)
Tentang GMIT(5)
xxx(11)

Arsip Renungan GMIT 2023..

Register   Login