lagu-gereja.com/gbkp
Gereja Batak Karo Protestan
View : 317 kali
Sermon kotbah Minggu GBKP tgl 29 Januari 2023 :

Minggu Epiphanias IV
Rupa Liturgi : Mbentar

Invocatio : Titus 2 : 12

Ogen : Keluaren 24 : 12 - 18 ( Tunggal )

Kotbah : 2 Korinti 3 : 1- 6, 18 ( Responsoria )

Tema : Perpulungen Kap Surat Kristus


Roh Allah saja yang membuat orang merespons Injil.
2 Korintus 3:1-6, 18
Bahasa Karo:

Pelayan i bas iketen padan si mbaru
1Ntah kin enda ertina ibenaken kami ka mujiken diri kami? Perlu kin kami surat pujin i bas kam nari ntah pe surat pujin si man cidahenken man bandu bagi piga-piga kalak si deban?
2Kam kap surat kami, si tersurat i bas pusuh kami si banci ieteh dingen ioge kerina jelma.
3Nggo terang maka kam kap surat Kristus si IsuratkenNa arah pendahin kami. Surat e la itulis alu tinta, tapi alu Kesah Dibata si nggeluh; la itulis i bas papan batu, tapi i bas pusuh manusia.
4Si enda pang kami ngatakenca i adep-adepen Dibata, sabap ibelasken kami e erpalasken kiniteken man Kristus.
5Enda labo ngataken maka lit kengasupen i bas diri kami jine. Tapi pang kami ngataken si enda erkiteken kengasupen kami si rehna i bas Dibata nari.
6Ia me si erbahanca kami ngasup jadi si erdahin i bas iketen padan si mbaru e. Iketen padan si mbaru e biakna labo biak tulisen, tapi biak Kesah kap. Undang-undang si tersurat e maba kematen, tapi Kesah mereken kegeluhen.

18Janah kita kerina natap dingen pembincarken sinalsal kemulian Tuhan alu ayo si la itutupi. Kemulian e, si rehna i bas Tuhan nari, eme Kesah, ngobah kita reh dekahna reh muliana, seh maka kita dungna segambar ras Tuhan.  


Bahasa Indonesia:
Pelayan-pelayan perjanjian yang baru
3:1 Adakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu? 3:2 Kamu adalah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami dan yang dikenal dan yang dapat dibaca oleh semua orang. 3:3 Karena telah ternyata, bahwa kamu adalah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia. 3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus. 3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah. 3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.

3:18 Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.


Penjelasan:
* Roh Allah saja yang membuat orang merespons Injil.
Paulus tidak merasa perlu meminta surat pujian dari siapa pun (1). Bagi dia, jemaat Korintus yang merupakan hasil pelayanannya itulah yang menjadi surat rekomendasinya. Keberadaan jemaat Korintus menjadi bukti bahwa Paulus sungguh seorang rasul (2). Lebih-lebih cintanya kepada jemaat Korintus, membuat jemaat itu terukir di hatinya menjadi surat pujian. Surat pujian itu bukan ditulis oleh tinta tetapi oleh Roh Allah (3). Paulus merujuk kepada Musa yang menerima dua loh batu yang berisi hukum Allah, yang ditulis oleh jari-jari Allah sendiri. Musa adalah pelayan dari perjanjian yang lama, sementara Paulus adalah pelayan dari perjanjian yang baru. Dengan pemberitaan Injil yang dia lakukan, Paulus menjadi gerak jari-jari Kristus menulis, bukan di batu tetapi di hati manusia. Sifat dari surat pujian Paulus ini sungguh mengandalkan dan meninggikan Allah semata (4-6).

Inilah perbedaan yang sangat menonjol antara Paulus yang sedang dianggap enteng dan para pelayan palsu yang sedang dikagumi oleh jemaat Korintus. Meski sadar bahwa pemberitaan Injil yang dia kerjakan menampakkan hasil, Paulus paham bahwa itu bukan karena kecakapan dirinya. Roh Allah saja yang membuat orang merespons Injil. Oleh sebab itu surat rekomendasinya bukan berisi tulisan tangan manusia tentang pekerjaannya, tetapi pemaparan karya Roh Kudus dalam pemberitaan Injil.

Kita harus sadar bahwa Allah yang memampukan kita untuk melayani. Maka kita tidak perlu meninggikan diri bila merasa mampu, dan tidak perlu mundur bila merasa tidak sanggup. Ingatlah bahwa Dia yang bekerja dalam pelayanan yang kita lakukan bagi Dia. Bila kita tidak terlibat pelayanan, marilah kita menghormati pelayan Tuhan. Jangan kita mengkultuskannya bila ia punya banyak kemampuan atau merendahkannya bila ia terlihat belum mampu. Yang lebih penting, jangan kita mudah menilai menurut ukuran-ukuran lahiriah. Belajarlah menilai segala sesuatu dari sudut rohani!

* Maju ke arah Kristus
Karena merasa diri memiliki janji-janji Allah, orang Yahudi yakin bahwa mereka pasti bisa memahami Perjanjian Lama. Padahal Paulus melihat ada selubung yang menutupi mata mereka dan membekukan pikiran mereka, bagaikan selubung yang menutupi wajah Musa saat ia turun dari Gunung Sinai dengan wajah yang memancarkan sinar kemuliaan Allah. Selubung itu mengakibatkan mereka tidak bisa memahami maksud perjanjian Allah (14-15).

Paulus menjelaskan bahwa hanya jika terang kemuliaan Kristus bersinar atas diri seseorang, barulah ia memiliki pengertian akan pernyataan Tuhan. Itu bisa terjadi ketika orang berbalik pada Tuhan dan menyambut anugerah Kristus (16). Pada saat itulah Tuhan menyingkapkan selubung dari hatinya sehingga penglihatan rohaninya tidak terhalang lagi. Maka pada saat itu orang akan memahami bahwa anugerah Tuhan Yesus memenuhi tuntutan hukum Taurat (Rm. 10:4), dan di situlah terletak makna kemerdekaan (17). Kemerdekaan yang bukan hanya meliputi selubung yang tersingkap; tetapi juga kemerdekaan dari dosa, maut dan tuntutan hukum Taurat. Pada saat dimerdekakan, orang akan memancarkan kemuliaan Tuhan (18). Bukan hanya di wajah, tetapi dalam hidup dan terpancar melalui karakter. Kemuliaan ini tidak akan memudar tetapi akan terus mentransformasi hidup hingga makin lama makin menyerupai Kristus.

Keserupaan dengan Kristus ini bukan hasil pencapaian manusia. Itu merupakan pertumbuhan yang dihasilkan oleh karya dan kuasa Roh Kudus. Kita memang harus mengerjakan keselamatan kita sebagai respons atas karya Allah di dalam hidup kita. Kita sadar bahwa proses transformasi menuju keserupaan dengan Kristus tidaklah selalu lancar dan mudah, karena merupakan arena peperangan melawan dosa dan si jahat. Dalam proses pertumbuhan meninggalkan dosa dan makin maju ke arah Kristus ini, kita perlu dua hal bersamaan: bergantung pada kuasa Roh Kudus dan menaklukkan diri pada proses pemurnian-Nya.













Selanjutnya:
Sermon Khotbah GBKP Minggu, 5 Februari 2023 - Jesus Naluken Percuban - Matius 4:1-11

All Sermon Khotbah GBKP 2023:

BACAAN ALKITAB SETAHUN:

MENU UTAMA:
Catatan Penting Tata Ibadah GBKP (Gereja Batak Karo Protestan)(7)
Khotbah GBKP 2016(7)
Khotbah GBKP 2017(9)
LAGU KITAB ENDE-ENDEN GBKP(218)
Partitur Lagu Karo(3)
Perpulungen Jabu-Jabu (PJJ) 2016(2)
Pustaka Sibadia - Perjanjian Baru(22)
Pustaka Sibadia - Perjanjian Lama(51)
Sermon Khotbah GBKP 2023(2)
Sermon Khotbah GBKP 2024(1)
Tentang GBKP(5)

Arsip Sermon Khotbah GBKP 2023..


Sermon GBKP setiap hari

Register   Login